Malang Post - Tokoh Topeng Jabung Berpulang

Rabu, 08 April 2020

  Mengikuti :


Tokoh Topeng Jabung Berpulang

Jumat, 28 Feb 2020

MALANG – Seniman Topeng asal Kecamatan Jabung, Mbah Suparjo tutup usia. Jumat (28/2) siang, generasi ke-4 Mbah Reni, sesepuh topeng Malangan Polowijen ini menghembuskan nafas terakhirnya pukul 12.30 di rumahnya akibat sakit komplikasi di usia 65 tahun.

 “Kalau menurut keluarga Mbah Parjo memiliki penyakit asam urat dan darah tinggi. Beliau tadi meninggal di rumahnya,’’ kata Nasai, salah satu pegiat seni Kecamatan Jabung.

Jenazah Mbah Suparjo langsung dimakamkan di pemakaman umum tidak jauh dari rumahnya pukul 15.30. Tidak hanya diantar oleh petakziah dan keluarga, jenazah Suparjo juga diantarkan dua tokoh Topeng Malangan. Yaitu Topeng Gunungsari dan Topeng Kelono.

Menurut Nasai, dua tokoh topeng ikut mengantar jenazah Mbah Suparjo sebagai wujud penghormatan terakhir para seniman kepada sesepuh Topeng Malangan di Jabung tersebut.

“Tokoh Topeng Gunungsari dipilih karena ketokohannya sebagai Ksatria Adi Luhun yang sangat dekat dengan Tuhan. Sedang Tokoh Kelono merupakan karakter dari Mbah Parjo,’’ tambah Nasai.

Dia juga mengatakan, meninggalnya Mbah Parjo membuat seluruh pelaku seni di Malang Raya sangat berduka dan kehilangan. Mbah Parjo tidak sekadar seniman topeng. Dia memiliki dedikasi sangat tinggi terhadap kesenian. Namanmya pun sangat terkenal.

“Kalau karyanya sudah banyak. Termasuk topeng-topeng yang sekarang menjadi koleksi di Museum Ganesya, Hawai Water Park, sebagian besar merupakan karya dari Mbah Parjo,” tambahnya.

Selain itu, topeng Malangan ciptaan Mbah Parjo juga banyak dikoleksi oleh para kolektor. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga di luar negeri.

“Topeng karya mbah Parjo ini memiliki seni tinggi. Terutama pada bagian ukirnya, ya seperti topeng karya Mbah Reni, Polowijen,’’ ungkap Nasai.

Selain itu, Nasai juga mengatakan, semasa hidupnya, Mbah Parjo selalu melakukan uri-uri budaya dan selalu ingin melestarikan budaya.  Dia sama sekali tidak pelit berbagi ilmu tentang seni topeng malangan.

“Memang orangnya pendiam, tidak banyak bicara. Namun demikian, beliau memiliki dedikasi sangat tinggi terhadap seni terutama seni topeng Malangan,’’ tambahnya.

Dengan dedikasi yang tinggi itulah, dari Suparjo pun melahirkan seniman-seniman topeng Malangan muda. Di Jabung ada puluhan seniman topeng Malangan yang mengikuti jejak Mbah Suparjo. Salah satunya adalah Lyhong.

Lyhong memiliki keahlian dalam hal mengukir. Lantaran itu banyak karya Lyhong diburu oleh para pecinta seni topeng Malangan.  “Lyhong tadi ikut mengantarkan jenazah. Dia menggunakan Topeng Kelono,’’ tandasnya.(ira/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Ira Ravika

  Berita Lainnya





Loading...