|
Sabtu, 04 September 2010 12:39 |
Sejak tim Arema tak lagi dikelola PT Bentoel Internasional Investama, tim berjuluk Singo Edan ini identik dengan sosok Andi Darussalam Tabusala. Maklum, Ketua PT Liga Indonesia itu ternyata juga dipercaya sebagai Pembina Yayasan Arema. Gelar juara Indonesia Super League 2009/2010 yang diraih Arema pun dikait-kaitkan dengan posisi ADT. Bagaimana sebenarnya? Berikut petikan wawancara ADT dengan wartawan Malang Post, Buari.
Sukses Arema meraih gelar juara, selalu dihubungkan dengan anda, gimana tanggapannya?
Saya jelaskan bahwa keberhasilan Arema itu, oleh empat kompenen, yaitu pertama Aremania, karena Aremania yang memberikan dukungan dana untuk Arema. Kedua manajemen, Ketiga pemain itu berdedikasi tinggi, dan keempat ya pelatih bisa meramu. Jadi semua punya keterlibatan dan tidak bisa ada satu pun yang merasa lebih hebat daripada yang lain, bukan karena manejer, pemain atau pelatih, tapi ini adalah satu-kesatuan unit, tidak bisa terpecah-pecah.
Saya tegaskan sekali lagi, bahwa Arema ini bukan punya satu orang, bukan punya Andi Darussalam, atau punya siapapun. Arema ini punya Aremania di seluruh Indonesia, bukan punya siapa-siapa. Bisa dikatakan Aremania yang paling berjasa, tanpa Aremania kita tidak mungkin bisa. Kontribusi aremania sangat besar, pemain tentu saja. Tapi Aremania ini yang pegang peranan. Arema juara bukan karena Pak Andi atau Pak Nur, tapi karena Aremania berikan semangat, dimana-mana Aremania selalu ada.
Bagaimana ceritanya menjadi Pembina Yayasan Arema?
Saya ini hanya menjaga dan menjalankan organisasi itu. Saya disini cuma membantu, karena awalnya Bentoel minta tolong saya untuk mengelola, tapi saya tidak mungkin karena saya di Liga, lalu saya serahkan ke Pak Nur yang bisa mengelola tim ini, dan saya dari atas cuma membimbing saja.
Harapan untuk Arema kedepan?
Saat ini PT Arema Indonesia memang belum bisa go public, dan kita berusaha untuk membawa perusahaan ini untuk go public. Bisa jual saham sekalian, dan kita masih belajar untuk itu, dan ini tugas saya membawanya. Kita berusaha Arema ini bisa go public dan dipercaya masyarakat, berarti saya harus menciptakan tim yang kuat dan manajemen yang bagus.
Bagaimana target tim Arema untuk musim depan?
Untuk target kita tentu mau yang terbaik, kalau untuk sekadar bertahan di kompetisi musim depan buat apa. Kita punya dua target, pertama kita pertahankan gelar juara ini dan kedua berprestasi di Liga Champions Asia. Jadi kita harus berprestasi dan berharap berjalan lebih baik.
Bagaimana dengan kondisi Arema tanpa ada dukungan dana dari Bentoel lagi?
Saya sungguh terkejut mengetahui Bentoel tak lagi ikut membiayai Arema. Tapi ada Bentoel atau tanpa Bentoel, Arema harus tetap jalan dan saya harus bertanggung jawab. Saya perlu sampaikan demikian, karena semua pemain, pelatih hingga asisten pelatih adalah saya yang minta mereka kembali, dan percayalah pada perkataan saya, karena saya tidak akan pernah lari dari itu, hanya percaya pada saya. Beri saya kesempatan untuk menyelesaikannya. Saya berharap, sebelum hari raya ini, semua permasalahan DP (Down Payment/uang muka) menurut kontrak itu akan saya selesaikan.
Untuk langkah kedepan, apa yang harus dipersiapkan Arema?
Untuk masalah keuangan akan kita susun dan mulai kita atur lagi. Saya akan benahi perusahaan ini sekarang, karena kalau tidak dibenahi, modal bisa lebih banyak lagi, jadi harus saya benahi. Cita-cita saya, saya mau menjadi perusahaan terbuka, tidak ada dominan punya siapa. (*)
‘’Saya akan Berjuang Mati-matian’’
Andi Darussalam Tabusala (ADT) selaku Pembina Yayasan Arema tampaknya sudah tak banyak berharap pada Bentoel untuk bisa ikut mendanai tim Arema seperti halnya musim lalu. Namun ADT masih menyimpan harapan, mantan Pembina Yayasan Arema, Darjoto Setiawan merubah pikirannya.
Khususnya menyangkut komitmen yang pernah disampaikan mantan Komisaris PT Bentoel itu kepada ADT.
“Soal kesepakatan itu, yang tahu itu saya sama pak Darjoto,” ungkap Darjoto perihal adanya komitmen Bentoel untuk masih tetap ikut mendanai Arema musim ini.
“Pada prinsipnya, saya berterimakasih karena Bentoel pernah bersama-sama membantu Arema. Saya minta pak Darjoto berubah pikirannya, karena dia pernah berkomitmen dengan saya. Kalau yang lain tidak perlu banyak bicara, karena yang tahu saya dengan pak Darjoto, karena dia yang berkomitmen dengan saya,” lanjutnya.
ADT mengaku tidak ingin ada pihak-pihak yang jutsru memperkeruh keadaan, khususnya menyangkut adanya komitmen tersebut. “Dalam kondisi seperti ini, kalau memang tidak mau membantu lagi, tidak perlu perkeruh keadaan, karena saya khawatir Aremania nanti marah,” katanya.
Sebelumnya, Pembina Yayasan Arema yang juga Ketua PT Liga Indonesia ini telah berusaha untuk menjalin komunikasi Darjoto, namun belum ada titik temu. Sementara Arema dalam kondisi yang sulit untuk menunggu, khususnya menyangkut kepastian sumber dana musim depan.
Atas kondisi tersebut ADT tetap meminta kepada pemain agar berlatih seperti biasanya. “Saya minta kepada pemain agar dalam beberapa hari ini, dan sebelum hari raya ini, apa-apa yang menjadi komitmen sesuai kontrak bisa dijalankan. Tentunya saya tidak pernah berharap, dalam waktu sisa 25 hari sebelum kompetisi, Bentoel mengatakan mereka angkat tangan. Pedih hati saya, tapi itulah namanya pengusaha,” terang ADT
ADT pun memberi garansi posisinya sebagai Pembina Yayasan Arema bakal bertanggungjawab atas apa pun yang terjadi pada tim Arema. Harapannya, pelatih, asisten pelatih, dan pemain bisa sedikit mempercayainya untuk menyelesaikan masalah tersebut. “Demikian kondisi Arema, tapi kita tidak akan lepas tanggung jawab,” katanya.
“Arema tidak boleh jatuh, saat saya sebagai pembinanya, dan Arema jangan sampai ada masalah financial, selama Arema masih ada ditangan saya, itu tidak mungkin. Saya akan berjuang mati-matian, karena saya ini memang petarung. Saya tidak akan lari, dan Arema ya seperti ini. Saya yakin Allah akan tolong Arema,” yakin ADT. (buari)
BIODATA
Nama : Andi Darussalam Tabusala
Tempat Lahir : Surabaya
Tanggal Lahir : 25 Agustus 1950
Istri : Tenriangka YL
Jabatan : - Ketua PT Liga Indonesia
- Manajer Timnas Indonesia
- Pembina Yayasan Arema
- Ketua Umum Perpani Jatim
- Dirut PT Minarak Lapindo Jaya
Motto : Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawam terlalu banyak.
|
|
|