Malang Post

Arema Sport

Berharap Kepada Kone dan Koita

Share
MALANG POST – Skuad Arema Cronus belum tentu memakai dua gelandang asing, Morimakan Koita dan Lancine Kone untuk Piala Presiden. Keduanya diragukan bakal tampil di laga perdana Singo Edan lawan Persela Lamongan. Pasalnya, Kone-Koita baru saja bergabung di dalam latihan Arema, sore kemarin.
Dari pantauan Malang Post, Kone-Koita sudah tiba di Malang sejak siang kemarin (29/8). Keduanya masuk Kota Malang setelah mendarat di Bandara Abd Saleh tengah hari. Mereka tidak sempat transit di mess, dan langsung menuju Stadion Kanjuruhan untuk memulai latihan bersama skuad asuhan Joko “Gethuk” Susilo.
Bahkan, mereka belum sempat istirahat dari perjalanan udara Bandara Sukarno Hatta ke Bandara Abd Saleh. Kone-Koita langsung memakai jersey Arema, dan melahap sesi latihan bersama Juan Revi dkk. Pelatih Arema, Joko “Gethuk” Susilo menyebut bahwa mereka memang sudah harus latihan, mengingat mepetnya jadwal pertandingan lawan Persela.
“Kita sudah harus menghadapi Persela pada 1 September nanti. Jelas, waktu kita sudah tidak banyak. Dua pemain tentu memaksimalkan waktu yang ada untuk latihan supaya segera beradaptasi dengan skuad Arema di Piala Presiden,” kata Gethuk kepada Malang Post, kemarin.
Pelatih asal Cepu ini mengatakan, Arema hanya menyisakan dua kali sesi latihan lagi. Arema latihan hari Sabtu dan Senin, sedangkan Minggu hari ini libur. Praktis, dengan persiapan yang tinggal dua kali latihan, Kone-Koita masih harus dipantau lagi oleh tim pelatih.
Terutama, terkait kondisi fisik yang jadi tuntutan penting untuk kesiapan Piala Presiden. Bisa jadi, laga lawan Persela Lamongan bukanlah laga debut bagi Kone-Koita. Meski demikian, Gethuk menyebut bahwa Kone-Koita adalah sosok yang dibutuhkan untuk skuad Arema.
Paska kehilangan Gustavo Lopez, performa lini tengah Arema jauh merosot. Memang, Arema punya gelandang-gelandang berkualitas, semacam I Gede Sukadana, Hendro Siswanto hingga Juan Revi, namun sosok playmaker tajam ala Gustavo Lopez belum terlihat dari pemain-pemain Arema.
Koita, utamanya, diharapkan bisa jadi sosok playmaker andalan Arema, melebihi peran Gustavo Lopez di era 2014 lalu. Sedangkan, Kone yang punya spesialisasi penyerang lubang dan gelandang serang, bakal menyokong kinerja Cristian “El Loco” Gonzales dan Samsul Arif Munip di lini depan.
“Kita memang membutuhkan playmaker dan penyerang untuk menambah kekuatan Arema. Semoga kehadiran dua pemain asing ini bisa menutupi kebutuhan tim pelatih dalam meracik strategi dan taktik,” tutup Gethuk.(fin/nug)
comments

Apresiasi Aturan Piala Presiden

Share
Pasukan Arema Cronus sudah siap tempur menghadapi Piala Presiden di Stadion Kanjuruhan.

MALANG – Aturan-aturan baru di Piala Presiden mendapat apresiasi manajemen Arema Cronus. Dalam perhelatan Piala Presiden bentukan Mahaka Sports, Singo Edan menyoroti aturan soal wasit hingga hak siar. Direktur Arema, Ruddy Widodo mengaku senang karena ada aturan yang bisa menjaga netralitas serta transparansi wasit.
“Ada aturan yang bikin kami merasa tenang. Wasit pertandingan, baru diumumkan, satu jam sebelum laga. Seluruh wasit ada di masing-masing grup, harus hadir di pertandingan, dan akan ditunjuk oleh Mahaka secara acak,” kata Ruddy kepada Malang Post, kemarin.
Seluruh wasit yang akan memimpin di laga masing-masing grup, harus hadir di stadion saat pertandingan. Sebab, penunjukan wasit digelar beberapa saat sebelum pertandingan, bukan saat technical meeting. Dengan demikian, tim-tim merasa lebih aman karena susah ada kongkalikong.
“Dengan wasit yang dipilih secara acak dengan hak prerogatif Mahaka Sports, Arema bisa fokus untuk mengasah hal teknis tanpa meragukan hal non teknis lapangan. Semoga ini langkah awal menuju sepakbola fair play dan sportif,” sambung Ruddy.
Aturan baru ini menjadi salah satu hal yang penting dalam pelaksanaan pertandingan. Namun, bukan hanya itu. Ruddy menyebut bahwa Mahaka membuat beberapa gebrakan dalam hal hak siar. Secara terbuka dan transparan, Ruddy menyebut bahwa Mahaka akan memberikan hak siar kepada masing-masing klub, bergantung pada lembaga penilai rating televisi, AC Nielsen.
“Mahaka bekerja sama dengan AC Nielsen, untuk menentukan nilai hak siar dari masing-masing klub. Dengan begitu, jumlah uang hak siar untuk klub juga terbuka dan transparan. Kita apresiasi langkah Mahaka Sports ini,” sambung pria berkacamata ini.(fin/jon) 
comments

Kone-Koita Segera Gabung

Share
Pemain Arema Cronus terus melakukan persiapan sambil menunggu dua pemain asing yang segera tiba.

MALANG – Manajemen Arema Cronus memastikan bahwa Lancine Kone dan Morimakan Koita bakal tampil di Piala Presiden, Selasa (1/9) mendatang. Utamanya, Kone yang kabarnya sempat digandoli oleh mantan klubnya, Persipura Jayapura.
Direktur Arema, Ruddy Widodo menyebut Kone sudah berstatus tanpa klub ketika dipinang Singo Edan. Kemarin, muncul rumor bahwa Lacine Kone tak diperbolehkan oleh Persipura untuk main di Piala Presiden. Posisi Kone, masih berada di Pantai Gading, negara asalnya. Namun, status Kone sudah free alias tanpa klub.
“Begitu muncul rumor ini, saya konfirmasi langsung ke Mahaka, diteruskan ke Persipura. Intinya, Kone diizinkan ikut walaupun tak ada surat keluar dari Persipura,” kata Ruddy Widodo, Direktur Arema, dikonfirmasi Malang Post, kemarin.
Pria berkacamata ini menyebut, Kone didatangkan sendiri oleh Arema dari Pantai Gading. Bahkan, skuad berlogo singa ini, menunjukkan bukti pembelian tiket pesawat dari Pantai Gading menuju Indonesia, kepada Mahaka Sports untuk mendasari konfirmasi kepada Persipura. Hal itu sekaligus menunjukkan keseriusan Arema memakai jasa Kone di Piala Presiden.
“Pagi tadi (kemarin) Mahaka sudah putuskan, Kone bisa ikut main berkostum Arema. Soalnya, Kone posisi sudah di negara asalnya, serta statemen manajemen Persipura di berbagai media kalau semua pemainnya free. Arema cukup bukti tiket Kone dari Pantai Gading ke Indonesia,” tandas Ruddy.
Lancine Kone dan Morimakan Koita, dikabarkan sudah berada di Jakarta kemarin. Meski demikian, mereka baru tiba di Jakarta malam hari. Sehingga, dari pantauan Malang Post di Stadion Kanjuruhan sore kemarin, duo Afrika belum menjajal latihan bersama Cristian Gonzales dkk.
Meski demikian, mereka dikabarkan bakal segera memakai kostum Arema dan berlatih bersama para penggawa lainnya sore ini di Stadion Kanjuruhan.
“Kalau tidak ada hambatan berarti, Insya Allah mereka akan segera latihan bersama Arema. Semoga mereka jadi sokongan berkualitas untuk Arema,” tutup Ruddy.(fin/jon)
comments

Meiga Turun di Piala Presiden

Share
Kurnia Meiga mulai bergabung latihan dan pemain-pemain Arema latihan fitness.

Kondisi 70 Persen, Mulai Gabung Latihan
MALANG – Arema Cronus melanjutkan sesi latihan meskipun baru menggelar pertandingan lawan Gresik United. Kamis (27/8) pagi kemarin, Singo Edan melahap materi latihan fitness di UB fitness center belakang @MX Mall. Seluruh skuad asuhan pelatih Joko “Gethuk” Susilo hadir, tak terkecuali kiper utama Kurnia Meiga Hermansyah.
“Pemain mendapat materi latihan fitness dan fokus di strength atau kekuatan. Kita sudah susun dan menjalankan program sesuai jadwal. Setelah pertandingan, mereka langsung diberi materi latihan fitness. Singkat, tidak lama, tapi tetap efektif untuk jaga kondisi pemain,” kata Gethuk kepada Malang Post, kemarin.
I Made Wardana dkk cukup antusias melahap materi latihan fitness. Sebab, para penggawa Arema akan segera menghadapi Piala Presiden pada 1 September 2015. Tim-tim tamu pun segera tiba di Malang, tiga hari lagi. Kabarnya, 30 Agustus, Persela-Sriwijaya FC-PSGC Ciamis bakal masuk Malang untuk persiapan hadapi Piala Presiden.
Kehadiran Kurnia Meiga memberi suntikan energi buat tim pelatih. Sebab, amunisi kiper Arema bertambah lagi. “Kurnia Meiga sudah ikut latihan. Kondisinya 70 persen. Saya optimis dia akan siap main satu atau dua hari lagi. Dia pun mengaku siap untuk turun di Piala Presiden,” sambung pelatih asal Cepu tersebut.
Setelah memberi materi fitness, tim pelatih akan kembali menjadwalkan latihan hari ini. Gethuk menyebut, latihan Arema digelar di Stadion Kanjuruhan pada pukul 15.30 WIB. Selama persiapan, Gethuk bakal mempersiapkan tim untuk menghadapi lawan perdananya, yakni Persela Lamongan.
“Agenda latihan kita di Stadion Kanjuruhan semua. Hari Jumat dan Sabtu latihan sore. Minggu tim libur. Lalu, hari Senin kita akan latihan lagi sore hari. Persela saya rasa hampir sama dengan Gresik United, mereka akan tampil dengan pertahanan rapat. Kita harus antisipasi itu dengan memanfaatkan waktu latihan yang ada,” kata Gethuk.
Pelatih berlisensi B AFC ini juga menyebut, tidak akan ada agenda ujicoba lagi sebelum lawan Persela. Sebab, Arema tidak mau mengambil risiko cedera pemain sebelum laga perdana. “Kita pastikan tak ada ujicoba lagi, karena terlalu berisiko. Kita tidak mau memaksakan pemain,” tutup Gethuk.(fin/feb)
comments

Parkir Bus, Berbuah Imbang

Share
Strategi menumpuk pemain membuat Arema kesulitan menembus pertahanan Gresik United, kemarin.

Arema 0 v Gresik United 0
KEPANJEN–Laga tribute to Suharno antara Arema Cronus kontra Gresik United berakhir dengan skor imbang 0-0, kemarin sore. Laga ini, hanya disaksikan ratusan penonton. Singo Edan sejak awal kesulitan mencari gol ke gawang skuad Laskar Joko Samudro yang sangat defensif dan mengandalkan serangan balik.
Sejatinya, Arema selalu punya peluang untuk menyerang skuad asuhan Liestiadi. Belum genap lima menit, Arema punya peluang lewat tendangan pojok. Ahmad Bustomi sebagai penendang, memberi umpan lambung yang disambar oleh Samsul Arif. Sayang, tandukan Samsul bisa ditangkap M Ridwan, kiper GU.
Menit 6, giliran gelandang serang enerjik, Ferry Aman Saragih yang mengancam gawang skuad pujaan Ultras Gresik. Berawal dari assist manis Cristian “El Loco” Gonzales, FAS berhadapan dengan kiper saat menendang bola ke arah gawang. Bola tendangan kiri FAS, tertangkap oleh kiper GU.
Bimasakti dkk tidak mau membiarkan Arema berkreasi di depan gawangnya. Fitra Ridwan, mencoba membuat peluang di menit 14. Upayanya membobol gawang I Made Wardana belum membuahkan hasil. Setelah 15 menit berjalan, permainan mulai membosankan. Gresik sangat defensif dan tak mau ambil risiko kecolongan duet Samsul-Arif “Keceng” Suyono.
Baru 15 menit berikutnya, ada peluang emas buat Arema. Berawal dari kombinasi satu dua antara Johan Ahmad Farizi dan El Loco, Farizi menyodorkan bola crossing mendatar kepada kapten Ahmad Bustomi. Sayang sekali, taktik bertahan parkir bus ala Jose Mourinho membuat Bustomi hanya punya sedikit ruang tembak.
Bola mengarah langsung kepada kiper M Ridwan. Peluang ini tak berbuah gol. Empat peluang Arema di 15 menit terakhir sebelum turun minum, juga melenceng dari gawang Gresik United. FAS menit 36 berawal dari umpan Samsul, meleset dari gawang. Begitu juga, peluang Samsul Arif menit 37 dari umpan Bustomi juga tak berbuah gol.
Menit 41, FAS bahkan sempat melakukan solo run untuk melewati pertahanan Gresik United. Meski lolos, bola tendangannya melambung jauh. Dua menit sebelum wasit Iwan Sukoco meniup peluit berakhirnya babak pertama, Fabiano Beltrame overlap dan mencoba membuat peluang.
Sayang, sontekan Fabiano menit 43 bisa ditepis kiper M Ridwan dan mengakhiri babak pertama dengan skor 0-0. Babak kedua, Arema mencoba menyuguhkan pertandingan yang lebih menarik. Duo Akademi Arema, Dendi Santoso-Sunarto cukup on fire sore kemarin. Dendi dengan permainan taktisnya, sedangkan Sunarto menunjukkan kecerdikannya lepas dari jebakan offside Gresik United.
Meski demikian, Arema malah mendapat serangan gencar dari M Kamri dan Herman Dzumafo di menit 59. Kadek Wardana berjibaku menepis tendangan dari dua pemain ini, untuk menyelamatkan gawang Arema. Menit 62, I Gede Sukadana membalas lewat tendangan kerasnya, namun hanya jadi tendangan gawang.
Begitu juga, aksi Samsul Arif yang menipu dua bek lawan sebelum melancarkan tendangan yang ditangkap M Ridwan. Aksi Dendi-Sunarto terjadi di menit 68. Sunarto lolos dari penjagaan Supriono dkk, lalu melancarkan crossing lambung yang disambut sundulan Dendi. Bola hanya jadi off goal, namun membuat ratusan Aremania di Kanjuruhan bersorak.
Suasana makin seru, saat Sunarto yang mendapat peluang empuk di depan gawang menit 70, menendang bola chop untuk mengelabui M Ridwan. Bola tertangkap kiper sebelum masuk ke gawang Arema. Sunarto, lagi-lagi membuat peluang menit 75 meski dihadang kiper Gresik. Hingga menit akhir, belum ada peluang-peluang emas Sunarto dkk yang berbuah gol.
Joko “Gethuk” Susilo, pelatih Arema, menyebut hasil ini bukan ukuran. “Tidak apa-apa kita imbang. Ini malah jadi pelajaran karena kita akan menghadapi tim-tim yang bertahan seperti Gresik United. Misi kita sudah tercapai. Semua pemain dapat pengalaman bertanding, sekaligus belajar menghadapi tim yang defensif seperti ini,” tutur Gethuk.(fin/ary)
comments

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL