Olahraga

Malang Post

Olahraga

Berita-berita Olahraga terkini

Kapolresta Jagokan Spanyol

Kapolresta Malang Kota, AKBP Decky Hendarsono, S.IK. (Foto IST/)


MALANG - Gelar Euro 2016 memasuki babak 16 besar, di mana setiap tim yang lolos dari fase grup akan berjuang demi lolos ke 8 besar. Dari semua tim itu, Kapolres Malang Kota, AKBP Decky Hendarsono, menaruh harapan pada Spanyol.
Meski lawan yang dihadapi Itali, tapi polisi berpangkat dua melati di pundak ini, optimis La Furia Roja bisa menang dan lolos ke fase selanjutnya, dan kembali menjuarai gelar empat tahunan itu. Pasalnya, Spanyol, menurut Decky, punya pemain berkelas dan permainan yang apik.
“Kalau saya jagokan Spanyol, saya idolakan beberapa pemain, karena sangat bagus dia,” ungkapnya saat ditemui di kantornya, Jumat (24/6) usai gelar kasus Operasi Camer 2016.
Selain Spanyol yang dijagokan di Piala Eropa, mantan Kapolres Batu itu juga menjagokan Argentina juara di Copa America Centenario 2016. Mantan Kapolresta Batu ini memang sangat mengidolakan super star, Lionel Messi.
Argentina akan melawan Cile di partai puncak. Keduanya punya harapan sama untuk menang meski Argentina lebih diunggulkan.
“Saya yakin Argentina menang,” tandasnya. (Ica)

Museum Olahraga Koleksi Sabuk Petinju Malang

SEJARAH : Wongso Suseno dam Dobrax Arter menyerahkan sabuk yang pernah diraih kepada Museum Olahraga Nasional, kemarin. (Foto : Ipunk Purwanto/Malang Post)

MALANG - Prestasi mantan petinju kelas internasional asal Kota Malang bakal dikenang sepanjang waktu. Sebab Museum Olahraga Nasional resmi mengoleksi sabuk yang pernah diraih petinju asal kota pendidikan ini.
Kemarin, mantan petinju berprestasi, Wongso Suseno dam Dobrax Arter menyerahkan sabuk yang pernah diraih kepada museum yang berlokasi di TMII Jakarta itu. Penyerahan sabuk kepada Museum Olahraga Nasional itu dilakukan di Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Malang.
Wongso Suseno menyumbangkan dua sabuk juara pertandingan kelas internasional yang pernah diraih. Yakni  International Boxing Federation (IBF) dan The Oriental and Pacific Boxing Federation (OPBF).
Sedangkan Dobrak Arter menyumbangkan sabuk kejuaraannya World Boxing Federation Intercontinental Champion.
“Sebenarnya dari Kota Malang kami meminta tiga atlet kelas internasional yang akan menyumbangkan sabuk kejuaraannya. Satu yang tidak bisa hadir, Pak Nur Huda,” jelas Staf Tatausaha  Museum Olahraga Nasional, Suminta.
Menurut dia, Kota Malang memiliki banyak atlet berprestasi yang medalinya layak disimpan di Museum Olahraga Nasional.
Lebih lanjut Suminta menjelaskan, penyerahan koleksi medali dan sabuk atlet dilakukan hingga Agustus. Khusus Kota Malang dilakukan Sabtu (25/6) kemarin.
Tahun ini, lebih dari 20 atlet yang menyerahkan bukti prestasinya kepada Museum Olahraga Nasional. 20 atlet itu tersebar di sembilan provinsi. Sumbangan para atlet tersebut dijadikan koleksi museum yang berada di bawah koordinasi Kementerian Pemuda dan Olahraga itu.
“Sumbangan para atlet itu dijadikan koleksi museum dan bisa dirawat. Selain itu dijadikan koleksi untuk memberikan inspirasi kepada pengunjung khususnya generasi muda,” kata dia.
Dobrax Arter sangat bersyukur dengan diberinya kesempatan untuk menyerahkan sabuk yang pernah diraihnya kepada Museum Olahraga Nasional. Kiprahnya di dunia tinju akan dikenal dan dingat.
“Ini adalah satu-satunya sabuk kejuaraan saya yang tersisa. Tapi sabuk ini akan saya simpan  di museum agar nama saya selalu dikenang,” jelasnya. (mga/van)

Perkuat Sinergitas Cabor

KOODRINASI : KONI Kota Malang menggelar rakor bersama semua cabor untuk penguatan kelembagaan dan sinergitas cabor. (Foto : Ipunk Purwanto/Malang Post)

MALANG - KONI Kota Malang melakukan penguatan kelembagaan semua cabang olahraga (cabor). Sebab cabor merupakan ujung tombak pembinaan atlet untuk meraih prestasi. Selain itu peran orang tua atlet juga sangat penting.
Hal ini diungkapkan Ketua KONI Kota Malang, Bambang DH Suyono disela-sela rapat koordinasi (rakor) peningkatan pembinaan olahraga. Rapat tersebut berlangsung di Hotel Pelangi, Sabtu (25/6) kemarin.
“Rakor ini untuk  mempererat dan menguatkan kerjasama antara KONI, dan 42 cabor. Sehingga akan mempermudah kami dalam mengembangkan dan memajukan cabor agar lebih baik lagi,” jelas Bambang DH Suyono kepada Malang Post.
Lebih lanjut dia mengatakan, rakor tersebut dilandasi pemikiran untuk melakukan penguatan kelembagaan organisasi cabor. Selain itu juga peningkatan efektivitas komunikas dengan KONI.
Ia menekankan pentingnya koordinasi dan kerjasama untuk meraih prestasi. “Termasuk peran orang tua atlet perlu kita apresiasi,” lanjutnya.
Cabor sebagai leading sector, lanjut dia, harus berorientasi terhadap peningkatan prestasi atlet agar bisa berbicara di tingkat regional, nasional bahkan internasional.
Mantan Sekda Kota Malang ini mengatakan, pengurus cabor dan pelatih mempunyai peran sentral untuk mendongkrak prestasi para atlet. Karena itu, mereka harus memimpin, memonitor, mengevaluasi hasil latihan atlet. Dan juga harus mampu mengidentifikasi masalah non teknis yang terjadi pada atlet.
 “Kalau masalah non teknis itu berkaitan dengan masalah keluarga, maka pengurus cabor dan pelatih harus secepatnya berkomunikasi dengan orang tua atlet,” imbuhnya.
Bambang optimis prestasi olahraga Kota Malang semakin lebih baik. Hal ini terwujud bila ada sinergitas antara pengurus cabor, pelatih, atlet, orang tua, KONI, dan semua elemen masyarakat.
“Teknis kemasan sinergitas komunikasi antar berbagai elemen ini bisa dilaksanakan misal melalui program sambung rasa,” sambungnya.
KONI Kota Malang juga telah menyediakan sarana komunikasi lewat media khusus yang dapat diakses oleh semua pengurus cabor dan masyarakat. (mga/van)

Ricky/Gloria Diuji di Taiwan Terbuka

BARU : Riky Widianto/ Gloria Emanuelle Widjaja menjadi pasangan baru untuk mengukir prestasi bulutangkis. (Foto : net)

JAKARTA - Pasangan baru di sektor ganda campuran pelatnas,  Riky Widianto/ Gloria Emanuelle Widjaja langsung diuji di event bergengsi. Riky/Gloria, dipastikan tanding di  turnamen Taiwan Terbuka Grand Prix Gold.
Riky sebelumnya berpasangan dengan Richi Puspita Dili. Bersama Richi, dia menjadi juara di India Terbuka GP Gold 2014 dan Indonesian Masters 2014 serta jadi runner-up di India Terbuka Super Series 2016.
Sementara Gloria biasanya menjadi partner Edi Subaktiar. Edi/Gloria pernah menjadi juara di Makau Terbuka GP Gold 2014.
Riky/Gloria kini akan mencoba peruntungan mereka di Taiwan Terbuka GP Gold, yang dilangsungkan di Taipei Arena pada 28 Juni–3 Juli 2016. Sebelum turun ke turnamen tersebut, mereka sudah latihan bersama selama kurang lebih dua pekan.
"Memang agak mepet sih, tetapi kami sudah sering latihan bareng di pelatnas, jadi sudah tahu mainnya Gloria seperti apa. Postur tubuh Gloria yang tinggi membuat dia punya serangan yang tajam di depan net, ini menjadi keunggulannya Gloria," ujar Riky seusai latihan seperti dilansir detikSport.
Riky/Gloria akan berhadapan dengan wakil tuan rumah, Liao Min Chun/Chen Hsiao Huan, di babak pertama Taiwan Terbuka GP Gold. Mereka sudah punya strategi untuk mengatasi perlawanan Liao/Chen.
"Liao punya smash yang keras, kami harus memperkuat pertahanan kami. Selain itu, kami juga akan berusaha untuk menyerang lebih dulu dan jangan sampai lawan menyerang kami duluan," Riky dalam rilis PP PBSI.  
Riky/Gloria mengaku sudah mengetahui tipe permainan masing-masing. Keduanya sering berlatih bersama di pelatnas, tak jarang pula mereka latihan berganti-ganti pasangan main.
“Memang agak mepet sih, tetapi kami sudah sering latihan bareng di pelatnas, jadi sudah tahu mainnya Gloria seperti apa. Postur tubuh Gloria yang tinggi membuat dia punya serangan yang tajam di depan net, ini menjadi keunggulannya Gloria,” ujar Riky sehari sebelumnya. (dtc/van)

Dovizioso Tercepat, Rossi Kedua

TERDEPAN : Andrea Dovizioso masih menunjukan diri sebagai yang terdepan di sesi kualifikasi MotoGP Belanda. (Foto : net)

ASSEN - Andrea Dovizioso mencatatkan waktu tercepat dalam sesi kualifikasi MotoGP Belanda. Valentino Rossi ada di posisi dua, diikuti Scott Redding. Di awal sesi Q2, yang berlangsung Sabtu (25/6) tadi malam WIB,  Maverick Vinales (Suzuki) terjatuh dari motor. Ia tampak kesulitan menghidupkan lagi motornya.
Setelah itu Marc Marquez dari Repsol Honda juga meluncur jatuh dari motor. Beda dengan Vinales, Marquez memilih untuk langsung berlari meminjam motor kru di luar lintasan. Seperti dilansir detikSport, ia lalu menuju garasi untuk mengganti motor.
Pun begitu, setibanya Marquez ke garasi tim, motornya belum siap. Ia pun harus menunggu, padahal saat itu belum mencatatkan waktu putaran di sesi tersebut.
Menjelang akhir Q2, barulah Marquez bisa melaju untuk mencatatkan waktu di posisi tujuh. Selepas itu ia masih berkesempatan melaju lagi dan pada akhirnya di posisi empat.
Setelah itu, dengan waktu Q2 sudah habis, giliran Jorge Lorenzo dari Movistar Yamaha yang menjalani laju terakhirnya di Q2. Tetapi catatan waktu di lajunya itu cuma menempatkannya di posisi 11.
Di baris depan, Doviziozo kembali tampil tangguh seperti halnya di sesi-sesi latihan bebas. Rider Ducati itu berhak atas pole dengan waktu 1 menit 45,246 detik. Redding, yang juga menunggangi motor Ducati di tim Octo Pramac Yakhnich, memperlihatkan bahwa Ducati memang benar-benar punya potensi mantap di balapan ini dengan berada di posisi tiga dengan terpaut 1,066 detik dari Dovizioso.
Sementara Rossi dari Movistar Yamaha akan berusaha melanjutkan kemenangannya di Catalunya pada balapan seri lalu dari posisi start dua. (dtc/van)

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL