Tunggu Verifikasi, Dana Boskab Rp 18 M Segera Cair | Malang POST

Senin, 24 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Tunggu Verifikasi, Dana Boskab Rp 18 M Segera Cair

Kamis, 23 Jan 2020,

Para guru sekolah dasar mendatangi Dinas Pendidikan Kabupaten Malang untuk verifikasi penerimaan Biaya Operasional Sekolah Kabupaten (Boskab).


MALANG- Janji Bupati Malang H.M Sanusi menaikkan anggaran untuk dana Biaya Operasional Sekolah Kabupaten (Boskab) Malang terealisasi. Rencananya, tahun ini untuk masing-masing siswa SD mendapatkan Rp 30 ribu per bulan. "Tahun lalu masing-masing siswa SD mendapatkan Boskab Rp 25 ribu. Tahun ini Rp 30 ribu," kata Kepala Bidang SD, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Slamet Suyono, Kamis (24/1).
Namun demikian, Slamet menyebutkan penerimaan Boskab tidak satu tahun. Melainkan hanya delapan bulan. "Jadi setiap siswa SD mendapatkan Boskab per tahunnya Rp 240 ribu," tambahnya. 
Slamet tidak menjelaskan detail alasan pencairan dana Boskab hanya delapan bulan. Menurutnya, penerimaan yang tidak penuh satu tahun itu setelah melakukan konsultasi ke Provinsi Jawa Timur. "Biasa dikatakan kekuatan anggaran kami hanya itu," tuturnya. 
Sedangkan untuk Boskab, anggaran yang disediakan Pemerintah Kabupaten Malang Rp 18 M. Anggaran itu masuk APBD 2020. "Jika nanti ada tambahan, akan dibahas lagi di PAK (Perubahan Anggaran Keuangan). Tapi saat ini anggaran untuk Boskab Rp 18 M," ujar Slamet.
Dia menjelaskan, Boskab yang diberikan dapat digunakan untuk beragam hal. Mulai dari gaji guru honorer, perbaikan atau renovasi sekolah, renovasi musalah sekolah dan lainnya. 
"Uang Boskab ini untuk mengcover anggaran yang tidak dicover oleh Bosnas. Harapannya Boskab dapat digunakan dengan baik oleh masing-masing sekolah,'' tambahnya.
Slamet juga mengatakan, melalui Boskab ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas mutu pendidikan tingkat SD di Kabupaten Malang.
"Bapak Bupati selalu menekankan agar rata-rata nilai siswa 9. Dengan adanya Boskab ini, diharapkan masing-masing sekolah memiliki inovasi dan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sehingga target rata-rata 9 tersebut dapat tercapai," urainya.
Disinggung kapan anggaran Boskab tersebut dicairkan? Slamet mengatakan saat ini sedang proses. Dia menyebutkan untuk pencairan dana Boskab, masing-masing sekolah wajib menyerahkan laporan penggunaan dana Boskab tahun lalu. Laporan tersebut kemudian dilakukan verifikasi. "Setelah semua sekolah selesai verifikasi, dan anggarannya sudah siap, maka baru dilakukan pencairan," paparnya. 
Untuk verifikasi laporan penggunaan Boskab dilakukan sejak awal pekan lalu. Harapannya, sampai akhir bulan nanti semuanya sudah selesai, sehingga Boskab cepat dicairkan. Sejauh ini atau tahun 2019, Slamet menyebutkan untuk pencairan dana Boskab sama sekali tidak ada kendala. Masing-masih sekolah mendapatkan dana Boskab sesuai dengan jumlah siswa. Di Kabupaten total jumlah siswa SD sebanyak 182.000. "Tidak ada yang tidak dapat. Semuanya dapat. Tapi masing-masing sekolah mendapatkan anggaran yang berbeda, sesuai dengan jumlah siswa," ujarnya. 
Slamet menekankan meskipun Boskab diberikan kepada siswa, tapi anggaran itu tidak langsung diserahkan kepada siswa. Melainkan kepada sekolah, dan sekolah yang mengelola dana tersebut.
"Jadi ya itu, jangan sampai ada salah paham. Karena Boskab dikelola masing-masing sekolah. Hanya saja besarannya disesuaikan dengan jumlah siswa," tandasnya. (ira/udi)
 

Editor : mahmudi
Penulis : ira

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...