Timnas Indonesia U-23 Kalahkan Myanmar | Malang Post

Sabtu, 25 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 06 Des 2019,

MANILA - PelatihTimnas Indonesia U-23, Indra Sjafri, menilai timnas Myanmar yang bakal dihadapi di semifinal SEA Games 2019 bukan lawan yang mudah dikalahkan. Setelah mengalahkan Laos pada laga terakhir fase grup, Kamis (5/12), Indra dan anak asuhnya tidak menyia-nyiakan waktu dengan segera berlatih menjelang laga semifinal yang akan berlangsung Sabtu (7/12) sore WIB.
Latihan taktik dan strategi permainan hingga latihan adu penalti menjadi menu bagi Evan Dimas dan kawan-kawan pada Jumat (6/12) pagi.
"Ya kami siapkan segalanya untuk pertandingan semifinal. Myanmar bukan lawan yang mudah, namun kami punya keyakinan untuk bisa mengalahkan mereka," ujar Indra dikutip dari situs resmi PSSI.

Baca juga :

Berduka, Supardi Natsir Absen Lawan PSS

Mogok Massal, Transportasi Prancis Lumpuh


Dari empat pertandingan di fase grup, timnas Myanmar tidak pernah mengalami kekalahan. Skuat The White Angels menang tiga kali dan imbang satu kali dengan mencetak delapan gol dan empat kali kebobolan.
Kendati hanya memiliki waktu istirahat satu hari, Indra menegaskan semua pemain Timnas Indonesia U-23 dalam kondisi siap tampil. Mantan pemain PSP Padang itu menyatakan kebugaran pemain tidak lepas dari kinerja tim dokter dan fisioterapi yang baik.
Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, juga memberi semangat kepada skuat Merah Putih untuk mempersembahkan gelar juara dari cabang olahraga sepak bola pada ajang SEA Games untuk kali pertama setelah 1991.
"Kami semua akan tercatat dalam sejarah sepak bola Indonesia, jika bisa tampil di final dan juara. Inilah legacy yang harus kita wujudkan," ucap Sumardji.
Indonesia melaju ke semifinal setelah menuntaskan fase grup dengan status runner-up Grup B dengan 12 poin hasil empat kali menang dan satu kali kalah.
Sementara itu Pelatih Myanmar Velizar Popov justru protes dengan jadwal timnas Myanmar U-23 di SEA Games 2019. Pelatih asal Bulgaria itu menganggap jadwal ketat di SEA Games 2019 membuat dia tidak mampu melakukan perubahan dalam tim.
"Saya bisa mengerti kenapa banyak tim kesulitan di SEA Games. Ini bukan karena lapangan rumput sintetis, tapi karena banyak pertandingan yang harus dijalani dalam waktu yang singkat," ujar Popov dikutip dari Bongda 24h.
"Sepanjang karier saya, saya tidak pernah bekerja dalam turnamen dengan intensitas pertandingan per dua hari seperti SEA Games. Kami harus terus melakukan rotasi untuk beradaptasi dengan jadwal, dan menghindari pemain dari cedera," ucap Popov.
Jadwal fase grup di SEA Games 2019 sangat ketat. Masing-masing tim hanya punya waktu satu hari untuk istirahat. Beruntung bagi Myanmar, Grup A hanya memiliki lima tim dalam grup, sementara Indonesia tergabung di Grup B yang memiliki enam tim dalam grup.
Kondisi itu membuat Myanmar punya waktu yang lebih banyak untuk istirahat jelang melawan Indonesia di babak semifinal. Popov pun menganggap pemain kaliber Premier League tidak akan mampu bermain bagus di SEA Games 2019.
"Sulit untuk mengubah pemain atau taktik seperti ini. Para pemain tidak terbiasa dengan strategi baru karena mereka terlalu lelah degan jadwal empat pertandingan dalam satu pekan. Bahkan pemain Premier League tidak akan bisa main bagus di SEA Games dengan jadwal seperti ini," ucap Popov.
Myanmar membuat kejutan di Grup A SEA Games 2019. Aung Kaung Mann dan kawan-kawan berhasil membuat Malaysia dan tuan rumah Filipina tersingkir. Myanmar menjadi juara grup dengan torehan sepuluh poin, unggul tiga poin atas Kamboja yang menjadi runner-up. (har/sry/cnn/jon)

Editor : Parijon
Penulis : Net






WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...