Usul Tarif Pemanfaatan Air Naik | Malang POST

Senin, 17 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 13 Jan 2020,

BATU - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Among Tirto Kota Batu berencana menaikan tarif harga air yang dimanfaatkan oleh Kota Malang dan Kabupaten Malang. Karena itu, rencana  merevisi  MoU Pemanfaatan Air dengan dua daerah itu akan diajukan ke DPRD dan Pemkot Batu tahun ini.
Hal itu disampaikan Direktur Perumdam Among Tirto, Edi Sunaedi. Menurut dia, rencana kenaikan tarif air untuk Kota Malang dan Kabupaten Malang akan segera dilakukan. Mengingat MoU Pemanfaatan Air dengan dua daerah itu sudah 15 tahun ini tak dilakukan revisi.  
"Sesuai aturan, untuk revisi MoU Pemanfaatan Air boleh dilakukan pembaruannya setiap tiga tahunnya. Namun sudah 15 tahun ini MoU itu tidak direvisi," ujar Sunaedi kepada Malang Post, Minggu (12/1).
Sokek, sapaan akrabnya menjelaskan untuk revisi tersebut, ia akan menyesuaikan tarif dengan biaya operasional yang selama ini dikeluarkan oleh Perumdam Among Tirto Kota Batu. Karena menurutnya sudah selayaknya ada kenaikan tarif pemanfaatan air.
"Nanti isi revisi kami akan menaikkan harga. Karena selama ini biaya operasional tidak sepadan dengan harga air yang diambil oleh Kota Malang dan Kabupaten Malang," bebernya.
Ia menambahkan, kenaikan harga air yang akan dilakukannya juga karena selama ini Kota Malang dan Kabupaten Malang tidak melakukan konservasi lingkungan untuk menjaga  umbar air yang dimanfaatkan.
Sokek menerangkan, Kota Malang memanfaatkan air dari Sumber Banyuning Desa Punten, Kecamatan Bumiaji dengan harga Rp 90 per meter kubik. Sedangkan untuk Kabupaten Malang memanfaatkan air dari Sumber Cinde Desa Bumiaji dan Sumber Dandang Desa Junrejo dengan harga Rp 40 per meter kubik.
Namun demikian, sampai saat ini belum ditentukan tarif pemanfaatan air. Sokek mengungkapkan hal itu karena masih dalam kajian Tim Penasehat Investasi dari Pemkot Batu.
Tak hanya menaikkan tarif pemanfaatan air, pihaknya juga berencana manaikkan tarif bagi pelaku niaga seperti hotel dan tempat-tempat wisata.
Sementara itu, dengan adanya wacana revisi MoU Pemanfaatan Air dengan Kota Malang dan Kabupaten Malang disambut baik oleh DPRD Kota Batu. Yaitu Wakil Ketua I DPRD Kota Batu, Nur Rochman.
"Kami sangat mendukung adanya revisi MoU Pemanfaatan Air. Karena ini untuk kepentingan masyarakat Kota Batu," paparnya.
Namun, ia meminta agar Perumdam melalui Pemkot Batu harus menyampaikan tentang kajian kenaikan tarif. Sehingga kenaikan tarif, baik bagi Kota Malang dan  Kabupaten Malang tidak sekadar analisa internal. Tapi berdasar kajian yang komprehensif. (eri/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Kerisdiyanto



Loading...