You are here: Home M-teens Keren Pakai Kawat Gigi Warna Warni
Decrease font size  Default font size  Increase font size 
Keren Pakai Kawat Gigi Warna Warni
Senin, 08 Februari 2010 14:01
Dulu, orang yang memakai kawat gigi dilihat seperti orang aneh, hingga membuat si pemakai merasa kurang pe-de. Sekarang sebaliknya, kawat gigi malah menjadi tren di kalangan anak muda. Bentuk lain dari eksistensi dan identitas diri. Apalagi bentuk kawat gigi sekarang bermacam-macam dan beraneka warna, bisa disesuaikan dengan selera.
Sinar Baskoro Maulana Aji, siswa kelas 8 SMPN 3 Malang ini mengaku pernah memakai kawat gigi saat masih kecil. “Pernah sih pake kawat gigi waktu masih TK untuk meratakan gigiku. Pakainya yang polos, jadi nggak terlalu kelihatan,” kata penggemar bola ini.
Saat itu orang tuanya lah yang memutuskan dan meminta dirinya untuk memakai kawat gigi. Maklum, saat itu ia masih kecil. “Ya belum kenal lah, jadi pas diajak ke dokter gigi belum tahu kalo ternyata akan dipasang kawat gigi,” ungkapnya.
Meski sudah lama berlalu, Aji mengaku masih bisa mengingat bagaimana rasanya memakai si kawat di giginya. “Ribet dan risih. Saat makan, selalu ada sisa makanan yang nyangkut, apalagi aku masih kecil. Yang paling parah kalo makan sayur hijau gitu, gigiku jadi berubah warna menjadi hijau, hehehe. Karena sayur-sayur itu kan nempel dan nyangkut di kawat. Ngebersihinnya yang ribet, tapi itu tugas mamaku,” ceritanya.   
Sahabat Xpresi lain yang pernah memakai kawat gigi adalah Budi Khairunnisa. Siswi SMAN 3  Malang ini memutuskan untuk memasang kawat demi meratakan giginya. “Ya, biar lebih rata, dan membuat susunan gigi kita lebih bagus gitu,” katanya.
Saat pertama kali memakai, cerita Budi, ia merasa kesakitan dan harus beradaptasi beberapa hari hingga terbiasa. “Iya, sakit. Mau ngunyah, mau ngomong, terasa aneh. Maklum ada benda asing di mulut, yang secara otomatis juga berpengaruh pada bentuk mulut dan wajah kita, hehehe,” tambahnya.
Karena itulah, ia sengaja memilih kawat gigi yang berwarna-warni. “Biar tambah keren aja,” katanya tersenyum.
Sementara itu Claudia Natania siswi kelas 8-E SMPN 8 Malang, mengaku takut untuk memakai kawat gigi. “Nggak ah, takut terkena infeksi,” katanya.
Bukan tanpa alasan jika Claudia enggan. Banyak temannya yang terserang sariawan usai pemasangan kawat gigi. “Aku nggak mau sariawan atau harus ribet dengan segala perawatan yang diharuskan, jadi males makainya. Lagian, gigiku rasanya kok nggak bermasalah dan harus pakai kawat gigi ya?,” tandasnya.  
Lain halnya dengan Nindya P. siswi kelas 8-B SMPN 1 Malang yang punya keinginan untuk mencoba memakai kawat gigi. “Suatu saat aku pengin coba pakai buat meratakan gigiku. Selain itu bentuknya lucu dan menarik untuk dicoba. Penginnya aku nanti pakai yang bentuk kotak,” kata cewek yang hobi berenang ini.
Sedangkan Asma’ul Rizky A. siswi kelas 8 SMPN 4 Malang mengaku akan memilih yang polos tanpa motif jika dirinya disuruh memakai kawat gigi.  “Kalo aku pilih apa aja yang penting lucu dan terlihat unik. Aku sendiri nggak tau persis bentuk-bentuknya karena aku nggak terlalu tau kawat gigi, he he he,” kata Devi Permatasari siswi SMAN 3 Malang dengan tersenyum.(em/han)

Harga Tergantung Bentuk dan Dokter

Banyak artis yang sengaja memakai kawat gigi untuk memperindah susunan gigi mereka, meski jika dilihat sekilas tak ada masalah berarti pada gigi mereka. Nah, apa yang dilakukan selebriti ini merupakan salah satu penyebab ngetrennya kawat gigi di kalangan remaja. Maklum dech, anak zaman sekarang seringkali meniru apa yang dilakukan oleh idola mereka.
Kamu mungkin termasuk yang pengin mencoba memakai kawat gigi. Dan pasti pertanyaan pertama yang kemudian menghantuimu adalah berapa biaya yang harus dikeluarkan demi si kawat ini. Ya kan? ngaku dech! Hehehe.
Menurut Budi Khairunnisa, siswi SMAN 3, harga kawat gigi dan biaya pemasangannya tergantung dokter yang akan dipilih sahabat Xpresi. Apakah di dokter gigi biasa saja, atau mereka yang membuka praktik di klinik ternama. “Soalnya setiap dokter pasti mematok biaya yang berbeda. Jadi kalo memang mau memasang kawat gigi yang harus disesuaikan dengan budget, kudu survey dulu ke beberapa dokter gigi atau klinik yang melayani pemasangan, jangan asal pilih trus kaget pas lihat tagihannya,” katanya.
Budi memakai kawat gigi selama satu setengah tahun, dan kala itu ia harus merogoh kocek sampai Rp 4 juta untuk membeli kawat gigi. “Kalo biaya dokternya sih cuma Rp 100 ribu,” tambahnya.
Aisyah, siswi kelas II SMAN 4 Malang menambahkan, harga kawat gigi tergantung pilihan pasien. “Yang polos dan warna-warni tentu harganya beda dong. Eh, sebenarnya aku nggak pakai kawat gigi tapi adikku, makanya tahu,” tuturnya.
Gigi adiknya yang masih kelas 3 SD memang kurang tertata rapi, karena itulah orang tua mereka memutuskan untuk memakaikan kawat gigi. “Adikku beli sekitar Rp 5 jutaan gitu, tapi untuk cek dan kalo ada kerusakan selanjutnya gratis,” kata cewek yang tinggal di Jalan Cendana ini.
Dari pengamatannya terjadap sang adik, memakai kawat gigi sungguh merepotkan. “Kalo makan, pasti ada makanan yang nyantol. Trus kalo makan makanan yang bertekstur keras, bisa menyebabkan kawat gigi lepas dan harus cek ke dokter. Nah, adikku pernah kayak gitu, jadi harus ke dokter untuk menempelkan kembali kawat giginya, prosesnya sampai satu jam untuk menunggu lem kering, dengan mulut harus terbuka terus. Wah, aku yang ngelihat aja capek apalagi yang memakai? Hehehe,” kisahnya.(em/han)

Makan Ikan Bakar, Cabe dan Baby Kailan Nyangkut
Nur Aida Pratiwi, siswi kelas 8 SMPN 4 Malang pernah memakai kawat gigi selama dua tahun saat SD. “Dulu pakai yang biasa, untuk gigi atas saja karena yang bawah sudah rapi, setelah itu nggak pakai lagi sampai kelas VII SMP,” katanya.
Namun saat kelas VII SMP semester dua, gigi depannya renggang lagi. “Jadi pakai lagi dech,” tambahnya.
Kepada Xpresi, Aida mengungkapkan giginya terasa sakit selama tiga hari saat pertama kali memakai kawat gigi. “Susah menelan, rasanya kaku, dan sariawan. Nggak enak banget kalo’ makan ada makanan yang nyangkut di kawat gigi,” tuturnya.
Ia mengisahkan saat dirinya dan keluarga makan di Ikan Bakar Cianjur. Saudara-saudaranya tertawa melihat dirinya. “Wah, sempat ge-er sih, aku pikir mereka ngeliatin karena aku imut, hehehe. Ternyata pas ke toilet dan ngaca, gigiku jelek banget. Ada cabe dan baby kalian yang nyangkut, apesnya pas nyari tusuk gigi, habis. Akhirnya dibersihin pakai tisu,” katanya.
Biasanya, pemakai gawat gigi sering diledekin teman-teman, apalagi saat pertama kali. Sama halnya dengan Aida yang tak luput dari sasaran ledekan teman-temannya. “Kalo diledikin sih sering, apalagi pas pertama kali temen-temenku ngeliat aku pakai. Ledekan yang macem-macem udah pernah aku hadapin. Aku sih cuek aja, karena sirik itu tanda tak mampu. Ha ha ha. . .,” ucapnya sambil tertawa.
Cewek yang mengaku pernah memperoleh juara harapan I Fotogenic Super Model di Araya tahun 2009 lalu itu mengatakan harga kawat gigi bervariasi. “Tergantung dari kasus kerusakan giginya. Semakin parah kerusakannya ya semakin mahal kawat giginya. Setahuku untuk yang kawat gigi biasa sekitar Rp 1 jutaan, untuk bracket berkisar Rp 3 juta lebih, dan yang paling mahal bracket yang berbahan keramik harganya bisa belasan juta ke atas. Maksudnya kawatnya berbahan keramik dan kata temenku enak yang pakai keramik karena nggak terlalu sakit saat pertama kali memakainya dan lebih kuat,” katanya.(em/han)
 
Arema - PersemaTambah Semangat
08/09/2010
article thumbnail

Malam Ini, Giliran Diuji Metro FC

MALANG -  Usai ditahan imbang tim Divisi Utama, Persikubar Kutai Barat, Arema kembali menghadapi salah satu tim peserta kompetisi Divisi Utama lainnya, yaitu  [ ... ]


Arema - PersemaMainkan AK
08/09/2010
article thumbnail

MALANG-Menghadapi laga uji coba melawan Persekam Metro FC di Stadion Gajayana, malam ini, Arema tak lagi bingung penjaga gawang. Pasalnya, kiper Arema, Ahmad Kurniawan sudah siap diturunkan pada ujico [ ... ]


OlahragaMetro Bakal Rotasi Pemain
08/09/2010
article thumbnail

KEPANJEN - Jelang laga ujicoba melawan Arema, Metro FC  kembali akan memainkan 11 penggawa yang disiapkan masuk dalam starting eleven. 11 pemain yang akan dijadikan starter di menit awal itu, dia [ ... ]


OlahragaAmbisi Imbangi Singo Edan
07/09/2010
article thumbnail

KEPANJEN-Menjelang laga uji coba melawan Arema, Rabu (8/9) besok malam di Stadion Gajayana, Metro FC tak ingin dipandang sebelah mata. Meski, kalah kasta, namun tim asuhan Jonathan tetap ingin mengimb [ ... ]


KriminalRumah Judi Diobrak
07/09/2010
article thumbnail

BLIMBING– Rumah di Jalan Ciliwung Gg II B/37 Malang, dinihari kemarin digerebek anggota Polsekta Blimbing. Dari tangan para tersangka ini, petugas juga mengamankan barang bukti uang Rp 298.000,  [ ... ]


KriminalKakak-Adik Curi Motor
07/09/2010
article thumbnail

BATU– Kakak beradik warga Jalan Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, yakni Suherman, 41 tahun dan Mahmudin Hari, 31 tahun, Minggu malam lalu dibekuk petugas Polres Malang. Keduanya ditangkap [ ... ]


Ronce NgalamCeramah Hanya Salah Satu Metode Dakwah
08/09/2010
article thumbnail

Wakil Rois Syuriah PC NU Kota Malang, KH. Imam Hambali prihatin dengan makna dakwah yang sering diartikan sempit. Dakwah hanya diidentikkan dengan tabligh atau berceramah di hadapan masyarakat atau um [ ... ]


Ronce NgalamMengakhiri Ramadan, Jangan Lupa Bayar Zakat
08/09/2010
article thumbnail

MALANG– Menjelang akhir Ramadan dan menyambut Hari raya Idul Fitri 1431 H., masih ada ibadah yang harus dilakukan untuk menyempurnakan kesucian bulan Ramadan yakni zakat fitrah. Karena ada batas [ ... ]


Techno - CellHuawei Dance G6620 untuk Penyuka Musik
08/09/2010
article thumbnail

MALANG– Penerimaan pasar yang sangat bagus membuat Huawei semakin rajin merilis ponsel anyar di Indonesia. Baru-baru ini Huawei yang konsisten dengan ponsel QWERTY mencoba melebarkan sayap untuk [ ... ]


Techno - CellMalang Peringkat Pertama Sales Samsung
08/09/2010
article thumbnail

MALANG- Meski termasuk kota menengah, tetapi geliat bisnis ponsel di Kota Malang cukup tinggi. Terbukti kota Malang mampu memegang peringkat pertama market share produk Samsung Mobile di Indonesia. Ba [ ... ]


Ebes Ngalam Flash

Tetep ndik Arema
Kana     : Pelatih Arema Robert Alberts wis dijamin tetep ngelatih Arema bes
Ebes     : Wah, kipa iku, apais sing njamin jes
Kana     : Pembina Yayasan Arema bos Andi Darussalam Tabusala bes
Ebes     : Padahal nawak-nawak Aremania wis deg-degan lo jes, ojok-ojok wanyik utem oket Arema, soale wis kanyab klub sing kepingin ngonrak. Bos Robert yo ngenteni manajemen, te nerusno kontrak opo kadit. Lek sak iki wis jelas ngon lak ayem a jes, wis kadit nokat-nokat maneh. (***)

Redaktur Tamu

Idul Fitri "atawa" Lebaran

article thumbnail

Oleh: Gus Mustofa Bisri
Hari Idul Fitri di Indonesia mungkin berbeda dengan Idul Fitri di negeri-negeri lain. Di Indonesia terasa lebih meriah, bahka [ ... ]


Komentar di Sini

Pemasaran & Iklan

email:edimalangpost@yahoo.com - edi@malang-post.com
widgeo.net