Malang Post - Malang Post


MALANG – Arema Cronus menutup putaran pertama Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 Presented by IM3 Ooredoo, dengan hasil kurang memuaskan. Menahan imbang Persib Bandung, Sabtu (27/8), Singo Edan yang lebih diunggulkan berbicara banyak dalam turnamen dari PT Gelora Trisula Semesta ini, gagal menyalip Madura United. Kini di putaran kedua, Arema harus menjalani misi yang sulit.
Ya, Madura United finish di peringkat pertama dan unggul lima angka dari Arema. Kondisi itu membuat anak asuh Milomir Seslija ini harus bekerja keras di putaran kedua mendatang jika ingin menjadi juara dalam turnamen terpanjang di tahun ini.
Arema wajib ekstra keras untuk bersaing menjadi yang terbaik. Pasalnya, selain harus mengejar ketertinggalan angka dari sang pemuncak klasemen, gempuran dari klub yang kini di bawah Arema juga mengintai. Belum lagi, sepanjang putaran kedua, Hamka Hamzah dkk harus menjalani 10 lawatan ke markas lawan, termasuk tour sulit ke tanah Papua.
“Kami tahu, sekarang Madura United yang terbaik. Tetapi kami pastikan memiliki target mengejar mereka di putaran kedua,” ujar Pelatih Arema, Milomir Seslija.
Dia menyadari, Laskar Sape Kerrab awalnya tidak masuk dalam perhitungan mampu bersaing dalam turnamen berformat kompetisi ini. Namun, faktanya Arema justru tertinggal lima angka dari Bayu Gatra Sanggiawan dkk.
Pekan ini, upaya mengejar ketertinggalan tersebut dimulai. Secara kebetulan, lawan pertama yang harus dihadapi oleh Arek-arek Singo Edan adalah Madura United. Jumat (2/9) depan, Arema akan menjamu tim lawan. Saat itulah kesempatan bagi Arema untuk menghambat laju lawan, sekaligus memberikan tekanan pada tim yang memiliki kostum kebesaran merah kombinasi putih tersebut.
“Lawan kami selanjutnya adalah Madura United. Sebelumnya kami hanya bisa bermain 0-0 dan saat itu adalah penampilan paling tidak bagus Arema. Tetapi, saya yakin di putaran kedua Arema hadir dengan wajah baru,” papar dia kepada Malang Post.
Tactician asal Bosnia itu berani berkata demikian, karena dia menyadari strategi Arema kini sudah terbaca oleh lawan. Terlebih, ketika timnya sedang kebingungan mengganti suksesor yang pas ketika Hendro Siswanto cedera, yang diprediksii baru kembali medio Oktober mendatang.
“Saya ingin Arema memiliki penampilan yang mengejutkan. Semoga kami bisa mendapatkan pemain baru yang cocok untuk putaran kedua ini,” urainya.
Milo menuturkan, dengan posisi di bawah Madura United, sejatinya menguntungkan bagi Arema. Kini, beban justru diprediksi ada di tim lawan dan itu terkadang bisa menjadi bumerang. Seperti selaam 17 laga di putaran pertama, Arema seringkali kesulitan karena status tim yang dianggap bagus dan superior. Alhasil, lawan cenderung memilih permainan negatif ketika melawan tim kelahiran 1987 ini.
Mantan direktur teknik Barito Putera ini berharap, timnya lebih baik secara keberuntungan di putaran kedua. Hal itu berhubungqan dengan jumlah pemain Arema, yang selalu tidak pernah pada kondisi terbaik setiap pekannya. Sejak TSC 2016 dimulai, selalu ada yang absen, baik karena virus atau cedera.
“Satu per satu memang mulai pulih. Saya berharap mereka bisa memberikan perubahan signifikan. Dan mungkin, ada pemain baru yang bisa melengkapi skuad kami,” jelas dia panjang lebar.
Milo menegaskan, kini sudah serius mencari cara untuk mengatasi Madura United. Termasuk mencari kebiasaan dan kelemahannya, yang akan dilawan dengan gaya permainan Arema.
General Manager Arema, Ruddy Widodo mulai memberikan pula clue, bagaimana harapan permainan Arema di putaran kedua nanti. Seperti pernyataannya yang merindukan model skuad Arema di 2014, ketika ada Gustavo Lopez.
“Waktu itu ada pemain yang mampu mengatur irama permainan dengan skillnya. Ya seperti itu masukan yang kami berikan kepada pelatih,” ujarnya.
 Menurut pria yang kerap berkacamata itu, Arema kini juga mengupayakan mendatangkan pemain yang bisa mewujudkan permainan cantik. Sekalipun, manajemen dan tim pelatih juga masih menutup rapat, siapa sejatinya pemain incaran Arema. (ley/ary)

Please publish modules in offcanvas position.