Ternyata Residivis, Uang Curian untuk Karaoke | Malang Post

Minggu, 19 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 17 Des 2019,

MALANG - BDS, warga Desa Panggungrejo Kecamatan Kepanjen yang ditahan di Polres Malang karena kasus pencurian sejak Minggu (15/12), berasal dari keluarga broken home. Sejak kecil, orang tuanya sudah bercerai. BDS yang tidak pernah mengenyam bangku sekolah ini kemudian tinggal dengan ibu tirinya. "Saya tidak pernah sekolah sejak kecil. Orangtua sudah cerai, ketika saya masih kecil," ucap tersangka BDS.
Ia mengaku kalau dirinya bukan sekali berurusan dengan hukum. Pada tahun 2018 lalu, dia juga pernah menjalani hukuman karena kasus pencurian HP. BDS dihukum selama 8 bulan, dan baru bebas pada bulan Juni 2019 lalu. Setelah bebas bukannya kapok, tetapi malah semakin menjadi. Selama enam bulan ini, dia kembali melakukan pencurian lagi.
"Dulu pada tahun 2018 saya mencuri dengan kakak dan sama-sama dihukum. Sekarang ini, saya melakukan pencurian sendirian," terangnya.
Uang hasil kejahatan mencuri, diakui tersangka digunakan untuk foya-foya. Sebagian untuk membeli sepeda dan lainnya untuk pergi ke tempat karaoke sekaligus menyewa jasa purel. Meskipun kembali harus berurusan dengan hukum, tetapi dari raut wajah BDS sama sekali tidak terlihat menyesali perbuatannya. Ketika ditanya dan diperiksa oleh penyidik, jawabannya selalu santai.(agp/lim)

Editor : Halim
Penulis : Agung






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...