| Guru Ngaji Diamankan Polisi |
| Senin, 08 Februari 2010 12:53 |
Tagih Ganti Rugi, Dituduh Memerasfoto : Mustain diapit Tomari dan Matasan. Dan korban, M Soleh saat mengadu polisi. PAKIS-Sudah jatuh tertimpa tangga. Begitulah nasib tiga pria, Mustain warga Dusun Gedangsewu, Desa Kedungrejo, Pakis. Tomari warga Desa Baran Ngingit, Tumpang, dan Matasan warga Tlogowaru, Kedungkandang. Ketiganya Senin (8/2) pagi diamankan ke Polres Malang. Bagaiamana tidak, mereka ditangkap polisi karena memukul sekaligus diduga memeras Moh Soleh, 43 tahun warga Dusun Gedangsewu, Desa Kedungrejo, Pakis. Penganiayaan yang terjadi di rumah korban itu, diawali pertengkaran. Menurut Soleh, awalnya lima hari sebelum dia didatangi oleh Mustain. Pria yang disebut-sebut guru ngaji ini, minta uang Rp 10 juta. Permintaan uang itulah, yang membuat Soleh takut pulang hingga akhirnya minta perlindungan polisi. “ Dia memeras (mempalak) saya. Untuk apa uang itu ? saya tidak tahu. Karena takut, saya pun tidak pulang selama lima hari sampai akhirnya polisi menyarankan saya pulang pada Minggu (7/2) malam,” urai Soleh. Senin sekitar pukul 11.30, tambah buruh bangunan itu, polisi yang ingin menjebab para tersangka, sudah menunggu di ruang tengah rumah Soleh. Sedangkan korban, sengaja menunggu di ruang tamu. Mustakim pun datang bersama Tomari dan Matasan. “ Mustain datang mengajak dua orang, dan kembali minta uang. Saya bilang tak punya, tapi dia tetap memaksa dan saat itu turun minta Rp2 juta. Karena terus dipaksa, saya pun mengeluarkan Rp 200 ribu yang saya taruh di meja,” tambah bapak dua anak itu. Lantas, uang tersebut diambil Tomari sambil menghitung jumlahnya. Melihat nilainya, uang tersebut oleh Tomari tak jadi diambil. Kemudian, uang tersebut dipungut Matasan kemudian dilemparkan ke wajah Soleh sambil memukul telinga kiri korban. “ Pada saat itulah, Pak polisi keluar dari ruang tengah. Mereka bertiga sempat melawan, namun setelah mengetahui identitas petugas, ketiganya baru menyerah,’’ungkapnya. Untuk kepentingan penyidikan, Soleh kemarin juga telah dimintakan visum karena akibat penganiayaan itu pendengarannya terganggu. Sementara Matasan mengelak tuduhan telah memeras korban. Sebaliknya, uang yang dimintanya itu merupakan ganti rugi makelaran tokek yang dijanjikan Soleh. “ Itu uang makelaran,” katanya ringan. Sedangkan Mustain ngaku, bahwa keberadaanya di rumah Soleh justru untuk menjadi penengah. Masalahnya, Soleh sempat janji akan memberikan ganti rugi penjualan hewan tokek sebesar Rp 2 juta. “ Saya memang guru ngaji. Saya datang ke rumah Soleh karena ingin menjadi penengah. Masalahnya mereka berdua (Tomari dan Matasan) maupun Soleh, sama-sama teman saya. Tidak benar saya memerasnya,” ujar Mustain. Persoalan itu berawal lima hari lalu, ketika Soleh mengabari calon pembeli tokek asal Kalipare, bahwa hewan yang dibutuhkan tidak ada. Padahal, Matasan dan Tomari punya persediaan hewan tersebut. Karena batal laku, Soleh pun menjanjikan akan memberikan ganti rugi. “ Tomari dan Matasan memang ditugasi mencari tokek di Jawa Tengah. Sedangkan saya bagian mencari pembeli. Tokek sudah ada kok Soleh ngomongnya tidak ada. Padahal untuk mencari hewan tu, Tomari dan Matasan juga perlu biaya,’’urai Mustain. (sit/lyo) |
| Arema - PersemaTambah Semangat 08/09/2010 Malam Ini, Giliran Diuji Metro FC |
Arema - PersemaMainkan AK 08/09/2010 MALANG-Menghadapi laga uji coba melawan Persekam Metro FC di Stadion Gajayana, malam ini, Arema tak lagi bingung penjaga gawang. Pasalnya, kiper Arema, Ahmad Kurniawan sudah siap diturunkan pada ujico [ ... ] |
| OlahragaMetro Bakal Rotasi Pemain 08/09/2010 KEPANJEN - Jelang laga ujicoba melawan Arema, Metro FC kembali akan memainkan 11 penggawa yang disiapkan masuk dalam starting eleven. 11 pemain yang akan dijadikan starter di menit awal itu, dia [ ... ] |
OlahragaAmbisi Imbangi Singo Edan 07/09/2010 KEPANJEN-Menjelang laga uji coba melawan Arema, Rabu (8/9) besok malam di Stadion Gajayana, Metro FC tak ingin dipandang sebelah mata. Meski, kalah kasta, namun tim asuhan Jonathan tetap ingin mengimb [ ... ] |
| KriminalRumah Judi Diobrak 07/09/2010 BLIMBING– Rumah di Jalan Ciliwung Gg II B/37 Malang, dinihari kemarin digerebek anggota Polsekta Blimbing. Dari tangan para tersangka ini, petugas juga mengamankan barang bukti uang Rp 298.000, [ ... ] |
KriminalKakak-Adik Curi Motor 07/09/2010 BATU– Kakak beradik warga Jalan Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, yakni Suherman, 41 tahun dan Mahmudin Hari, 31 tahun, Minggu malam lalu dibekuk petugas Polres Malang. Keduanya ditangkap [ ... ] |
| Ronce NgalamMUI Pastikan Lebaran Bersama 08/09/2010 JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum melihat hilal hingga kemarin (7/9) malam. Namun mereka yakin lebaran tahun ini akan dilaksanakan bersamaan. Tidak ada perbedaan waktu antara Muhammadiyah, [ ... ] |
Ronce NgalamCeramah Hanya Salah Satu Metode Dakwah 08/09/2010 Wakil Rois Syuriah PC NU Kota Malang, KH. Imam Hambali prihatin dengan makna dakwah yang sering diartikan sempit. Dakwah hanya diidentikkan dengan tabligh atau berceramah di hadapan masyarakat atau um [ ... ] |
| Techno - CellHuawei Dance G6620 untuk Penyuka Musik 08/09/2010 MALANG– Penerimaan pasar yang sangat bagus membuat Huawei semakin rajin merilis ponsel anyar di Indonesia. Baru-baru ini Huawei yang konsisten dengan ponsel QWERTY mencoba melebarkan sayap untuk [ ... ] |
Techno - CellMalang Peringkat Pertama Sales Samsung 08/09/2010 MALANG- Meski termasuk kota menengah, tetapi geliat bisnis ponsel di Kota Malang cukup tinggi. Terbukti kota Malang mampu memegang peringkat pertama market share produk Samsung Mobile di Indonesia. Ba [ ... ] |
| Kadit Onok Sertipikate |
| Kana : Pedagang rasap gede terancam bes, sertipikate kadit onok Ebes : La yak opo se, mosok rasap sak mono gedene kadit onok sertipikate Kana : Soale sertipikate sik halokesno, didadekno jaminan nang bank Ebes : Wah lek iki Pemkot kudu tanggung jawab, soale nyangkut nasibe gnaro kanyab. Lek kadit diurus sing temen, osi amblas rasap iku mergo disita ambek bank, opo maneh lek kadit tahu ngangsur utange. (***) |
| Idul Fitri "atawa" Lebaran Oleh: Gus Mustofa Bisri |