| Kecil, Rp 60 Juta Per Tahun |
| Senin, 08 Februari 2010 14:10 |
MALANG – Kecilnya pendapatan bagi hasil pengelolaan Mal Alun-Alun mengundang tanda tanya besar kalangan anggota DPRD Kota Malang. Selama ini, Mal Alun-alun yang ada di Jalan Merdeka Timur itu hanya menyetorkan bagi hasil sebesar Rp 60 juta setiap tahunnya. Kondisi berbeda terbalik dengan bagi hasil MOG yang besarnya hingga Rp 500 juta setiap tahunnya.Untuk mengetahui apakah bagi hasil itu tidak terjadi penyimpangan, Komisi B DPRD Kota Malang yang membidangi keuangan dan perekonomian akan mengkaji kembali MoU kerjasama Pemkot Malang dengan pengelola Mal Alun-alun. “Kami belum mengetahui bagaimana bunyi perjanjian kerjasama antara Pemkot Malang dengan pengelola Mal Alun-Alun. Kami sudah meminta kepada Bagian Perekonomian untuk melihat dan mempelajari kembali perjanjian itu,” kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Sri Untari kepada Malang Post, usai hearing dengan Bagian Keuangan dan Bagian Perekonomian Pemkot Malang kemarin. Dari informasi yang diperolehnya, perjanjian kerjasama antara Pemkot dengan pengelola akan berakhir pada 2013 mendatang. Untuk pembagian hasilnya, Pemkot akan mendapatkan pembagian setelah dilakukan audit. Dari hasil audit itu akan diketahui apakah dalam tahun berjalan itu pihak pengelola untung atau sebaliknya. Jika rugi, Pemkot Malang hanya mendapatkan bagian Rp 60 juta. Kalau untung, pembagiannya mengikuti aturan keuntungan yang dihasilkan dalam tahun itu. Yang menjadi pertanyaan, siapa audit yang melakukan pemeriksaan keuangannya. “Harusnya ada audit independen yang dapat memeriksa laporan keuangannya, agar lebih independen dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya. Dari hasil pengamatannya, di Mal Alun-Alun ada Ramayana, Dunkin Donnut dan banyak tenant yang selalu ramai dikunjungi masyarakat, apalagi pada akhir pekan. Karena itu, Komisi B akan mengkaji kembali MoU yang telah ditanda tangani pada tahun 1993 lalu. “Apa benar klausulnya berbunyi seperti itu. Atau hanya penafsiranya seperti itu. Kami akan mempelajari kembali dan akan mungkin dilakukan revisi terhadap MoU itu, kalau memang tidak menguntungkan Pemkot Malang,” terangnya. Selain dengan Mal Alun-alun, Pemkot Malang juga memiliki pendapatan bagi hasil dari MOG, Matahari Pasar Besar, Bank Jatim, Djarum dan Wahana Arta yang mengelola reklame. Matahari Pasar Besar akan berakhir sampai 2019 mendatang. MOG sudah membayar bagi hasil tahun 2009 sebesar Rp 640 juta. Rp 600 juta dari MOG, sisanya Rp 40 juta dari pengelola reklamenya. “Semua itu masuk dalam pendapatan lain-lain dan masuk dalam rekening yang dikelola Sekda, tidak di Dispenda atau BP2T. Kalau MoU dengan Mal Alun-alun bisa lebih besar lagi akan dapat menggenjot PAD Kota Malang,” pungkasnya.(aim/lim) |
| Arema - PersemaTambah Semangat 08/09/2010 Malam Ini, Giliran Diuji Metro FC |
Arema - PersemaMainkan AK 08/09/2010 MALANG-Menghadapi laga uji coba melawan Persekam Metro FC di Stadion Gajayana, malam ini, Arema tak lagi bingung penjaga gawang. Pasalnya, kiper Arema, Ahmad Kurniawan sudah siap diturunkan pada ujico [ ... ] |
| OlahragaMetro Bakal Rotasi Pemain 08/09/2010 KEPANJEN - Jelang laga ujicoba melawan Arema, Metro FC kembali akan memainkan 11 penggawa yang disiapkan masuk dalam starting eleven. 11 pemain yang akan dijadikan starter di menit awal itu, dia [ ... ] |
OlahragaAmbisi Imbangi Singo Edan 07/09/2010 KEPANJEN-Menjelang laga uji coba melawan Arema, Rabu (8/9) besok malam di Stadion Gajayana, Metro FC tak ingin dipandang sebelah mata. Meski, kalah kasta, namun tim asuhan Jonathan tetap ingin mengimb [ ... ] |
| KriminalRumah Judi Diobrak 07/09/2010 BLIMBING– Rumah di Jalan Ciliwung Gg II B/37 Malang, dinihari kemarin digerebek anggota Polsekta Blimbing. Dari tangan para tersangka ini, petugas juga mengamankan barang bukti uang Rp 298.000, [ ... ] |
KriminalKakak-Adik Curi Motor 07/09/2010 BATU– Kakak beradik warga Jalan Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, yakni Suherman, 41 tahun dan Mahmudin Hari, 31 tahun, Minggu malam lalu dibekuk petugas Polres Malang. Keduanya ditangkap [ ... ] |
| Ronce NgalamMUI Pastikan Lebaran Bersama 08/09/2010 JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) belum melihat hilal hingga kemarin (7/9) malam. Namun mereka yakin lebaran tahun ini akan dilaksanakan bersamaan. Tidak ada perbedaan waktu antara Muhammadiyah, [ ... ] |
Ronce NgalamCeramah Hanya Salah Satu Metode Dakwah 08/09/2010 Wakil Rois Syuriah PC NU Kota Malang, KH. Imam Hambali prihatin dengan makna dakwah yang sering diartikan sempit. Dakwah hanya diidentikkan dengan tabligh atau berceramah di hadapan masyarakat atau um [ ... ] |
| Techno - CellHuawei Dance G6620 untuk Penyuka Musik 08/09/2010 MALANG– Penerimaan pasar yang sangat bagus membuat Huawei semakin rajin merilis ponsel anyar di Indonesia. Baru-baru ini Huawei yang konsisten dengan ponsel QWERTY mencoba melebarkan sayap untuk [ ... ] |
Techno - CellMalang Peringkat Pertama Sales Samsung 08/09/2010 MALANG- Meski termasuk kota menengah, tetapi geliat bisnis ponsel di Kota Malang cukup tinggi. Terbukti kota Malang mampu memegang peringkat pertama market share produk Samsung Mobile di Indonesia. Ba [ ... ] |
| Nganem Agit – Kosong |
| Kana : Arema halakno Persib agit kosong bes Ebes : Nayamul jes, osi gawe bondo niam ndik hamure Persib mene Kana : Sing paling hebat Kurnia Meiga bes, osi gagalno agit penalty Ebes : Ancen wanyik iku kiper sing kipa, makane kanyab klub sing naksir te ngontrak. Arema kudu cepet-cepet nyancang wanyik cikno kadit ucul nang klub liyo, lek kadit ayahab, osi kelangan kiper top |
| Idul Fitri "atawa" Lebaran Oleh: Gus Mustofa Bisri |