Malang Post - Tiga Pasien Corona Membaik

Jumat, 03 April 2020

  Mengikuti :


Tiga Pasien Corona Membaik

Jumat, 27 Mar 2020

PDP dan ODP Meningkat

MALANG-Tiga pasien positif Covid-19 yang menjalani perawatan di RSUD Kanjuruhan makin membaik. Mereka kini masih terus menjalani perawatan di ruangan isolasi rumah sakit milik Pemkab Malang itu. Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP)  dan  Orang Dalam Pemantauan (ODP) terus meningkat.
Kondisi tiga pasien terpapar virus Corona itu diungkapkan Bupati Malang HM Sanusi dan 
Plt Direktur RSUD Kanjuruhan dr Dian Prasodjo Sp THT saat dihubungi terpisah, kemarin. 
“Jumlah positif Covid-19 di Kabupaten Malang empat orang. Satu di antaranya telah meninggal dunia beberapa waktu lalu. Sedangkan tiga lainnya yang menjalani perawatan makin membaik,” jelas Sanusi. 
Orang nomor satu di Pemkab Malang ini menampik kabar ada salah satu pasien positif Covid-19 di Kabupaten Malang meninggal dunia kemarin. “Kondisi tiga pasien yang dirawat sudah berangsur membaik. Untuk penanganan medisnya silakan tanya ke RSUD Kanjuruhan,” katanya. 
Plt Direktur RSUD Kanjuruhan dr Dian Prasodjo Sp THT juga memastikan tiga pasien Covid-19 makin membaik. “Alhamdulillah, semuanya terus membaik kondisinya. Sejak masuk sampai sekarang perkembangan kondisinya cukup bagus,’’ ungkapnya. 
Dia mengatakan selama ini, tiga pasien tersebut menempati ruang isolasi dan mendapatkan perawatan khusus. “Dari awal masuk mereka biasa saja, maksudnya tidak lemas, tapi ya itu mereka positif, jadi harus mendapatkan perawatan khusus,’’ tandasnya.
Sementara itu jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP)  dan  Orang Dalam Pemantauan (ODP) di wilayah Kabupaten Malang terus bertambah. Sejak Senin (23/3) lalu hingga kemarin angka ODP dan PDP di Kabupaten Malang  mengalami kenaikan signifikan. Hal ini terlihat di website resmi Satgas- Covid 19 Kabupaten Malang. Dimana data tertulis pada 23 Maret 2020 lalu, jumlah ODP 17 kasus. Sedangkan kemarin, jumlah ODP mencapai 40 kasus. 
Sedangkan untuk PDP pada 23 Maret dalam website tersebut tertulis angka enam orang. Sementara kemarin, jumlah PDP mencapai 15 orang. 
Dalam data itu juga dituliskan untuk 40 kasus ODP, 38 kasus masih dalam proses pemantauan. Sedangkan dua kasus selesai pemantauan. Juga PDP, dari total 15 kasus, delapan orang masih menjalani perawatan. Sedangkan tujuh lainnya sudah diperbolehkah pulang. 
 
PDP dan ODP Kota Meningkat 
Usai seorang warga dinyatakan positif Covid-19,  ODP Kota Malang bertambah pada Kamis (26/3) kemarin.  Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto mengatakan, ODP Covid-19 Kota Malang per tanggal 26 Maret 2020 totalnya menjadi 137 orang. Jumlah ini meliputi 89 warga Kota Malang dan 48 orang dari lingkup tenaga kesehatan (nakes) yang menangani kasus Covid-19 di berbagai rumah sakit rujukan di Kota Malang. 
Jumlah ODP ini bertambah 18 orang sejak data sehari sebelumnya, Rabu (25/3). Sehari sebelumnya ODP masih diangka 119 orang. Pada hari yang sama pula (Rabu,red), satu pasien PDP naik statusnya menjadi pasien positif Covid-19.   “Untuk PDP jumlahnya 11 orang,” tegas Widianto.
Jumlah PDP Kota Malang dijelaskannya, memiliki rincian yakni satu orang statusnya sudah meninggal, dirawat sebelumnya di RS Saiful Anwar (RSSA). Kemudian PDP yang sembuh berjumlah tiga orang. Satu orang dirawat hingga sembuh di RST Soepraoen dan dua orang PDP sembuh lainnya di rawat di RKZ.Kemudian untuk PDP dengan status masih dalam perawatan intensif berjumlah tujuh orang. 
Widianto menjelaskan, PDP yang masih dirawat tersebar di tiga rumah sakit rujukan. Yakni empat orang dirawat di RS Lavalette, dua orang dirawat di RKZ dan satu orang dirawat di RSUD Kota Malang.
“Untuk pasien Positif Covid-19 sejumlah dua orang. Satu orang statusnya sudah sembuh dan dipulangkan, dan satu orang masih dalam perawatan,” katanya. 
Untuk pasien positif Covid-19 merupakan seorang perempuan berusia 61 tahun. Tercatat sebagai warga Kota Malang. 
Sebelumnya beredar informasi di jagat sosial media bahwa pasien positif ini berasal dari Kelurahan Sawojajar. Namun Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto mengatakan hal itu  sebagai informasi yang tidak dapat dibenarkan. Meski ia mengatakan bahwa identitas pasien postif sesuai protap, data by name by address tidak untuk konsumsi publik. Hal yang paling diutamakan pemerintah saat ini  keamanan warga.
“Pedoman kita adalah Kota Malang ditetapkan oleh Pemprov Jatim sebagai zona merah, maka dengan penetapan tersebut pemkot lebih menekankan untuk semua wilayah kelurahan agar meningkatkan kewaspadaannya,” tegasnya.
Ia juga menegaskan pemkot tidak memiliki kebijakan melarang warga Kota Malang untuk keluar kota. Jika baru datang dari wilayah yang memiliki kasus suspect atau positif Covid-19 maka sangat disarankan untuk memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan terdekat dan melaporkan riwayat perjalalannya.  

Batu Perpanjang Penutupan Tempat Wisata 
Penutupan tempat wisata di Kota Batu diperpanjang hingga dua pekan mendatang. Kebijakan sebelumnya, tempat wisata, hotel, dan resto tutup mulai 16-29 Maret. Namun karena situasi dan kondisi di Malang Raya yang masuk dalam zona merah, tempat wisata, hotel, resto di Kota Batu tutup sampai 12 April. 
Hal itu disampaikan Wakil Ketua PHRI Kota Batu, Mukhlas Rofiq usai menggelar pertemuan antara anggota PHRI Kota Batu dengan Disparta Kota Batu di Balai Kota Among Tani Batu, Kamis (26/3) kemarin. (ira/ica/eri/van) 
 

Editor : vandri
Penulis : ira

  Berita Lainnya





Loading...