Malang Post

Arema Sport

Izin Polisi Keluar, Arema Acuhkan BOPI

Share
MALANG – Aremania boleh bernapas lega. Izin kepolisian untuk pertandingan Arema Cronus kontra Persija di kick off ISL 4 April 2015, sudah dipastikan keluar, kemarin (31/3). Ketua Panpel Arema, Abdul Harris membenarkan hal tersebut.
“Ya, izin sudah dikeluarkan pihak kepolisian. Kita dapat rekomendasi untuk pertandingan Arema kontra Persija di Stadion Kanjuruhan pada 4 April. Aremania tidak perlu khawatir. Tim kita bisa berlaga di ISL,” tandas Harris kepada Malang Post, kemarin.
Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan tersebut semakin yakin, karena izin kepolisian diterbitkan dengan jaminan keamanan dari Aremania. Sebab, pertandingan yang digelar meminimalkan peluang untuk terjadi kekacauan, terutama di Malang. Menurut Harris, laga yang dihelat malah memberi keamanan untuk Malang Raya.
“Karena pertandingan digelar, suporter fokus pada pertandingan dan tidak bikin rusuh. Sebaliknya, kalau sampai pertandingan batal digelar, Aremania bisa ngamuk dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di Malang Raya,” sambung pria berkacamata tersebut.
Dengan terbitnya izin kepolisian, Arema sama sekali tidak menggubris klaim BOPI. Heru Nugroho dkk menyebut bahwa Arema belum lolos verifikasi versi BOPI, sehingga tidak diperkenankan ikut kompetisi. Namun, pihak Arema acuh dengan klaim BOPI tersebut.
Bahkan, pihak panpel sudah menentukan harga tiket untuk pertandingan antara Arema kontra Persija yang notabene super big match di Stadion Kanjuruhan. Harris menerangkan, Arema-Persija dipatok harga Rp 35 ribu untuk tribun ekonomi.
“Rp 35 ribu tribun ekonomi, Rp 100 ribu untuk VIP, Rp 125 ribu untuk VVIP dan Rp 150 ribu untuk VVVIP. Kita harap pertandingan bisa digelar dengan lancar tanpa ada gangguan apapun,” tandas Haris. Panpel meyakini laga berjalan lancar tanpa harus bergantung pada verifikasi BOPI.
Sebab, pedoman Arema adalah verifikasi Liga dan AFC.  Media Officer Arema, Sudarmaji juga memastikan bahwa rekomendasi Liga, KONI dan PSSI sudah diterbitkan untuk gelaran ISL 2015. “Semua rekomendasi yang berkaitan dengan ISL sudah diterbitkan. Kompetisi bisa digelar, tanpa harus mendengarkan rekomendasi institusi yang tidak satu garis organisasi dengan ISL,” tandas Sudarmaji.(fin)
comments

Terancam Dicoret BOPI, Arema Melawan

Share
MALANG – Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) siap mencoret tujuh klub ISL termasuk Arema. Sebab klub peserta Liga Super Indonesia (ISL) 2015 yang belum melengkapi persyaratan, diberikan tenggat waktu terakhir sampai Selasa, 31 Maret 2015, kemarin. Arema sendiri melakukan perlawanan dengan tetap berupaya menggelar pertandingan kontra Persija.
Dasar dari perlawanan Arema adalah izin dari kepolisian untuk pertandingan Arema Cronus kontra Persija di kick off ISL 4 April 2015, sudah dipastikan keluar, kemarin (31/3). Ketua Panpel Arema, Abdul Harris membenarkan hal tersebut. Arema tetap bertanding dan mengacuhkan ancaman Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).
“Ya, izin sudah dikeluarkan pihak kepolisian. Kita dapat rekomendasi untuk pertandingan Arema kontra Persija di Stadion Kanjuruhan pada 4 April. Aremania tidak perlu khawatir. Tim kita bisa berlaga di ISL,” tandas Harris kepada Malang Post, kemarin.
Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan tersebut semakin yakin, karena izin kepolisian diterbitkan dengan jaminan keamanan dari Aremania. Sebab, pertandingan yang digelar meminimalkan peluang untuk terjadi kekacauan, terutama di Malang. Menurut Harris, laga yang dihelat malah memberi keamanan untuk Malang Raya.
“Karena pertandingan digelar, suporter fokus pada pertandingan dan tidak bikin rusuh. Sebaliknya, kalau sampai pertandingan batal digelar, Aremania bisa ngamuk dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di Malang Raya,” sambung pria berkacamata tersebut.
Dengan terbitnya izin kepolisian, Arema sama sekali tidak menggubris klaim BOPI. Heru Nugroho dkk menyebut bahwa Arema belum lolos verifikasi versi BOPI, sehingga tidak diperkenankan ikut kompetisi. Namun, pihak Arema acuh dengan klaim BOPI tersebut.
Bahkan, pihak panpel sudah menentukan harga tiket untuk pertandingan antara Arema kontra Persija yang notabene super big match di Stadion Kanjuruhan. Harris menerangkan, Arema-Persija dipatok harga Rp 35 ribu untuk tribun ekonomi.
“Rp 35 ribu tribun ekonomi, Rp 100 ribu untuk VIP, Rp 125 ribu untuk VVIP dan Rp 150 ribu untuk VVVIP. Kita harap pertandingan bisa digelar dengan lancar tanpa ada gangguan apapun,” tandas Haris. Panpel meyakini laga berjalan lancar tanpa harus bergantung pada verifikasi BOPI.
Sebab, pedoman Arema adalah verifikasi Liga dan AFC.  Media Officer Arema, Sudarmaji juga memastikan bahwa rekomendasi Liga, KONI dan PSSI sudah diterbitkan untuk gelaran ISL 2015. “Semua rekomendasi yang berkaitan dengan ISL sudah diterbitkan. Kompetisi bisa digelar, tanpa harus mendengarkan rekomendasi institusi yang tidak satu garis organisasi dengan ISL,” tegas Sudarmaji.

Klub Tak Layak Diserahkan ke PT LI
Teka-teka bergulirnya Indonesia Super League (ISL) 2015 akan segera terjawab. Pagi ini, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) rencananya akan mengumumkan siapa saja klub yang lolos dari verifikasi. Besar kemungkinan dari tujuh klub di kategori C dan D akan tertinggal. Artinya, BOPI tidak akan merekomendasi 18 klub calon peserta ISL 2015.
Kategori C masih diisi Persebaya yang belum menyelesaikan masalah Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Sedangkan Mitra Kukar, Persegres Gresik, Persela Lamongan, Perseru Serui, Pelita Bandung Raya, dan Arema Cronus berada di kategori D. Ancaman jelas bakal dihadapi ketujuh klub tersebut, yakni angkat kaki dari ISL 2015.    
Tetapi, Heru Nugroho, Sekjen BOPI ketika dikonfirmasi kemarin menjelaskan bahwa pihaknya sudah menerima perbaruan berkas klub terkait dari PT. Liga Indonesia (LI). "Sampai malam ini, proses verifikasi dan sidang pleno BOPI akan berlangsung," terangnya. Artinya, segala keputusan baru akan disampaikan BOPI kepada media hari ini.    
Heru menjelaskan bahwa pihaknya belum bisa memberikan gambaran jelas terkait hasil keputusan yang akan diambil BOPI. Tetapi, kalau mengaca pada hasil verifikasi pekan lalu, dan kekurangan yang  dihadapi tujuh klub tersebut. Tampaknya, bakal ada keputusan berat yang diterima klub kategori C dan D.    
Kekhawatiran dan sederet pertanyaan pun muncul dari kalangan klub yang masih bermasalah. Persela misalnya, Didik Ludianto, asisten pelatih mencoba mengkonfirmasi atas kejalasan nasib timnya. "Bagaimana mas" Ada informasi terkini apa dari BOPI?," tanyanya.    
Kegelisahan yang dirasakan Didik itu muncul setelah Persela masuk kategori D. Secara spesifik Persela masih kekurangan bekas laporan pajak dan kegiatan sosial. "Dari komunikasi dengan manajemen, Senin kemarin, sudah kami lengkapi kok ke PT LI," terangnya.     
Pernyataan resmi muncul dari Menpora, Imam Nahrowi terkait verifikasi yang dijalankan BOPI. "Kami harus tetap tegas, kalau memang hasilnya hanya 11 klub yang layak, ya harus jalan," terangnya selepas acara Detik Sport Forum, di Jakarta kemarin. Lantas, untuk nasib klub yang tidak layak mengikuti ISL, BOPI menyerahkan semuanya kepada PT LI.    
"Mekanismenya akan kami serahkan kepada PT LI selaku operator kompetisi," lanjutnya. Disi sisi lain, Arema Cronus yang termasuk sebagai salah satu klub di kategori D diketahui sudah mengantongi izin pertandingan.     
Manajemen Arema berpijak pada pakta integritas di bersama komisi X DPR RI Kamis (26/3) terkait pelaksanaan ISL. "Bagi kami, apapun hasil rekomendasi dari BOPI, kami tetap berpegang pada hasil pertemuan di DPR lalu. Bahwa kami akan tetap menjalani kompetisi sembari menyelesaikan berkas yang diminta BOPI," tegas Sudarmaji, media officer Arema.        
Sebab, tantangan yang dihadapi klub yang tidak menyelesaikan dalam empat bulan kedepan atau separo musim 2015, klub akan dicoret dari ISL. Terkait hal tersebut, Menpora pun menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menjaga komitmen untuk memperbaiki penyelenggaraan olahraga di Indonesia.
"Kalau klub harus berhenti ditengah jalan jelas akan mengganggu yang lain,"  tandas Imam yang asli Bangkalan tersebut.

Polisi Siagakan 600 Personil    
Polres Malang, sudah mengeluarkan izin penyelenggaraan pertandingan home tim berjuluk Singo Edan tersebut, di Stadion Kanjuruhan Kecamatan Kepanjen.  Kasubag Dal Ops Polres Malang, AKP Joko Yuwono mengatakan, izin penyelenggaraan pertandingan itu, sudah dikirimkan kepada Panpel tim Arema Cronus. “Pada intinya, tidak ada masalah terkait perizinan pertandingan Arema tersebut. Surat tembusannya, sudah kami layangkan,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, izin keamanan dapat dikeluarkan, setelah Panpel pertandingan melengkapi seluruh persyaratan. Diantaranya rekomendasi izin dari Polda Jawa Timur, surat dari PSSI, surat dari PT Liga Indonesia dan surat dari KONI Pusat. Seluruh surat tersebut, sudah diterima Polres Malang, sebagai syarat penyelenggaraan pertandingan.
“Saat Panpel Arema mengajukan izin keamanan, seluruh persyaratan tersebut sudah lengkap. Sehingga tidak ada alasan bagi kami untuk tidak mengeluarkan izin itu,” terang Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya ini.
Menurutnya, seluruh rekomendasi dan persyaratan itu, sudah cukup baginya untuk mengeluarkan izin. Karena untuk sebuah pertandingan sepak bola, maka harus mendapatkan izin dari Polda Jawa Timur. Termasuk surat rekomendasi dari penyelenggara kompetisi, dalam hal ini PT Liga Indonesia dan PSSI induk organisasi sepakbola.  Menindaklanjuti izin yang telah dikeluarkan itu, maka pihaknya akan mempersiapkan segala sesuatunya.
Salah satunya adalah jumlah personil yang dipersiapkan untuk melakukan penjagaan pada laga bergengsi tersebut. “Terdapat 600 personil yang kami siaga pada laga Arema melawan Persija,” imbuh mantan Kapolsek Pagak ini. Jumlah itu kata dia, lebih banyak, ketimbag tim Arema Cronus, mengadakan uji coba di stadion tersebut. (fin/big/jpnn/ary)
comments
Last Updated on Tuesday, 31 March 2015 23:41

Aremania Nyatakan Sikap

Share
Buat 10 Tuntutan
MALANG–Aremania resah dengan Badang Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang tidak akan merekomendasi Arema Cronus ikut serta di Indonesia Super League (ISL). Padahal, kick off tinggal tiga hari lagi.
Tak heran, siang kemarin korwil-korwil Aremania Malang Raya, mendatangi kantor Arema Jalan Kertanegara, untuk mempertanyakan kejelasan verifikasi BOPI yang tidak meloloskan Singo Edan.
Korwil-korwil Aremania, langsung mempertanyakan keabsahan serta legalitas Arema kepada manajemen. Sebab, poin ini dianggap bermasalah, terutama oleh oknum dunia maya yang mengaku Aremania.
“Kita ingin pertanyakan langsung, tidak koar-koar di media sosial. Berlaku jantan dan berani menunjukkan identitas untuk pertanyakan apa yang sebenarnya terjadi dengan legalitas Arema,” tandas Aremania Korwil Polehan, Ahmadi.
Setelah itu, Manajer Legal Eko Hendro Prasetyo  pun menunjukkan semua berkas legalitas yang sudah lolos verifikasi faktual AFC beberapa waktu lalu. Setelah mendapat penjelasan langsung dari manajemen terkait legalitas, Aremania pun menyatakan kegeramannya kepada BOPI yang ingin membubarkan Arema.
Dalam surat pernyataan sikap Aremania, suporter fanatik Singo Edan, menyampaikan sepuluh sikap terkait polemik BOPI yang dianggap akan menggembosi Arema di ISL 2015. Yakni, mendukung upaya Arema main di ISL sesuai jadwal PT LI pada 4 April 2015. Mendukung surat rekom PT LI, PSSI dan KONI untuk penyelenggaraan ISL 2015.
Mendukung pihak kepolisian untuk mengamankan dan menciptakan suasana kondusif selama ISL 2015 digelar di kandang maupun tandang. Mengajak pemda Malang Raya untuk mendukung Arema Cronus agar tetap eksis di ISL. Sebab, Arema adalah kebanggaan dan pemersatu Malang Raya.
“Kita juga menantang BOPI atau Menpora untuk datang ke Malang, melakukan verifikasi faktual seperti yang dilakukan PSSI dan AFC terhadap lima aspek verifikasi kepada Arema Cronus,” tandas Aremania.
Pernyataan sikap Aremania, juga mengajak suporter Arema sejagad raya untuk tetap kompak dan bersatu mempertahankan Arema agar tetap eksis di kompetisi ISL.
Jika BOPI atau Menpora tidak memenuhi tuntutan Aremania agar datang ke Malang untuk melakukan verifikasi faktual, maka Aremania siap meminta data lima aspek dari manajemen, dan menunjukkan dokumen-dokumen tersebut kepada Menpora secara langsung di Jakarta.
Jika BOPI atau Menpora mencoret Arema dari kompetisi ISL, Aremania tidak bertanggungjawab terhadap timbulnya keresahan, kericuhan serta situasi tidak kondusif di Malang Raya.
Jika BOPI atau Menpora tidak memenuhi tuntutan Aremania, maka Aremania akan galang solidaritas engan komponen sepakbola, yakni pedagang asongan, pedagang jersey, juru parkir, penjual makanan minuman dan komponen lainnya, untuk membuat langkah merugikan program Menpora, baik kegiatan nasional dan internasional di seluruh Indonesia.
Jika BOPI atau Menpora tidak memenuhi Aremania, maka Aremania akan mendesak manajemen Arema Cronus untuk menarik semua pemainnya di timnas, baik senior maupun junior.(fin/jon) 
comments
Last Updated on Tuesday, 31 March 2015 23:41

Moreno Semangati Dani

Share
SALAMAN : Anggota DPR RI Komisi X, Moreno Soeprapto bercengkrama dengan striker Arema Cronus, Ahmad Nufiandani

JAKARTA-Mantan pembalap nasional Moreno Soeprapto mengunjungi Ahmad Nufiandani, bomber Arema Cronus yang saat ini sedang membela Timnas U-23 di Pra Piala Asia U-23 yang dihelat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senyan, Jakarta.
Moreno mendatangi pemain yang kini merumput di Arema Indonesia itu saat makan pagi di Hotel Sultan Jakarta, Selasa pagi. Moreno pun tampak akrab berbicang dengan bomber timnas U-23 itu ditemani oleh Head Coach Garuda Muda Aji Santoso dan staf kepelatihan lainnya.
Di hadapan skuad Garuda Muda, pria yang juga tercatat sebagai anggota Komisi X  DPR-RI ini meminta untuk tetap fight memberikan yang terbaik untuk Merah Putih.
"Semangat dan kerja keras adalah modal utama bagi seorang atlit. Saya berharap kalian bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa. Tunjukan bahwa kalian mampu dan pasti masyarakat Indonesia akan mendukung perjuangan kalian," kata Moreno Soeprapto saat dikonfirmasi Malang Post, Selasa (31/3) kemarin.
Sementara itu pelatih Garuda Muda, Aji santoso mengucapkan terimakasih kepada Moreno Soeprapto yang menyempatkan diri mengunjungi mereka disela-sela kesibukannya sebagai wakil rakyat. Aji mengaku sudah mengetahui sosok Moreno yang sejatinya sesama atlet.
“Saya berterimakasih kepada beliau sudah mengujungi dan memberikan semangat kepada pemain. Ini awal jembatan kami sebagai pelaku olahraga dan atlit bertemu dengan wakil rakyat. Kami pasti memberikan yang terbaik," ujarnya.
Kekagetan justru dialami oleh Ahmad Nufiandani saat Moreno mendekatinya dan mengajaknya berbincang. Nufiandani mengaku kaget dan bangga mantan pembalap nasional itu mengajaknya berfoto dan memberikan pesan penyemangat sebelum melakoni pertandingan.
"Saya kaget aja pas mas Moreno datang dan berfoto bersama saya. Beliau tadi nanyain kabar, nanya persiapan dan juga menyemangati saya dan teman-teman. Bangga bisa bebicara langsung dengan mas Moreno. Terimakasih perhatiannya," tukasnya.(fin/jon)
comments
Last Updated on Tuesday, 31 March 2015 23:40

Siapkan Taktik dan Strategi Baru

Share
MALANG – Kick off Indonesia Super Leage (ISL) 2015, tinggal menghitung hari. Sabtu 4 April nanti, Arema Cronus sudah melakoni laga perdana. Singo Edan akan ditantang Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan Kepanjen.
Laga big match tersebut, dipastikan berlangsung seru. Kedua tim akan jual beli serangan, untuk mendapatkan poin maksimal. Persija Jakarta sebagai tim tamu tentu, tidak mau menyerah begitu saja. Tim asuhan Rahmad Darmawan ini, akan tampil ngotot untuk mendapat poin sempurna.
Sementara, Singo Edan haram untuk kalah. Sebab selain bermain di kandang, pertandingan nanti juga disaksikan ribuan Aremania. Karenanya akan ada taktik serta strategi baru yang disiapkan tim pelatih.
“Persija Jakarta adalah tim bagus. Mereka tidak akan mau kalah ketika bertemu dengan Arema. Bahkan, pelatih Persija pastinya telah menyiapkan strategi dan taktik saat menghadapi Arema. Karena itu, nantinya kami juga akan menyiapkan taktik serta strategi baru saat pertandingan nanti,” terang pelatih Arema Cronus, Joko ‘Gethuk’ Susilo.
Pelatih asal Cepu ini mengatakan, Arema Cronus sudah dua kali bertemu dengan Persija Jakarta pada pra musim kompetisi. Pertama saat kompetisi Piala Trofeo Persija, serta uji coba beberapa waktu lalu di Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Hasil dari dua pertemuan tersebut, Arema masih tidak pernah kalah. Bahkan terakhir menang 5-0.
Namun demikian, Gethuk menegaskan bahwa hal itu belum bisa menjadi patokan saat pertandingan ISL nanti. Ia menyebut pada uji coba beberapa waktu lalu, yang dihadapi bukan Persija sesungguhnya. Karena banyak pemain inti seperti Martin Vunk, Yevgeny Kabaev serta Greg Nwokolo yang tidak tampil.
Karenanya, ia meminta kepada seluruh pemain untuk tidak meremehkan Persija Jakarta. Sebab kekuatan Macan Kemayoran sesungguhnya, ketika ISL nanti. “Saya yakin Persija Jakarta akan melakukan perubahan total. Sehingga Arema harus siap menghadapi perubahan itu. Apalagi, Persija juga sudah mengetahui bagaimana kekuatan dan gaya permainan Arema. Pemain harus bisa mengantisipasi itu, dan jangan meremehkan,” papar Gethuk.
Ditambahkannya, bahwa Persija Jakarta merupakan calon tim juara ISL 2015. Mereka memiliki pemain yang berkualitas. Selain Martin Vunk, Yevgeny Kabaev serta Greg Nwokolo juga ada bomber berpengalaman Bambang Pamungkas. Juga ada pemain yang memiliki kecepatan lari, yaitu Ramdani Lestaluhu dan Amarzukih. “Persija adalah tim bagus, dan berbahaya sehingga tetap patut diwaspadai,” katanya.(agp/ary)
comments

Page 1 of 80

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »