Urus SIM, Harus Tes Psikologi | Malang Post

Senin, 27 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 17 Des 2019,

MALANG - Pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM), sekarang harus menjalani tes psikologi, selain tes kesehatan. Pemeriksaan kejiwaan ini, menjadi syarat mutlak yang harus ditaati. Kebijakan ini mulai dilakukan sejak Senin (16/12).
"Tes psikologi ini, berlaku untuk semua SIM. Tidak hanya pengurusan SIM baru, tetapi juga perpanjangan," ucap Kasatlantas Polres Malang, AKP William Thamrin Simatupang.
Menurutnya, kebijakan tes psikologi bagi pemohon SIM ini, berlaku di seluruh Jawa Timur. Termasuk di Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Polres Malang.
Penerapan tes psikologi, berdasarkan ketentuan dalam peraturan Undang-undang RI nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 81 ayat 4b. Kemudian pada peraturan Kapolri nomor 9 tahun 2012 tentang SIM pasal 36 dan 37.
"Sebetulnya dalam Undang-undang Lalu Lintas, penerapan tes psikologi sudah tertera sejak lama. Namun baru mulai dilakukan hari ini (Senin, red) di seluruh Jawa Timur," jelas William.
Dikatakannya, tes psikologi ini, bertujuan untuk mengetahui tingkat konsentrasi, kecermatan, pengendalian diri dan stabilitas emosi. Termasuk kemampuan penyesuaian diri, serta ketahanan kerja pengendara di jalan raya.
Dalam tes psikologi ini, pihak Kepolisian juga menggandeng ahli di bidangnya. Sama halnya dengan tes kesehatan yang selama ini diberlakukan. Meskipun terlihat cukup berat, materi pada tes psikologi tersebut dipastikan tidak akan membuat pemohon SIM kesulitan.
Untuk biaya tes psikologi, pemohon akan dikenakan biaya sebesar Rp 50 ribu. Namun pemberlakuan biaya dimulai sejak Senin (23/12). "Sedangkan hari ini (Senin, red) sampai Sabtu nanti, biaya kami gratiskan," tuturnya.
Kaur Reg Ident Satlantas Polres Malang, Iptu Yudhi Anugerah menambahkan, bahwa tes psikologi ini, juga sebagai upaya untuk menekan tingginya angka kecelakaan. Karena di wilayah Kabupaten Malang, kasus kecelakaan lalu lintas masih banyak terjadi.
"Berdasarkan evaluasi, penyebab terjadinya kecelakaan juga karena kondisi psikologi dari pengemudi mobil atau pengendara motor yang kurang stabil. Dengan adanya tes psikologi ini, diharapkan bisa untuk menekan terjadinya kecelakaan di jalan raya," papar Yudhi.
Aturan baru tersebut diberlakukan di seluruh Jawa Timur, termasuk di wilayah hukum Polresta Malang Kota, Senin (16/12).
“Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu persyaratan untuk mendapatkan SIM, untuk melengkapi kemampuan konsentrasi, kecermatan, pengendalian diri, kemampuan penyesuaian diri, stabilitas emosi dan ketahanan kerja,” terang Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Priyanto.
Tes psikologi tersebut, lanjut dia, tidak hanya diberlakukan bagi pemohon SIM baru, nmaun juga yang melakukan perpanjangan SIM. Masyarakat membayar Rp 50 ribu untuk mengikuti tes tersebut. “Dengan adanya tambahan tes itu, kami berharap, pemohon SIM jauh lebih bijak ketika berkendara di jalan raya,” lanjut dia.
Terkait materi yang diberikan, Polresta Malang Kota akan bekerjasama dengan pihak akademisi maupun psikolog. Ia memastikan, masyarakat tidak akan kesulitan untuk mengikuti tes tersebut. ”Khusus tes ini, nanti ada tim sendiri. Kami siapkan untuk menguji kondisi kejiwaan pemohon SIM. Mulai hari ini sudah diberlakukan,” papar dia.(agp/tea/ary)

Editor : Bagus
Penulis : amanda






WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...