Malang Post - wabah Covid-19. HUT ke-106 Tanpa Perayaan dan Upacara

Jumat, 03 April 2020

  Mengikuti :


wabah Covid-19. HUT ke-106 Tanpa Perayaan dan Upacara

Kamis, 26 Mar 2020

TANPA PERAYAAN: Meski umbul-umbul kemeriahan HUT ke-106 Kota Malang sudah dipasang di Alun-Alun Tugu, Pemkot Malang sudah memastikan tidak ada perayaan dan kemeriahaan HUT ke-106 Kota Malang, disuasana merabaknya

MALANG- Seluruh agenda rangkaian dan perayaan HUT ke-106 tahun Kota Malang pada 1 April bakal ditiadakan sementara. Pemerintah Kota Malang memutuskan untuk tidak menggelar acara perayaan HUT yang biasanya mendatangkan banyak orang. Karena masih konsentrasi pada penanggulangan wabah Covid-19. Biasanya, agenda hari ulang tahun sudah disemarakkan mulai Maret, upacara pada 1 April dan perayaan lainnya, tapi semuanya dibatalkan, termasuk agenda upacara HUT yang biasanya digelar di Stadion Gajayana pada tanggal 1 April 2020 nanti. Pembatalan perayaan HUT Kota Malang ke-106 itu juga berdasarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang Nomor 1 Tahun 2020 kesiapsiagaan menghadapi COVID-19. Dalam SE tersebut, tertulis seluruh kegiatan yang menghadirkan kerumunan massa lebih dari 30 orang untuk ditiadakan sementara. Hal ini dilakukan, sebagai upaya dalam mencegah penyebaran Covid-19 ini. "Iya semua kegiatan (HUT) ditiadakan. Termasuk upacara HUT Kota Malang yang menghadirkan banyak orang," jelas Kabag Humas Pemkot Malang, M Nur Widianto saat dikonfirmasi, Kamis (26/3) kemarin. Beberapa kegiatan Pemkot Malang yang telah diagendakan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Kebudayaan (Disporapar) di antaranya Bulan Belanja Malang dan Festival Kajoetangan, Festival Batik, Festival Kampung Budaya, Lomba Olahraga Tradisional dan lain sebagainya. "Semua agenda tidak digelar. Karena ini masih dalam masah darurat Covid-19," tegas Widianto. Hal ini juga dibenarkan Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni saat dikonfirmasi. Ia menjelaskan, seluruh kegiatan rangkaian HUT Kota Malang tahun ini yang mengundang kerumuman massa di tangguhkan atau ditiadakan sampai kondisi aman. Meski kegiatan-kegiatan yang dibatalkan, Pemkot Malang merasa tidak mengalami kerugian. Dikarenakan, pihaknya belum melakukan kerjasama apapun dengan pihak ketiga. Hal ini menjadi upaya awal mentaati seluruh imbauan tidak berkerumun dari pusat menanggapi bencana nasional COVID-19. "Ya karena ini force majure, dan kebetulan kami juga belum ada perjanjian dengan pihak ketiga, jadi tidak nilai kerugian," tegas Ida Ayu. (ica/aim)

Editor : muhaimin
Penulis : sisca

  Berita Lainnya





Loading...