Malang Post

Arema Sport

Harus Kerja Keras

Share
Sore ini Arema Hadapi Bali United
BANYUWANGI – Arema Cronus bakal bertemu Bali United untuk kali ketiga di Sunrise of Java Cup 2015. Rencananya, sore ini (30/7), kick off 15.15 WIB, Singo Edan harus meladeni Serdadu Tridatu di Stadion Diponegoro, Banyuwangi. Pelatih Arema, Suharno menyebut bahwa Arema tidak dalam kondisi terbaiknya untuk Sunrise of Java Cup 2015.
“Saat ini, persiapan kita minim, kondisi pemain minim, materi pemain minim dan dana pun minim. Itu kenyataan dan kondisi kita di lapangan,” kata Suharno kepada Malang Post dikonfirmasi kemarin usai uji lapangan.
Kenyataannya, Arema memang kalah persiapan ketimbang Bali United. Skuad asuhan Indra Sjafri jauh lebih siap secara teknis. Bayu Gatra dkk lebih sering latihan dan menjaga kondisi. Sedangkan, Arema hanya persiapan beberapa hari saja sebelum terjun di Sunrise of Java Cup 2015. Secara materi, Arema pun tak maksimal karena kehilangan beberapa pilar kunci.
“Lini gawang kita kehilangan Meiga dan Kadek. Sehingga, AK harus kerja keras di turnamen. Kita juga kehilangan Purwaka, Fabiano dan Victor. Kennedy pun sudah tak ada. Praktis, pilar-pilar kunci kita tidak ada. Hanya Hermawan saja yang jadi energi baru di lini belakang,” sambung Suharno.
Demi menghadapi kecepatan dan kekompakan Bali United, Arema tampaknya bakal mengandalkan pengalaman Ahmad Kurniawan. Lalu, posisi defender pun bakal dimaksimalkan oleh Suroso dan Hermawan. Dua pemain Arema era Bentoel tersebut memang tak lagi muda. Namun, pengalaman dan senioritas di atas lapangan bisa jadi kekuatan tersendiri.
Terutama, menghadapi anak-anak muda Bali United yang enerjik. Beruntung, posisi bek sayap masih cukup kuat. Benny Wahyudi atau Hasim Kipuw bakal bermain dengan Alfarizi di sisi kanan dan kiri. Mereka terhitung cukup segar untuk menghalau Bayu Gatra dkk. Selain itu, ada peluang Revi bakal dimainkan.
Pasalnya, dia juga punya naluri bertahan yang bagus. Revi yang seorang gelandang bertahan murni, bakal melapisi pertahanan Arema, serta memotong bola-bola Bali United. Pos gelandang, juga diserahkan kepada Ahmad Bustomi dan Hendro Siswanto yang punya peran makin penting seiring absennya I Gede Sukadana.
Lalu, posisi penyerang mungkin saja dipasrahkan pada Dendi Santoso, Cristian Gonzales dan Arif Suyono. Demi memecah konsentrasi pertahanan Bali United, Arema membutuhkan eksplosivitas Dendi, skill dribble Keceng serta kekuatan El Loco. Apabila tiga pemain di depan sanggup menjalankan instruksi dan menghancurkan konsentrasi Bali United, pertandingan setidaknya bisa berjalan seimbang.
“Bali United juga persiapan pendek, tapi mereka lebih kompak karena sudah pernah latihan panjang sebelum lebaran. Mereka pun punya pemain lengkap. Arema tetap akan berusaha memberikan yang terbaik. Tapi, bergantung juga pada kemauan dan kondisi pemain,” tutup Suharno.(fin/jon) 
comments

Tanpa Pemain Pilar

Share
BANYUWANGI – Skuad Arema Cronus rontok sebelum sempat bertanding lawan Bali United sore ini di Sunrise of Java Cup 2015. Singo Edan kehilangan tiga pemain yang sempat dikabarkan ikut dalam turnamen. Tiga pemain tersebut adalah Kadek Wardana, I Gede Sukadana dan Fabiano Beltrame Da Rosa.
Pelatih Arema, Suharno membenarkan, Kadek dan Sukadana akhirnya membatalkan kedatangannya ke Banyuwangi karena alasan teknis.
“Mereka sama sekali tidak pernah latihan bersama tim sejak persiapan di Sunrise of Java Cup 2015. Karena itu, mereka minta izin tidak ikut dalam turnamen ini,” papar Suharno kepada Malang Post, kemarin.
Tanpa sosok Kadek, kiper Arema pun akhirnya hanya tinggal tiga orang. Yakni, Ahmad Kurniawan, Utam Rusdiana dan satu kiper junior Muhammad Yusuf Kurnia. Kurnia Meiga masih belum bisa kembali ke lapangan karena sakit. Praktis, kekuatan Arema di bawah mistar gawang, bakal sepenuhnya bergantung pada senioritas dan pengalaman AK.
“Meiga masih sakit dan belum bisa kembali latihan. Sedangkan, kita juga butuh kiper untuk membantu AK di turnamen ini,” sambung Suharno. Selain kehilangan sokongan Kadek di bawah mistar, Arema juga kehilangan ketenangan I Gede Sukadana di lapangan tengah. Menurut Once, Sukadana pun memiliki alasan yang sama dengan Kadek.
Tanpa Sukadana, gelandang lain seperti Hendro Siswanto, Ahmad Bustomi, Juan Revi dan Ferry Aman Saragih harus bekerja ekstra demi menguasai lini tengah pertandingan di Sunrise of Java Cup 2015. Begitu juga, pemain seperti Dendi Santoso dan Arif Suyono yang bernaluri menyerang, bisa saja dimundurkan sedikit untuk isi posisi gelandang.
“Kita harus mengutak-atik lini tengah yang jadi motor kekuatan Arema. Terutama, setelah Sengbah Kennedy tidak ada, sebenarnya peran Sukadana sebagai pemain gelandang makin penting. Tapi, kita manfaatkan saja pemain yang ada untuk bertanding di pertandingan,” sambungnya.
Kabar mengejutkan lainnya tentu saja Fabiano Beltrame yang ternyata absen dari turnamen. Sebelumnya, dia sempat siap berangkat ke Banyuwangi menemani Cristian Gonzales. Namun, nyatanya Fabiano ternyata memilih tidak ikut turnamen Sunrise of Java Cup 2015. Dia bersiap-siap untuk kembali ke tanah kelahirannya, Brasil.
Dengan situasi finansialnya yang tidak segera pulih, Fabiano terpaksa harus pulang ke Brasil, mengikuti jejak Sengbah Kennedy dan Yao Rudy yang sudah hengkang duluan. Kabarnya, Fabiano sudah packing dan siap memboyong istrinya Sunamita serta anaknya Gustavo-Julianna ke tanah Samba.(fin/jon) 
comments

Lapangan Stadion Lebih Keras

Share
BANYUWANGI – Arema Cronus baru saja mencoba lapangan Stadion Diponegoro, Banyuwangi, pagi kemarin. Menurut tim pelatih Singo Edan, kualitas rumput stadion markas Persewangi Banyuwangi ini hampir sama dengan Stadion Gajayana Malang. Joko “Gethuk” Susilo, pelatih Arema membenarkan hal tersebut.
“Kita baru saja uji lapangan dan menilai kualitas rumputnya cukup baik. Ya setara atau hampir sama dengan Stadion Gajayana. Dengan kondisi cuaca yang seperti ini, memang tanahnya agak keras. Tapi, lapangannya sudah lumayan. Saya rasa, tidak ada masalah dengan lapangan,” kata Gethuk kepada Malang Post, kemarin.
Kondisi lapangan Stadion Diponegoro memang hampir sama seperti Gajayana. Tanahnya keras saat tidak ada hujan selama beberapa hari. Rumputnya sudah terpangkas rapi. Meski demikian, ada beberapa area yang sudah gundul dan tak ada rumput. Gethuk mengatakan, kondisi ini tak terlalu mengganggu pemain.
“Mereka sudah pernah bermain di kondisi lapangan yang lebih buruk, karena itu lapangan Stadion Diponegoro tidak ada masalah. Semoga saja, sebelum pertandingan bisa disirami dulu, supaya tanahnya lebih empuk dan makin memudahkan gerakan bola di lapangan,” papar mantan pemain Arema era Galatama itu.
Meski demikian, Gethuk menganggap Diponegoro masih belum bisa dibandingkan dengan Stadion Kanjuruhan, markas Arema. Pasalnya, kualitas rumput di Kanjuruhan masih lebih baik ketimbang Stadion Diponegoro. Kualitas tanahnya pun demikian. Kanjuruhan lebih empuk, sehingga memudahkan pemain.
“Kalau dibandingkan dengan Kanjuruhan tentu kalah. Karena, Kanjuruhan sudah masuk level yang berbeda. Dia punya rumput yang bagus. Perawatannya juga lumayan. Tapi, bagi kami rumput dan lapangan Stadion Diponegoro Banyuwangi sudah layak untuk pertandingan,” sambung Gethuk.
Tak heran, pelatih berlisensi B AFC ini meyakini tidak akan ada masalah teknis lapangan dalam pertandingan lawan Bali United sore ini di Banyuwangi.(fin/jon)
comments

El Loco – Revi Meragukan

Share
BANYUWANGI – Kondisi dua pemain Arema Cronus untuk laga kontra Bali United, sore ini masih belum bagus. Juan Revi Auriqto dan Cristian Gonzales, belum tentu diturunkan di laga perdana Sunrise of Java Cup 2015.Tim pelatih Singo Edan pun ragu apakah Revi-El Loco bisa tampil buat laga perdana hari ini.
“Kita terus pantau kondisi pemain yang datang menyusul. Revi dan Gonzales memang tetap ikut latihan uji lapangan di Stadion Diponegoro. Hanya saja, Revi sendiri masih pemulihan sakit. Sedangkan, El Loco kurang istirahat karena baru tiba jam 5 pagi dan langsung latihan,” kata pelatih Arema, Joko “Gethuk” Susilo dikonfirmasi Malang Post, kemarin.
Juan Revi dan El Loco, menunjukkan determinasi tinggi karena tetap berangkat meski kondisinya baru saja pulih dari sakit. Pemain yang besar di Sawojajar Malang itu naik mobil pribadinya dan tidur dalam kondisi tidak begitu nyaman untuk menyusul rekan-rekan satu timnya. Sedangkan, El Loco naik pesawat dari Jakarta ke Surabaya, disambung dengan kereta api ke Banyuwangi.
Dia sampai di hotel pukul 05.00 WIB dini hari kemarin, dan tidak tidur demi ikut latihan uji lapangan. Dengan semangat yang seperti ini, tim pelatih mengaku bersyukur. Namun, kondisi fisik tetap tak bisa dibohongi. “Kita senang dengan semangat dan determinasi mereka. Hanya saja, kita tetap harus melihat kondisi mereka dulu di hari H pertandingan, sebelum memilih pemain yang turun ke lapangan,” kata Gethuk.
Dengan situasi ini, minus El Loco dan Revi di laga pertama bakal merugikan Arema. Sebab, lawannya adalah Bali United yang giat latihan dan punya kebugaran yang bagus ketimbang Arema. Di sisi lain, tim pelatih tentu tak bisa memaksakan dua pemain tersebut untuk turun meski mereka ngotot ingin main.
“Kita akan pantau kondisi mereka selama H-1 dan nanti saat pagi hari H pertandingan. Kita akan tahu apakah kita bisa memainkan mereka atau tidak. Semoga saja, istirahat mereka maksimal. Sehingga, tim pelatih sanggup mempertimbangkan dalam line up nanti,” papar pelatih berlisensi B AFC ini.
Andai Revi dan El Loco tak bisa turun lawan Bali United, keduanya bakal dipersiapkan untuk lawan Indonesia All Stars asuhan Aji Santoso. Pasalnya, Arema sama sekali tidak punya jeda waktu untuk persiapan antara pertandingan lawan Bali United dan Indonesia Allstars. Besok (31/7), Arema sudah harus lawan Evan Dimas dkk.(fin/jon)
comments

El Loco Susul Naik Kereta

Share
Arema Boyong 24 Pemain di Sunrise of Java Cup 2015
BANYUWANGI –Arema Cronus tiba di Banyuwangi, Selasa  (28/7) tadi malam. Skuad Singo Edan berangkat ke kota paling timur pulau Jawa itu untuk  menghadapi turnamen Sunrise of Java Cup 2015 yang sempat tertunda di bulan Puasa. Arema memboyong 24 pemain untuk berlaga di tiga pertandingan, mulai 30 Juli hingga 3 Agustus 2015.
Asisten pelatih Arema, I Made Pasek Wijaya menyebut, ada beberapa pemain yang tidak bisa berangkat. “Victor Igbonefo sedang di Thailand, dia dipinjamkan ke klub Thailand. Sedangkan, Kurnia Meiga juga belum bisa ikut. Duo Liberia, Yao Rudy dan Sengbah Kennedy tampaknya tak bisa lanjut lagi di Arema,” kata Made Pasek kepada Malang Post.
Pelatih berdarah Bali ini menyebut, para pemain yang tak bisa berangkat bareng rombongan tim juga ada. Yakni, Cristian Gonzales, I Made Wardana dan I Gede Sukadana. El Loco kabarnya berangkat sendiri dari Surabaya ke Banyuwangi naik kereta api.  Sementara, Made Wardana dan Sukadana berangkat dari Bali dan harus menyeberang di pelabuhan untuk tiba di Banyuwangi.
Rombongan pemain yang ikut dalam bus tim menuju Banyuwangi, adalah Ahmad Kurniawan, Utam Rusdiana dan kiper junior Yusuf. Lalu, ada defender Fabiano Beltrame, Suroso, Gilang Ginarsa, Oky Derry Adrian dan bek senior Malang, Hermawan. Sedangkan, posisi bek sayap diisi oleh Benny Wahyudi, Alfarizi dan Hasim Kipuw.
Untuk gelandang, Arema memboyong Ferry Aman Saragih, Ahmad Bustomi, Hendro Siswanto, Dendi Santoso dan Arif Suyono, serta satu junior Dio.
Made Pasek menyebut, Juan Revi dikabarkan sakit. “Tapi, dia kontak tim pelatih, bakal menyusul besok (hari ini) ke Banyuwangi,” sambung pelatih berlisensi AFC ini.
Sedangkan, para penyerang yang diboyong adalah Sunarto, Samsul Arif dan Ahmad Nufiandani. Menurut Made Pasek, skuad Arema tergolong lengkap meskipun minus Victor dan Meiga. Pasalnya, dengan situasi sepakbola yang sedang tidak bagus, Arema sudah beruntung bisa memboyong sebagian besar pemainnya.
“Ya Arema masih tergolong bagus meski situasi sekarang tidak bagus. Pemain masih mau latihan dan kumpul. Kondisi tentu tidak seperti saat kompetisi. Mungkin, kita sedang 50-60 persen saja. Tapi, hal yang sama juga berlaku untuk tim lawan nanti. Hanya Bali United saja yang kondisi bagus, karena dia tetap latihan reguler walau tak ada kompetisi,” tutupnya.(fin/van)
comments

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL