Malang Post

You are here: Ekonomi Nestle Rayakan Setahun PISagro dengan Peternak Sapi

Nestle Rayakan Setahun PISagro dengan Peternak Sapi

Share
MALANG – Perusahaan multinasional yang berpengaruh besar di Indonesia, PT Nestle makin gencar menciptakan inovasi kerja yang bermanfaat pada level praktis bagi masyarakat tingkat bawah. Kemarin, perusahaan asal Swiss itu merayakan satu tahun berjalannya PISagro (Partnership for Indonesia Sustainable Agriculture) di Pasuruan.
PISagro adalah aksi korporat Creating Shared Value (CSV) gabungan dari perusahaan multinasional di dunia, seperti Bayer hingga Syngenta. PT Nestle termasuk di dalamnya. PISagro berada dalam koridor partnership dengan pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementrian Perdagangan (Kemendag) dan Kementrian Pertanian (Kementan).
Kemarin pagi (29/5), rombongan PISagro pun datang ke Desa Pucangsari, Kecamatan Purwodadi, Pasuruan untuk mendatangi desa peternak sapi, yang ikut ambil bagian dalam PISagro selama satu tahun. Presiden Direktur PT Nestle Indonesia, Arshad Chaudhry, Wamendag Bayu Krisnamurthi dan Wamentan Rusman Heriawan yang diikuti rombongan dari korporasi melihat secara langsung pelaksanaan PISagro.
Termasuk, berbincang dengan para peternak susu perah yang merasakan manfaat dari PISagro. Anton Didik Santoso, salah satu peternak menyebut, manfaat praktis yang didapat dari PISagro, adalah penggunaan silase jagung yang dikombinasi dengan rumput untuk pakan sapi.
Menurut Anton, selama dua bulan terakhir, sapi-sapinya telah diberi pakan rumput kombinasi silase. Produktivitas susu ternak meningkat dari 12 liter ke 80 liter. Anton memiliki enam sapi. ”Biasanya cuma 12 liter, kalau pakai rumput biasa,” ungkap Anton kepada wartawan. Lewat PISagro yang menjadi partner untuk silase jagung, produktivitas susu sapi ternaknya menjadi tujuh kali lipat.
”Kita pakai komposisi standar, yakni 20 kilogram silase, konsentrat 7 kilogram, rumput 25 kilogram per hari, 150 liter air untuk satu sapi, itu bisa meningkatkan produksi susu, sebagai silase adalah pakan hijauan nutrisi dan membantu kecernaan sapi,” tandas pria ramah tersebut.
Presiden Direktur PT Nestle Indonesia, Arshad Chaudhry mengungkapkan, PISagro yang digawangi oleh PT Nestle beserta korporasi lain bisa memberi manfaat praktis bagi para pelaku agrikultur di tataran mikro.
”Itu bisa meningkatkan produktivitas ternak, meningkatkan kondisi sosial ekonomi, serta meningkatkan pemeliharaan lingkungan,” ungkap Arshad kepada wartawan, dalam preskon di Hotel Santika Premiere, siang kemarin.
Presiden Direktur asal India itu paham, PISagro masih dalam tahap berkembang. Apalagi, PISagro baru berjalan satu tahun. Arshad juga paham, akan ada banyak tantangan, dalam meningkatkan produktivitas serta sosial ekonomi pelaku agrikultur level mikro, yang terlibat dalam PISagro.
“Namun, itu akan kita atasi, sejalan dengan perjalanan waktu. Sebab, manfaatnya sudah dirasakan secara langsung oleh peternak. Mereka dapat profit yang lebih dari biasanya, taraf hidup mereka juga semakin baik,” ujar Arshad.
Wamentan, Rusman Heriawan mengakui, tantangan ke depan adalah mengubah persepsi soal PISagro. Sebab, menurut Rusman, PISagro bukanlah CSR (Customer Service Responsibility) dari PT Nestle atau perusahaan-perusahaan yang tergabung di dalamnya. ”Ini profit dan bussiness oriented, sifatnya partnership, dan terbukti menguntungkan. Kita perlu mengubah pandangan pelaku agrikultur yang masih konvensional, bahwa PISagro tidak memanjakan pelaku agrikultur. Perlu ada pencerahan,” ungkap Rusman menambahi Arshad.
Rusman mencontohkan, PISagro sudah terbukti menguntungkan bagi pelaku agrikultur dalam tataran praktis. Lewat PISagro, sudah ada kenaikan produktivitas 20 persen dan penurunan kemiskinan 20 persen. ”Program ini membantu ketahanan pangan Indonesia,” tutupnya.(fin/fia)
comments

Add comment


Security code
Refresh