Wisata Edukasi Tempe Prioritas Desa Beji | Malang POST

Senin, 17 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 15 Jan 2020,

BATU - Wisata Edukasi Kampung Tempe jadi prioritas pengembangan Pemerintah Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Program tersebut jadi prioritas karena banyaknya pelaku home industri tempe di Desa Beji. Mereka sangat menggantungkan perputaran ekonomi dari tempe.
Kepala Desa Beji, Deny Cahyono mengatakan, Kampung Tempe di Dusun Krajan Sae, Desa Beji merupakan potensi wisata edukasi yang harus didukung. Itu juga untuk menyelaraskan visi misi Pemkot Batu Desa Berdaya Kota Berjaya.
"Kampung tempe merupakan roda perekonomian dan potensi wisata di Desa Beji. Nantinya wisatawan bisa berkunjung ke home industri tempe untuk belajar dan melihat proses pembuatan tempe," ujar Deny kepada Malang Post, Selasa (14/1).

Ia menerangkan, Dusun Krajan Sae, ada 88 rumah memproduksi tempe. Dengan menjadi program prioritas, ia menargetkan para pelaku usaha mampu berkreasi untuk membuat stick tempe, pie tempe, dan kripik tempe.
"Kalau di Kota Malang ada Sanan sebagai sentra industri tempe. Di Kota Batu, kami ingin angkat Beji tak hanya sebagai sentra produksi tempe, tapi juga wisata edukasi tempe," terangnya.
Dengan begitu, masyarakat tak hanya datang untuk berbelanja produk olahan berbahan dasar tempe. Tapi mereka juga belajar proses mengolah tempe.
Tak hanya wisata edukasi kampung tempe, Pemerintah Desa Beji juga mengembangkan perekonomian di sektor pertanian hidroponik. Dengan beberapa komoditas pertanian seperti brokoli, bawang prei, kubis, dan jagung manis.
Pemilihan pertanian dengan sistem hidroponik agar seluruh masyarakat dapat mengaplikasikan. Mengingat sistem tersebut tak membutuhkan banyak lahan atau ditanam vertikal.
Pemerintah Desa Beji akan memberikan support dengan membangunkan greenhouse dan pemberian bantuan pengelolaan pupuk organik. Nantinya akan diberikan kepada masing masing gapoktan di Desa Beji. "Anggaran pengembangan ini antara Rp 200-250 juta berasal dari Dana Desa (DD) tahun 2020," imbuhnya.
Pada tahun 2020 ini, Desa Beji mendapat DD/ADD sekitar Rp 3,9 miliar. Dengan prioritas anggaran banyak digunakan untuk program pemberdayaan masyarakat.
Deny berharap dengan pengembangan potensi desa wisata kampung tempe ini dan pertanian hidroponik tersebut. Nantinya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. (eri/feb)

Editor : Febri Setyawan
Penulis : Kerisdiyanto



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...