Malang Post - Tata Hati Melalui Majelis Dzikir Bina Qalbu Sabilillah

Senin, 06 April 2020

  Mengikuti :


Tata Hati Melalui Majelis Dzikir Bina Qalbu Sabilillah

Sabtu, 18 Jan 2020

MALANG - Peranan orang tua dalam proses pendidikan anak sangatlah penting dan utama. Peran guru di sekolah sebagai pembimbing, pengajar, dan pendidik untuk membantu tugas orang tua dalam mendidik anak.
Sinergitas antara guru dan orang tua menjadi kunci utama suksesnya pendidikan. Untuk menjaga keselarasan hati dan kesamaan visi yang dibangun atas dasar kesabaran dan keikhlasan, LPI Sabilillah Malang mencetuskan satu program parenting Islami yang dinamakan Majelis Dzikir Bina Qalbu Sabilillah.
Program tersebut sudah berjalan lama, dilaksanakan pada hari Sabtu,  minggu ketiga setiap bulannya.  Bertempat di Masjid Sabilillah Malang dan dihadiri guru, orang tua, dan jajaran direksi LPI Sabilillah. Kegiatan bina qalbu didukung Majelis Orang Tua Siswa (MOS), selaku penyelenggara.
Kabag Kerjasama Dan Bisnis LPI Sabilillah, Taufikurrahman, M.Pd, mengatakan, sesuai namanya bina qalbu merupakan suatu majelis untuk membina hati. Siraman rohani dan tausiah yang disampaikan ulama dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menata dan melembutkan hati orang tua, guru dan keluarga besar LPI Sabilillah.
"Kalau hati sudah dibina maka akan mempengaruhi kinerja kita, mempengaruhi kesabaran dan keikhlasan orang tua dalam mendampingi dan mempercayakan anaknya pada Sabilillah. Sehingga anak dapat belajar dengan tenang dan bangga mengukir prestasi di sekolah kami," terangnya.
Selain diikuti orang tua wali siswa, Majelis Bina Qalbu juga diikuti siswa-siswi kelas VI, IX dan XII. Sehingga tautan hati terjalin tidak hanya antara orang tua dan guru, tetapi juga siswa. "Akhirnya kami menyadari bahwa kegiatan belajar mengajar harus juga disertai doa. Sebagai unsur yang tidak kalah penting dalam sebuah proses," ujar Rahman, sapaan akrabnya.
LPI Sabilillah, MOS dan paguyuban orang tua selaku penyelenggara selalu berupaya untuk menentukan tema yang berbeda setiap bulannya. Tema diutamakan yang up to date dan juga narasumber yang sesuai dengan kapasitas dan kompetensinya. "Harus selalu ada pengembangan setiap bulan. Ulama dan kiai juga sesuai maqam beliau. Dan sekali dalam setahun bina qalbu menghadirkan ulama mubaligh nasional," tutur Pria asli Bawean ini.
Seperti pada kegiatan lainnya, di Bina Qalbu juga melibatkan performa siswa, yaitu siswa-siswi yang tergabung dalam program ekstrakurikuler albanjari dan qiraah. Setiap bulan siswa SD, SMP dan SMA tampil secara bergantian. "Ini bentuk aktualisasi dari hasil pembinaan siswa di bidang minat dan bakat," imbuhnya.
Yang tak kalah penting, menurut Rahman, Majelis Bina Qalbu menjadi media komunikasi antara orang tua siswa dan direksi LPI Sabilillah. Di kesempatan tersebut Direktur LPI Sabilillah memaparkan informasi terkait perkembangan sistem pendidikan dan prestasi terkini.
"Meskipun orang tua sibuk dengan tugas dan pekerjaan, kami mencoba untuk mengikat mereka dengan kegiatan ini. Harapan besar kami Sekolah Sabilillah yang sudah jadi rujukan nasional diketahui lebih terbuka oleh masyarakat," pungkasnya. (imm/adv/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Imam Wahyudi

  Berita Lainnya





Loading...