Malang Post

Arema Sport

FAS Ikut Tarkam

Share
MALANG - Ferry Aman Saragih ikut Cristian "El Loco" Gonzales dalam Liga Ramadan 2015 di Makassar, Sulawesi Selatan. FAS, dikabarkan bergabung dengan El Loco di Nasuham FC yang dibentuk oleh Nabil Husein, pemilik Borneo FC. FAS dikontrak untuk meloloskan Nasuham FC jadi juara Liga Ramadan. Dia dikontrak bermain 'tarkam' sejak babak 16 besar. Nabil, menyebut bahwa FAS sudah resmi dikontrak tarkam.
"Selamat datang Ferry Aman Saragih di Nasuham FC. Kita tunggu kedatangannya di Makassar," papar Nabil. FAS menjadi satu dari sekian banyak pemain yang mengais rezeki dari sepakbola turnamen antar kampung seperti Liga Ramadan.
Tanpa ada kabar baik dari sepakbola nasional maupun manajemen Arema, para pemain saat ini sedang berburu pundi rupiah mendekati Idul Fitri yang tinggal 10 hari lagi.
FAS dan El Loco ditargetkan bisa memberi gelar juara untuk klub yang dibentuk oleh Nabil. "Dengan pemain-pemain level terbaik, saya juga ingin mendapatkan gelar terbaik di turnamen ini," tambahnya.
FAS dikontrak oleh Nabil karena membutuhkan gelandang kuat untuk menyokong peran bomber Cristian Gonzales. Kabarnya, I Gede Sukadana sempat ditawari juga. Mengingat, FAS dan Sukadana diuntungkan secara kondisi fisik karena sedang tidak berpuasa. Namun, Sukadana sudah tumbang sejak Arema berangkat ke Banyuwangi untuk Sunrise of Java Cup 2015 akhir bulan Juni lalu. Praktis, hanya FAS saja yang dikontrak demi membawa Nasuham FC.
"Sukadana kena gejala tipes saat ada di Bali, sehingga gak bisa latihan sejak Arema persiapan di Banyuwangi Sunrise of Java Cup," tutur Made Pasek Wijaya, asisten pelatih Arema asal Bali, yang sekarang juga berada di pulau dewata. Arema yang tak memiliki jadwal latihan, membuat pemain asal Bali yang berposisi sebagai gelandang ini, belum bisa bermain bola lagi. FAS dan El Loco bakal jadi kekuatan penting untuk Nasuham FC yang ingin meraih juara.(fin/jon)
comments

Bustomi-Dendi-Keceng Ikut Baksos

Share
MALANG – Kompetisi sepakbola di Indonesia, saat ini memang sedang vakum. Otomatis pemasukan para pemain sedang suram. Namun bukan berarti, juga berhenti bersosialisasi terhadap sesama yang membutuhkan. Kepedulian terhadap seseorang yang membutuhkan, harus tetap terjaga.
Hal itulah yang terus dilakukan oleh tiga pemain Arema Cronus, yaitu Dendi Santoso, Ahmad Bustomi serta Arif ‘Keceng’ Suyono. Di bulan suci Ramadan, bersama dengan komunitas Malang Vespa (Malves) mereka ikut, berbagi kasih dengan anak-anak di Panti Asuhan.
Bagi ketiganya, bergabung dengan komintas motor adalah hal yang sangat menyenangkan. Kegiatan yang diadakan komunitas Malves bisa, mengisi kekosongan ketika tidak ada kompetisi. Termasuk menjadi hiburan tersendiri, karena bisa bertemu dengan banyak teman.
“Untuk mengisi kekosongan, ya kami manfaatkan untuk bergabung dengan komunitas Malves. Apalagi bisa ikut sama-sama berbagi dengan anak-anak di Panti Asuhan. Mereka semuanya adalah saudara kita, yang perlu mendapat perhatian dari kita semuanya,” terang Dendi Santoso.
Ada empat Panti Asuhan yang dikunjungi dalam kegiatan Malves Itkab Laisos (Bakti Sosial) 2015, kemarin pagi. Yaitu Panti Asuhan Darul Hikam di Kecamatan Turen, Panti Asuhan An-nur di Kecamatan Tajinan, Panti Asuhan Darul Aitam di Kecamatan Wajak dan Panti Asuhan Nurul Hikam di Kecamatan Pakis.
“Agenda bakti sosial ini, selalu kami lakukan setiap tahun. Tahun ini merupakan tahun yang keenam. Selain ke Panti Asuhan saat bulan Ramadan, juga ketika terjadi bencana seperti Gunung Kelud, kami juga melakukan kegiatan bakti sosial seperti ini,” jelas Bagus Bakhtiar, Koordinator Perbelanjaan dan Bendahara Malves.
Kegiatan bakti sosial tersebut, diikuti seluruh anggota komunitas Malves. Ada sekitar 500 anggota Malves di Malang Raya ini. Sumbangan yang diberikan kepada Panti Asuhan, yaitu berupa uang, sembako serta pakaian bekas layak pakai. Bantuan tersebut, merupakan sumbangan dari donatur, anggota Malves dan klub luar Malves.
“Kami berangkat bersama-sama dari Velodrome dan kembali di tempat ini semula. Setelah keliling memberikan sumbangan, akan dilanjut dengan buka bersama. Tujuan kegiatan ini adalah kemanusiaan saja untuk saling membantu kepada sesama. Kami ingin menunjukkan bahwa Malves bukan hanya komunitas motor, tetapi sebagai wadah sosial,” paparnya.(agp/jon)
comments

Laga Lanjutan Final Piala Polda Jateng Masih Gelap

Share
MALANG POST - Kericuhan yang terjadi antara penduku PSIS Semarang dan Persis Solo di laga final Piala Polda Jateng 2015, di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (4/7) malam berbuntut ke hasil laga. Pihak panitia melakukan penundaan tanpa ada kepastian tentang batas waktu.
Ketua panitia pelaksana (panpel) Piala Polda Jateng, Aam Ichwan mengatakan, pihaknya belum bisa memutuskan jadi atau tidaknya laga tunda. "Apakah turnamen ini akan dilanjutkan atau tidak, kita belum bisa memastikan. Kami akan berkoordinasi dengan pihak keamanan, memantau kondisi. Secepatnya kami putuskan waktu laga tunda, atau selesai disini turnamennya," kata dia saat dihubungi, Minggu (5/7).
Kedua pihak klub sepakat bahwa suporter memang belum bisa bertindak dewasa. Alhasil, laga yang seharusnya bisi dinikmati selama 90 menit, menjadi sia-sia dan tak selesai.
"Kalau suporter sama-sama dewasa, tak perlu ada kejadian seperti ini. Laga ini harusnya menghibur, tapi karena oknum jadi seperti ini," ucapnya.
Kedua tim juga berharap agar laga masih bisa diselesaikan karena tinggal menyisakan partai home and away final.
Sebelumnya, kericuhan terjadi setelah suporter PSIS memancing keributan dengan melakukan ejekan dan pelemparan botol air mineral setelah terciptanya gol yang membuat keunggulan tim tuan rumah. Pendukung Persis yang berjumlah sekitar 3 ribu orang tak terima sehingga kericuhan yang besar terjadi. Laga diputuskan dihentikan pada menit ke-27.(dkk/jpnn/jon)

comments

Tak Berharap di Piala Indonesia Satu

Share
MALANG – Tim pelatih Arema Cronus cukup apresiasi dengan adanya rumor turnamen Piala Indonesia Satu yang dibuat Mahaka Sport. Namun demikian, tim pembesut Singo Edan sama sekali tidak mau berharap terlalu tinggi terhadap turnamen ini.
Sampai ada pertandingan yang benar-benar digelar lancar tanpa hambatan, tim pelatih Arema memilih untuk hati-hati. Pengalaman menyakitkan digantung di Sunrise of Java Cup 2015 pun masih membekas. Pelatih Arema, Suharno menunggu kepastian dari semua kebutuhan izin dan rekom.
“Kita menunggu instruksi manajemen untuk ikut dalam turnamen apapun. Kalau memang ada Piala Indonesia Satu ya bagus. Tapi, apakah izinnya sudah beres, kita kan tidak tahu. Kita tunggu saja instruksi manajemen,” kata Suharno kepada Malang Post kemarin.
Mantan pelatih Persiwa Wamena ini menyebut, situasi sepakbola yang sedang gelap gulita sekarang, membuat tim pelatih enggan gegabah. Sampai instruksi manajemen benar-benar diberikan, Arema belum mau menanggapi kehadiran Piala Indonesia Satu.
“Saat Sunrise of Java Cup saja, manajemen sudah yakin benar tentang turnamen ini. Semua izin dan rekom katanya sudah dikantongi panitia. Tapi kenyataannya beda. Karena itu, kita sekarang sangat hati-hati soal turnamen seperti itu,” sambung Suharno.
Pelatih berlisensi A AFC ini menambahkan, Piala Indonesia Satu memiliki jalan terjal yang harus dilalui agar terlaksana. Selain duel terbuka La Nyalla Matalliti dan Imam Nahrawi, 18 klub ISL yang dibidik oleh Mahaka Sport pun belum tentu mau bergabung dalam Piala Indonesia Satu.(fin/jon)
comments

Bustomi Pilih Jogging, Gonzales Push Up

Share
MALANG – Banyak cara berolahraga meski kondisi sedang berpuasa. Dua penggawa Arema Cronus, Ahmad Bustomi dan Cristian Gonzales memberikan tips untuk berolahraga di saat perut sedang kosong. Dalam acara Tabligh Ramadan di Masjid Sabililah kemarin, Bustomi menyebut jogging adalah olahraga yang pas untuk puasa.
“Biasanya bisa dipilih, jogging sore atau malam hari. Saya pilih malam hari setelah berbuka puasa. Sekarang lagi hits kok, atlet jogging setelah berbuka puasa. Jogging itu murah, karena hanya butuh sepatu dan baju olahraga,” kata Bustomi.
Mantan pemain Persema itu menyebut, jogging tidak akan menyulitkan saat puasa asalkan pola makan yang sehat diterapkan saat berpuasa. Saat sahur dan berbuka puasa, atlet harus memakan makanan sehat agar kondisi tubuh terjaga meski berolahraga di malam hari.
Cristian Gonzales, menyebut bahwa olahraga saat puasa bisa dilakukan di rumah. “Kalau saya tidak perlu keluar rumah. Saat puasa, kita bisa olahraga di rumah. Bisa pakai jaket sauna, atau push up di rumah agar kondisi terjaga,” sambung El Loco.
Bomber senior tersebut menyadari, berpuasa sambil berolahraga terasa menyulitkan. Namun, El Loco menyebut bahwa puasa itu penting bagi kesehatan tubuh. Bapak empat anak ini mengatakan, puasa malah meringankan kerja organ tubuh yang sebelumnya selalu bekerja.
“Kalau kita puasa tidak makan, organ tubuh bisa istirahat. Puasa malah bagus untuk kesehatan. Dengan puasa, jantung tidak kerja keras memacu darah, begitu juga usus tidak sibuk mencerna makanan yang masuk. Organ pun harus rehat,” tutupnya.(fin/jon) 
comments

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL