Malang Post | Malang Post - Malang Post

Olahraga


Pelari Kota Malang Atjong Tio Purwanto (nomor dada 158) bersaing di nomor 1.500 meter pada lintasan lari Stadion Pakansari Cibinong Bogor, kemarin. (BAGUS ARY WICAKSONO/MALANG POST)

CIBINONG - Salah satu pelari andalan andalan Kota Malang Atjong Tio Purwanto gagal meraih medali di nomor 1.500 meter, kemarin. Sejak awal lomba, sebenarnya Atjong Tio sudah mampu bersaing dengan pelari di barisan depan. Sayangnya di putaran terakhir, ia tak sanggup melawan dominasi pelari NTB, Jawa Barat dan Banten.
Medali emas dalam perlombaan tersebut dimenangi Ridwan pelari dari Nusa Tenggara Barat. Sayangnya pelari bernomor dada 250 itu tak mampu mengalahkan rekor nasional. Yakni rekor dari pelari Julius Leuwol pada tahun 1985 dengan catatan waktu 3 :46.21.
Bahkan medali emas PON kali ini, juga tak mampu mengalahkan rekor PON pada tahun 1993 oleh pelari Julius Leuwol pula! Yakni pada 3 : 51.93. Adapun Ridwan hanya mencatatkan waktu 3 : 54.05. Disusul peraih medali perak dari Jawa Barat pelari Kaharudin dengan waktu 3:54.06. Medali perunggu diraih Budiman Holle dari Banten yang membukukan waktu 3:54.92.
Adapun  Atjong di posisi keempat dengan catatan waktu 3: 55.30. Ia sebenarnya mampu bersalipan dengan Ridwan, Kaharudin maupun Holle.
Hanya saja, di putaran terakhir, Atjong terlihat sudah kehabisan tenaga. Ia berlari sangat maksimal untuk mengejar Kaharuddin, justru di belakangnya Holle mampu menyalip beberapa meter menjelang finish.
Dengan demikian, harapan meraih medali dari cabang atletik untuk Kota Malang tinggal di nomor 4 x 400 estafet. Di nomor itu, andalan Kota Malang ikut memperkuat tim Jawa Timur, yakni pelari Selamet Rizky. Perlombaan bakal berlangsung pada Senin hari ini sekitar pukul 15.00 petang.
“Saingan kita di nomor itu berat, yakni dari Nusa Tenggara Barat, mereka mendominasi lomba, setelah DKI Jakarta,” ujar Manager Tim Atletik Jawa Timur Joko Sudargo kepada Malang Post.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Malang Bambang DH Suyono berharap banyak kepada Selamet. Ia mendoakan Selamet bisa menyumbangkan medali emas pada hari ini. Sedangkan untuk Atjong, Pak Yono sapaan akrabnya menghargai perjuangannya di perlombaan.
“Atjong sudah berusaha mati-matian demi Jawa Timur dan Kota Malang, lawan bertandingnya memang hebat-hebat, tetap semangat Atjong,” tegas Yono.
Meskipun target emas untuk Kota Malang sudah tercapai. Yono meminta atlet yang belum menyelesaikan perlombaan agar tidak lengah.
“Tancap terus berikan yang terbaik untuk Kota Malang,” tutupnya.(ary)

Halaman 1 dari 5026

Please publish modules in offcanvas position.