Malang Post

Arema Sport

Habisi Maung!

Share
PALEMBANG-Arema Cronus tidak ingin mengulang kekalahan kali kedua dari Persib Bandung. Singo Edan, berambisi ingin menghabisi Maung Bandung, di laga final Inter Island Cup (IIC) 2014, malam ini di Stadion Jakabaring, Palembang.
Tim asuhan Suharno - Joko 'Gethuk' Susilo ingin membalas kekalahan menyakitkan dari Maung Bandung saat semifinal Indonesia Super League (ISL) 2014 lalu. Saat itu Arema Cronus dipecundangi Persib dan harus gagal tampil di final even paling bergengsi di tanah air itu.
Tekad Singo Edan menghabisi Maung Bandung terlihat saat sesi latihan di Stadion Jakabaring Palembang, pagi kemarin. Manajemen serius meracik strategi guna menghancurkan pertahanan Firman Utina dkk.
Bahkan, manajemen melarang media luar mengambil gambar latihan. Mereka hanya diperbolehkan mengambil gambar hanya lima menit saat pemain melakukan pemanasan.
Sementara ketika pelatih mulai memberi materi latihan pada Ahmad Bustomi dkk, wartawan yang mengambil gambar diminta untuk meninggalkan lapangan. Ini dilakukan karena manajemen tidak mau sampai ada mata-mata dari Persib Bandung di dalam stadion saat Singo Edan berlatih.
"Maaf ya mas, karena latihan ini tertutup untuk media. Kami ingin supaya pemain bisa konsentrasi saat latihan," ujar Sudarmaji, Media Officer Arema Cronus, kepada salah satu wartawan.
Program latihan yang diberikan tim pelatih, tidak jauh berbeda dengan latihan sehari sebelumnya. Pelatih terus memantabkan kerjasama antar lini. Pemain diminta untuk tidak terlalu lama membawa bola. Hanya dua sampai tiga kali sentuhan saja. "Jangan lebih tiga kali menyentuh bola," teriak Joko 'Gethuk' Susilo.
Selain itu, pelatih juga terus mengasah finishing gol para pemainnya. Terutama pemain depan, seperti Cristian 'El Loco' Gonzales, Samsul Arif, Yao Rudi, Sunarto serta Ahmad Nufiandani. Pelatih berharap peluang sekecil apapun yang terjadi di depan gawang bisa berbuah gol.
Para striker haus gol ini yang diharapkan bisa menghabisi permainan Persib Bandung serta membalas kekalahan yang masih terus diingat Aremania. Hanya kemenangan yang bisa mengobati rasa sakit hati Aremania saat dikalahkan Persib saat itu.
Di akhir program latihan, pelatih memberikan materi tambahan tendangan penalti. Beberapa pemain ditunjuk sebagai eksekutor, untuk melihat kemampuannya mengeksekusi bola di titik finalti. Seperti Cristian ‘El Loco’ Gonzales, Victor Igbonefo, Fabiano Beltrame, Ahmad Nufiandani, Yao Rudi, I Gede Sukadana, Sengbah Kennedy, Juan Revi, Ferry Aman Saraghi, Samul Arif, Ahmad Bustomi serta Hasim Kipuw.
Para algojo ini dipersiapkan jika kedua tim tetap bermain imbang 2 X 45 menit serta babak tambahan 2 X 15 menit. Para algojo inilah yang akan menjadi penentu selain kepiawian penjaga gawangnya.(agp/jon)
comments

Dedi Kusnandar: Harus Siap Mental

Share
PALEMBANG – Pertandingan final IIC 2014, yang mempertemukan Persib Bandung melawan Arema Cronus, menjadi laga yang ditunggu-tunggu oleh gelandang Maung Bandung, Dedi Kusnandar. Mantan pemain Arema Cronus ini, menjadikan laga malam ini sebagai pembuktiannya di klub barunya, Maung Bandung.
Kepada Malang Post, Dedi mengatakan siap tampil all out untuk tim yang kini dibelanya. Ia bertekad akan membawa Maung Bandung, memenangkan pertandingan final. Sekalipun Singo Edan adalah mantan klubnya, tetapi ia berjanji akan bersikap sebagai pemain profesional, dengan memberikan yang terbaik untuk timnya saat ini.
“Saya akan berusaha maksimal untuk memenangkan pertandingan. Ini sekaligus untuk menjaga trend positif saya di Persib Bandung. Termasuk sebagai proses adaptasi saya, karena saya merupakan pemain baru di Maung Bandung,” terang Dedi, dengan percaya diri.
Sekalipun diakuinya, bahwa tidak mudah untuk bisa mengalahkan Arema Cronus. Pasalnya, Singo Edan saat ini adalah tim yang sangat bagus. Banyak dihuni pemain baik dan berkualitas. Tetapi ia mengatakan tidak akan gentar dalam pertandingan malam ini.
“Bagi saya, pertandingan final nanti pasti ada yang berbeda sekali. Arema saat ini adalah tim bagus, dengan pemain berkualitas. Apalagi juga masih banyak teman-teman saya yang masih bermain untuk Arema,” ujarnya.
Soal persiapan, Dedi mengatakan bahwa dirinya sudah menyiapkan fisik serta staminanya sejak awal. Termasuk menyiapkan mental tanding, ketika menghadapi mantan timnya. “Persiapannya hanya mental dan fisik saja, seperti sebelum menghadapi pertandingan-pertandingan biasanya. Yang pasti, jika memang diberi kepercayaan oleh pelatih, saya sudah siap untuk memberikan yang terbaik untuk tim,” tuturnya.(agp/jon)
comments

Persib Ambisi Ulang Sukses ISL 2014

Share
MALANG POST – Ambisi untuk memenangkan pertandingan final Inter Island Cup (IIC) 2014, juga diusung pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurjaman. Ia ingin mengulang kesuksesannya mengalahkan Arema Cronus, seperti laga semifinal Indonesia Super League (ISL) 2014. Dengan membawa 20 pemainnya, Djadjang yakin bisa memenangkan pertandingan.
“Meskipun ini pertandingan pra-musim kompetisi, tetapi tetaplah ini pertandingan final. Sehingga kedua tim sama-sama memiliki misi dan target, yaitu ingin memenangkan pertandingan final besok (malam ini, red). Termasuk Persib Bandung sendiri,” terang Djadjang Nurjaman.
Ia menilai bahwa pertandingan malam ini, akan berlangsung seru dan alot. Karena baik Persib Bandung ataupun Arema Cronus, adalah tim yang sama kuat. Arema Cronus diakui baru saja menjadi juara SCTV Cup 2015. Sedangkan Persib Bandung juga juara Walikota Cup Padang pada pra musim ini.
“Saya yakin pertandingan berjalan seru, karena sama-sama memiliki kekuatan prima. Persib Bandung sendiri, dari 20 pemain yang kami bawa semuanya siap untuk bermain. Empat pemain diantaranya adalah pemain asing, yang mereka semuanya siap untuk tampil,” tutur Djadjang.
Tentang kekuatan Arema Cronus, Djadjang mengatakan bahwa Arema sama sekali tidak banyak melakukan perubahan pemain pada musim ini. Sama dengan Persib Bandung, dimana 90 persennya adalah pemain lama musim lalu.
“Arema tetap sama dengan tahun lalu. Hanya kehilangan tiga pemain asing, yaitu Gustavo Lopes, Alberto Goncalves serta Thierry Gathuessi. Tetapi pengganti pemain asing saya melihat sudah cukup bagus. Termasuk dua pemain asing asal Liberia, mereka berdua adalah pemain bagus yang harus diwaspadai,” paparnya.
Ditambahkannya, bahwa sedikit banyak Djadjang mengaku sudah mengetahui kekuatan Arema Cronus saat ini. Dua kali pertandingan melawan Persebaya Surabaya pada semifinal dan Sriwijaya FC pada laga final SCTV Cup 2015, cukup baginya untuk melihat kekuatan serta gaya permainan Singo Edan.
“Saya sudah melihat pertandingan Arema Cronus di televisi. Bagi saya sudah bisa untuk menilai bagaimana kekuatannya. Kami berharap pertandingan final besok, menjadi kemenangan Persib Bandung,” katanya dengan percaya diri.(agp/ary)
comments
Last Updated on Saturday, 31 January 2015 13:02

Sembuh, Arif Suyono Tak Sabar Ingin Main

Share
PALEMBANG – Cidera kepala yang dialami Arif Suyono sudah membaik. Luka robek yang harus mendapat enam jahitan tersebut, sudah mengering. Dengan demikian, pemain asal Kota Batu itu pun sudah siap untuk diturunkan ketika Arema Cronus, menghadapi laga final Inter Island Cup (IIC) 2014 malam ini.
Hal ini disampaikan oleh dokter tim Arema Cronus, dr Indrawan Dwantoro. Ia mengatakan bahwa luka robek yang dialami oleh Arif Suyono, sudah tidak ada masalah. Lukanya sudah mengering, sehingga mantan pemain Sriwijaya FC tersebut sudah bisa diturunkan, jika memang tenaganya dibutuhkan oleh tim pelatih.
“Kondisi lukanya sudah mengering dan tidak ada masalah. Kalau memang tenaganya dibutuhkan dia sudah siap. Mungkin bisa sebagai pemain pengganti (cadangan). Karena kalau turun sebagai starter masih sangat riskan,” terang dr Indrawan Dwantoro.
Keceng, sapaan akrab Arif Suyono ini, dalam program latihan yang diberikan oleh pelatih, juga terlihat masuk dalam salah satu pemain yang akan diturunkan saat menghadapi Persib Bandung. Kehadiran pemain yang pernah memperkuat Sriwijaya FC beberapa musim ini, diharapkan bisa memberikan daya gedor tim Singo Edan.
“Luka saya sudah sembuh dan mengering mas. Kalaupun memang diberi kesempatan untuk turun pada laga final IIC, saya sudah siap. Tetapi semuanya tergantung oleh pelatih,” tutur Arif ‘Keceng’ Suyono.
Luka robek tersebut, dialami Arif ketika turun sebagai starter saat Arema Cronus menghadapi Persipura Jayapura, pada laga penyisihan laga SCTV Cup 2015, di Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Ia berbenturan dengan pemain belakang Mutiara Hitam, Bio Paulin. Luka robek itupun, harus mendapat enam jahitan.
Bahkan, akibat luka robek tersebut, Arif Suyono harus absen dan terpaksa duduk di tribun penonton, ketika Singo Edan menghadapi Persebaya Surabaya, di laga semifinal. Termasuk saat final SCTV Cup 2015, Arif juga absen karena lukanya masih berbalut perban.(agp/jon)
 
comments

Revans, Tuntaskan Dendam!

Share
MALANG POST – Duel tim juara malam ini bakal bertemu di Stadion Jakabaring Palembang malam (1/2) ini. Arema Cronus sebagai juara SCTV Cup 2015, akan melawan juara ISL 2014 Persib Bandung, sekaligus juara Walikota Cup Padang. Keduanya bakal bertarung memperebutkan gelar juara Inter Island Cup (IIC) 2014, yang sempat tertunda setahun.
Dalam partai final IIC 2014 yang disiarkan live Indosiar pukul 18.45, Singo Edan berambisi mengalahkan Maung Bandung. Karena treble winners menjadi target Arema pada pra-musim kompetisi, sebelum mengarungi kompetisi paling bergengsi di tanah air, Indonesia Super League (ISL) 2015.
Laga itu, sekaligus menjadi misi revans Arema untuk menuntaskan dendam Semifinal ISL 2014. Di Jakabaring, Arema pernah dipaksa tunduk di bawah Persib Bandung. Jika sukses revans, maka Arema memperbaiki rekor pertemuan di zona netral bersama Persib. Kemenangan melawan Maung bukan kemenangan biasa. Sebab juga jadi modal berharga untuk melaju dalam musim ISL 2015.
Data yang dihimpun Malang Post, Arema selalu takluk di zona netral. Dimulai pada pertemuan di Stadion Gelora 10 November Piala Jawa Pos 1990, ketika itu skor Arema 0 – 3 Persib.
Kemudian pada tahun yang sama di Stadion Citarum Semarang, pada Piala Gubernur Jateng II, dengan skor Persib 3 - 1 Arema. Hasil kurang menguntungkan juga terjadi pada Piala Utama tahun 1992,di Stadion Utama Gelora Bung Karno hasil akhirnya Persib 3 – 1 Arema. Terakhir adalah saat pentas Semifinal ISL 2014, di Stadion Jakabaring (Gelora Sriwijaya) skor akhir Persib 3-1 Arema.
CEO Arema Cronus, Iwan Budianto yang mendampingi tim, meminta kepada pemain supaya bermain tanpa beban. Permainan lepas seperti saat menghadapi Persebaya Surabaya pada partai semifinal, dan melawan Sriwijaya FC pada final SCTV 2014 itulah, yang diinginkannya. Kendati harus kerja keras, tetapi bisa membuahkan hasil yang memuaskan.
“Intinya pemain harus bisa bermain lepas tanpa beban, saat nanti menghadapi Persib Bandung. Melawan Persebaya dan Sriwijaya FC, pemain bisa bermain bagus karena tanpa beban,” ujar Iwan Budianto.
Soal target, Iwan mengatakan bahwa target untuk memenangkan pertandingan itu sudah pasti. Karenanya selain menginstruksikan bermain lepas, Victor Igbonefo dkk juga diminta untuk kerja maksimal.
“Menang dan menjadi juara pada prasession kompetisi itu adalah bonus. Karena tujuan sebenarnya adalah sebagai juara ISL musim ini. Namun kami tetap akan berupaya maksimal untuk memenangkan pertandingan melawan Persib Bandung,” terangnya.
Terpisah, pelatih Arema Cronus, Joko ‘Gethuk’ Susilo menginstruksikan kepada pemain untuk bermain disiplin. Ia berharap pemain tidak banyak memainkan bola di daerah sendiri. Termasuk jangan sampai kehilangan bola. Karena sekali lengah, maka akan terjadi blunder.
Gethuk mengatakan, bahwa Persib Bandung merupakan tim yang cukup berbahaya. Kekalahan Arema Cronus pada semifinal ISL 2014 lalu, menjadi bukti ketangguhan Maung Bandung. Sekalipun bermain di tempat netral, namun tim asuhan Djadjang Nurjaman tersebut patut diwaspadai.
“Kekuatan Persib Bandung sama seperti musim lalu, tidak banyak melakukan perubahan. Komposisi pemain masih tetap sama. Lini belakang dan tengah, termasuk gelandangnya masih utuh. Perubahan hanya pada lini depan, karena kehilangan Ferdinand Sinaga serta striker asing,” jelas Gethuk.
Kendati demikian, Persib Bandung masih memiliki beberapa pemain yang patut diwaspadai. Seperti Atep, Tantan, Firman Utina serta Konate Makan. Mereka ini selain memiliki kecepatan, juga cukup berbahaya ketika berada di dekat kotak penalti.
“Pemain seperti mereka itulah, yang harus mendapat kewaspadaan dan penjagaan ketat dari pemain. Jangan sampai mereka lepas dari pengawalan. Tetapi kami juga akan berusaha tampil maksimal pada pertandingan nanti. Skema permainan jelas berbeda dengan pertandingan sebelumnya,” papar pelatih asal Cepu ini.
Sementara itu, dalam technical meeting kemarin sore, pelatih Arema Suharno, mengharapkan pertandingan malam ini berjalan dua babak saja. Ia berharap pertandingan tidak sampai ada babak tambahan waktu ataupun adu penalti.
“Saya berharap pertandingan bisa berjalan lancar, tidak sampai ada tambahan waktu. Cukup bertanding 2 x 45 menit sudah ada yang menang. Pertandingan final ini adalah pertandingan kadaluarsa, karena tertunda sekitar setahun. Sebab seharusnya, pertandingan final digelar sebelum kompetisi ISL 2014 lalu bergulir,” terang Suharno.(agp/ary)
comments

Page 1 of 383

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »