Teaching Challenge for Parent SD Insan Amanah, Orang Tua Ditantang Jadi Guru | Malang Post

Senin, 20 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 12 Des 2019,

MALANG - Kamis (12/12) kemarin, suasana kelas di SD Insan Amanah lain dari biasanya. Bukan guru yang biasa mengajar ada di dalam kelas, tetapi para orang tua. Mereka ditantang untuk menjadi guru sehari dalam agenda Teaching Challenge for Parent SD Insan Amanah.
Kegiatan belajar mengajar yang biasanya dipandu oleh guru digantikan oleh orang tua wali siswa. Hanya saja bukan materi pelajaran yang diajarkan, tetapi lebih pada pengenalan berbagai macam profesi. Seperti pilot, dosen, dokter, psikolog, chef, TNI, Polri dan lain sebagainya.

Orang tua wali siswa mengajar sesuai dengan profesi masing-masing, dengan durasi waktu sekitar 45 menit. Meskipun mengajar bukan pekerjaan sehari-harinya, ternyata mereka cukup bisa berperan selayaknya seorang guru di kelas. Dalam hal penguasaan kelas pun terbilang lumayan bagus. Hal itu terlihat dari antusiasme siswa selama pembelajaran.

Beberapa 'guru dadakan' tersebut juga bisa melaksanakan proses pembelajaran secara interaktif. Bahkan diantara mereka menampilkan slide power point dan media pembelajaran.  Sehingga tidak terkesan monoton dan membosankan.

Salah satu orang tua wali siswa, yang berprofesi sebagai dokter gigi, drg. Risma Aprinda Kristanti,  M. Si mengatakan, mengajar siswa usia SD menjadi tantangan tersendiri. Sebab tidak seperti siswa SMP dan SMA yang lebih mudah untuk diajak kerja sama.
"Kita harus berfikir bagaimana bisa menarik perhatian anak-anak, termasuk memikirkan metode yang tepat agar tidak membosankan," katanya.

Ia mengaku meskipun mengajar siswa SD butuh persiapan. Maka sebelum masuk kelas ia telah mempersiapkan diri dengan perangkat pembelajaran. Seperti alat peraga dan slide power point. "Yang penting menurut saya lebih pada metodenya," tegasnya.

Kepala SD Insan Amanah, Dr. Suhardini Nurhayati, M.Pd., menjelaskan Teaching Challenge for Parent memberikan banyak arti bagi seluruh komponen lembaga. Mulai guru, siswa maupun orang tua. Sebab, kata dia, siapapun dapat menjadi sumber ilmu. "Karena sejatinya manusia itu ya guru ya murid. Demikian juga orang tua termasuk guru-guru sendiri," ujarnya.
Lulusan S3 Universitas Negeri Malang ini menambahkan, Teaching Challenge for Parent
menambah wawasan siswa tentang berbagai macam profesi yang selama ini tidak diberikan oleh guru. "Maka kita berikan kesempatan ini kepada orang tua, agar anak-anak wawasannya bertambah,"  imbuhnya.

Teaching Challenge for Parent kaki ini sudah kedua kalinya digelar SD Insan Amanah. Respon orang tua terhadap program tersebut sangat tinggi. Setidaknya tahun ini ada 50 orang tua yang mengajar siswa di kelas. Jumlah ini lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa perhatian orang tua terhadap pendidikan putra-putri mereka di SD Insan Amanah sangat besar. Dan kepercayaan tersebut menjadi bukti akan mutu dan kualitas SD Insan Amanah yang menjadi juara nasional sekolah sahabat keluarga tahun ini.
"Artinya ini tidak sekadar apresiasi tapi wujud nyata. Bahwa kami betul-betul menjadikan orang tua sebagai bagian penting dari keluarga besar sekolah," pungkasnya. (imm/oci)

Editor : Rosida
Penulis : Imam






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...