Malang Post - Tikus Logam, Tahunnya KEK Singhasari

Senin, 30 Maret 2020

  Mengikuti :


Tikus Logam, Tahunnya KEK Singhasari

Sabtu, 25 Jan 2020

LAHIR dari keluarga keturunan Tionghoa, K.R.A.T David Santoso K.R, B.A, G.G masih menjalankan tradisi Imlek. Salah satunya, CEO PT Intelegensia Grahatama ini mengirim makanan kepada saudara maupun relasi. Ia pun optimis, bisnisnya kian bertumbuh dan bermanfaat.
”Itu merupakan tradisi keluarga turun temurun. Kami melanjutkan tradisi tersebut,” kata David kepada Malang Post. Bapak tiga anak ini juga mengajarkan tradisi leluhur itu kepada anak-anaknya. ”Agar anak-anak juga mengerti tradisi leluhur,’’ tambah  pria kelahran 21 Mei 1982.
Sedangkan acara kumpul keluarga biasanya diisi dengan makan bersama. Khusus tahun ini, David kebagian tugas untuk menjamu keluarga. “Semuanya sudah dipersiapkan dengan baik, tinggal pelaksanaannya,’’ tambah alumni Boston College High School ini.

   Baca juga :

Berharap Berkah dan Rezeki

Bisnis Menarik Bermunculan, Hitunglah Untung Rugi


Kendati melakukan persiapan detail, David tetap fokus pada pekerjaannya sebagai pengusaha. Bahkan, dia mengaku harus rela bolak-balik Jakarta – Surabaya dan Batam, untuk menangani bisnisnya.
Lalu bagaimana pandangan David tentang Tikus Logam? Alumni jurusan gemologi (ilmu batu-batuan berharga), Gemological Institute of America (GIA) itu seketika tersenyum. Sebagai pengusaha yang saat ini sedang fokus melakukan pembangunan tahap awal Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) Singhasari ini mengatakan, secara pribadi setiap tahun sebagai tahun yang bagus dengan penuh kesempatan dan tantangan baru.
“Khusus tahun tikus logam, bisnis yang bagus adalah yang memliki unsur-unsur tanah. Bisnis dengan unsur tanah akan berjaya, contohnya bisnis properti,’’ ungkapnya. Sedangkan untuk unsur logam, dia mengatakan itu terkait dengan atau berhubungan dengan teknologi. Sehingga menurut David,  bisnis yang mengandung unsur-unsur teknologi juga akan berjaya di tahun ini.  “Dua hal tersebut dimiliki oleh KEK Singhasari. Jadi harapannya, KEK Singhasari bisa maju dan sukses di tahun Tikus Logam ini,’’ harapnya.
Ayah dari Jola Orelyn Santoso ini merupakan pemilik di Shio Anjing. Sebagai pengusaha, dia harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. “Kalau diartikan, tikus merupakan binatang yang kecil, tapi cerdik. Sedangkan anjing memiliki sifat galak. Sehingga harus berhati-hati,’’ ungkap dia.
Kendati demikian, David mengatakan sebagai pengusaha, semangat untuk maju tidak pernah berhenti. Terlebih secara pribadi menurut dia, semua tahun sama. Yakni  penuh kesempatan dan tantangan baru. Sehingga dia pun mengaku sedang membuat perusahaan -perusahaan rintisan. “Bidang teknologi dan start up, usaha baru  yang kami rintis saat ini,’’ tambah ayah dari Ignatius Samuel Jozef Sansoto ini.
Dua bidang tersebut akan mendukung keberadaan KEK Singhasari. “Banyak hal yang bisa dikolaborasikan dan disinergikan dengan KEK Singhasari,’’ urainya.
Kini ayah dari Solomon Metternich Sansoso ini berharap proyek-proyek dan bisnis yang akan dirintis, bisa terlaksana dan sukses. “Begitu juga dengan keluarga, kami berharap di Shio Tikus Logam ini  keluarga dan relasi kerja saya, agar semuanya sehat dan bahagia,” katanya. (ira/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Ira Ravika

  Berita Lainnya





Loading...