Wakil Modin Tutup Mulut, Amankan Printer Kantor Desa | Malang POST

Selasa, 18 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 21 Jan 2020,

MALANG - Polisi masih mengembangkan kasus peredaran uang palsu (Upal), yang dilakukan mantan perangkat Desa Girimulyo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang yakni Sutinggal, 61 tahun. Hingga Senin (20/1) , pria yang kini menjabat wakil Modin di desanya  masih tutup mulut, terkait Upal yang sudah diedarkan. Polisi juga mengamankan printer dari Kantor Desa Girimulyo karena digunakan untuk print uang palsu.
"Tersangka sejauh ini, baru mengaku sekali saja membelikan uang palsu. Tetapi kami mendalami keterangannya," ujar Kanitreskrim Polsek Turen, Iptu Soleh Mashudi.
Dikatakan, keterangan saksi di lapangan, di Pasar Waringin, Desa Gedog Wetan, Turen, peredaran upal sudah berlangsung sejak seminggu lalu. Banyak pedagang menjadi korban peredaran upal. Mereka pun mencurigai bahwa yang mengedarkan upal adalah tersangka Sutinggal, lantaran sering berbelanja di pasar tersebut.
"Begitu tersangka datang lagi ke Pasar Waringin dan membelanjakan upal, pedagang langsung menangkapnya," tutur Soleh.
Tetapi, lanjut mantan Kasubag Humas Polres Malang ini, tersangka Sutinggal masih belum mengakui terkait peredaran upal sebelumnya. Dia tetap ngotot baru sekali saja. "Kami juga mencoba mengembangkan ke wilayah lain, apakah upal tersebut juga pernah dibelanjakan di tempat lain," jelasnya.
Soleh menambahkan, selain mengembangkan kasusnya, polisi juga sudah mengamankan sebuah printer yang digunakan untuk mencetak uang. Barang bukti printer tersebut, diamankan di kantor Desa Girimulyo. Karena berdasarkan pengakuan tersangka, dia mencetak upal dari alat print kantor desa.
Sementara dari pemeriksaan, tersangka Sutinggal mengatakan kalau upal tersebut dicetak sendiri melalui alat print. Kemudian dipotong sesuai ukuran uang asli. Begitu jadi, upal tersebut langsung diedarkan dengan modus belanja di pasar.
"Pengakuan tersangka, dia membuat upal hanya iseng saja. Setelah sebelumnya sempat melihat temannya melakukan scaning uang. Tetapi temannya hanya sekadar mencoba, sedangkan tersangka malah memanfaatkan untuk membuat uang palsu," paparnya.
Sekadar diketahui, mantan perangkat desa, nyaris menjadi sasaran amarah pedagang Pasar Waringin, Desa Gedog Wetan, Turen, Minggu (20/1) pagi. Sutinggal, 61, warga Dusun Sumberpucung, Desa Girimulyo, Kecamatan Gedangan ini, tertangkap massa karena mengedarkan uang palsu (upal).
Tersangka yang juga wakil Modin di desanya ini, tertangkap saat membelanjakan upal pada salah satu pedagang. Korban adalah Patemah, 81 tahun, warga Jalan Branjangan, Desa Gedog Wetan, Turen.
Beruntung aksi massa bisa dicegah. Selanjutnya bersama barang bukti uang palsu, tersangka diamankan di Mapolsek Turen. Hingga Minggu petang, polisi masih mengembangkan kasusnya.
Barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka ini, adalah upal pecahan Rp 20 ribu sebanyak 28 lembar, pecahan Rp 50 ribu sebanyak 115 lembar dan pecahan Rp 100 ribu sebanyak 16 lembar. Serta, uang kembalian dari belanja sebanyak Rp 32.500. (agp/feb)

Editor : Febri Setyawan
Penulis : Agung Priyo



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...