Malang Post

You are here: Arema Sport

Arema Sport

Panas, Meiga Dicekik!

JAYAPURA – Kurnia Meiga Hermansyah menjadi korban dalam kericuhan laga Persipura Jayapura-Arema Cronus di Stadion Mandala, sore kemarin (21/10). Seorang Liason Officer Persipura Jayapura, yang diduga bernama Yafet Sigi, mencekik Meiga di tengah-tengah keributan yang berawal dari pertengkaran Ruben Sanadi dan Dendi Santoso.
Keributan itu berawal saat Dendi Santoso yang masuk menggantikan Alberto Goncalves di menit 78, berebut bola dengan Ruben Sanadi di sisi kanan gawang Arema. Menit 83, Dendi sukses mencegah Ruben penetrasi ke gawang Meiga. Namun setelah itu Ruben mendorong kepala Dendi. Pemain Arema ini membalas dengan mendorong kepala Ruben.
Ruben emosi dan langsung menampar muka Dendi. Pemain Arema nomor 41 itu pun tidak tinggal diam dan langsung membalas dengan dua kali pukulan ke wajah Ruben. Pemain Persipura nomor 14 tersebut membalas lagi dengan pukulan namun tidak mengenai Dendi. Boaz Salossa segera datang dan melerai keduanya.
Situasi memanas, saat seluruh pemain Arema dan Persipura berkerumun di pusat keributan. Termasuk Kurnia Meiga yang mencoba memisahkan pertengkaran Ruben dan Dendi. Meiga menghentikan Dominggus Fakdawer yang mencoba mengejar Dendi. Meiga kemudian dipisah oleh ofisial kedua tim ke sentle ban.
Saat itulah, Liason Officer Persipura yang disinyalir bernama Yafet Sigi mendekat lalu mencekik Kurnia Meiga. Pencekikan terjadi cukup lama sebelum Meiga menangkis cekikan dan bergerak kembali ke tengah lapangan. Namun, aksi Yafet Sigi sudah terlanjur terekam kamera video dan telah menyebar di Youtube, sejak malam tadi. Dalam waktu singkat, video berdurasi sekitar 3:19 menit itu menyebar secara viral dan memancing komentar netizen.
Misalnya saja, dalam video yang diposting oleh pemilik channel youtuber bernama Naya, Nazwa Naziel berkomentar  “Ini bukti semoga KOMDIS segera menindak lanjuti dan memberikan sanksi yang pantas bagi siapapun yang bersalah, semoga persepak bolaan indonesia semakin maju´╗┐”.
Ada juga komentar dari Firdausy Nuzula “Kalau saya jadi Kurnia Meiga, udah kutendang tuh muka yang nyekik, ayoo Komdis beri sanksi tegas kepada official, pemain dan suporternya, jangan lupa wasitnya sekalian”. Belum lagi komentar-komentar dari Aremania maupun pecinta sepak bola lain yang berseliweran di dunia maya, mereka rata-rata mendukung pengusutan dari Komdis terhadap insiden pencekikan tersebut.  
Dari informasi yang dihimpun Malang Post di lapangan, pencekik Meiga bernama Yafet Sigi. Namun, pihak panpel maupun manajemen Persipura sama sekali enggan mengomentari hal ini. Bahkan, pelatih baru Persipura Metu Dwaramuri tak mau menanggapi pertanyaan tentang insiden berbuntut pencekikan Meiga.
“Saya tidak mau menanggapi apa-apa selain pertanyaan soal pertandingan,” terang Metu kepada wartawan. Sementara itu, CEO Arema, Iwan Budianto memastikan bahwa Meiga memang dicekik oleh LOC Persipura. Ia sangat kecewa karena ada elemen penyelenggara pertandingan yang malah menyakiti pemain.
“Kurnia Meiga yang maunya melerai malah dicekik dan dianiaya oleh oknum penyelenggara pertandingan. Dengan kejadian luar biasa seperti itu, harusnya pertandingan dihentikan oleh Pengawas Pertandingan. Semua orang bisa melihat sendiri di TV, bagaimana itu terjadi,” seru IB, saat diwawancarai Malang Post kemarin.
Ia pun siap melaporkan penganiayaan Meiga oleh LOC Persipura bernama Yafet Sigi kepada Komdis PSSI. “Kita protes keras. Kita akan bikin laporan secara global. Mulai dari pelemparan batu suporter, masuknya suporter ke lapangan, serta pencekikan Kurnia Meiga oleh LOC Persipura,” tutup mantan Exco PSSI itu.
Sementara itu, Manajer Legal Arema, Eko Hendro Prasetyo menyebut bahwa aksi pencekikan LOC Persipura kepada Meiga adalah upaya pembunuhan. “Apa yang dilakukan LOC Persipura adalah percobaan pembunuhan. Dalam gambar jelas memperlihatkan otot LOC Persipura yang meyakinkan dan sungguh-sungguh dalam mencekik Meiga. Dia ingin menghilangkan nyawa Meiga,” tegas Eko, diwawancara terpisah.
“Kami harap, Komdis tidak melempem dengan aksi pencekikan terhadap Meiga. Karena seringkali Komdis menganakemaskan Persipura, dan tidak punya taring terhadap Persipura. Sekarang adalah ujian konsistensi dan reputasi Komdis PSSI,” tutup Eko.(fin/han)

Page 1 of 1695

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »

Klasemen ISL