Tangkap 23 Tersangka Kejahatan Jalanan | Malang POST

Kamis, 20 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 17 Jan 2020,

MALANG - Polres Malang melakukan operasi kejahatan jalanan sejak awal tahun sampai pertengahan Januari 2020. Hasilnya, ada 20 kasus dengan 23 tersangka yang diamankan. Kasus pencurian pemberatan, penganiayaan dan penggelapan, mendominasi pengungkapan dalam rilis yang dipimpin oleh Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung.
“Kasusnya terdiri dari curat, curi hewan, curanmor, perampasan, pemerasan, penganiayaan dan penggelapan,” ujar Ujung kepada wartawan, Jumat siang di Polres Malang.
Pencurian pemberatan lima kasus, pencurian hewan satu kasus, curanmor tiga kasus, perampasan satu kasus, pemerasan dua kasus, penganiayaan empat kasus, dan penggelapan empat kasus.
Sementara, tersangka yang diamankan dalam operasi kejahatan jalanan mencapai 23 orang. Untuk barang bukti yang diamankan, antara lain empat sepeda motor berbagai merek, satu buah truk fuso, serta satu sapi limosin berumur 1,5 tahun. Tak hanya mengungkap kasus, Polres Malang juga mengembalikan barang bukti.
Selain truk fuso, Polres Malang juga mengembalikan satu ekor sapi kepada pemilik sekaligus korban. Dari berbagai kasus ini, Ujung menegaskan ada kasus curanmor yang cukup menonjol. Yaitu, pelaku inisial Maskut, 31, warga Karang Tengah, Njaruman Wajak, pelaku pencurian spesialis masjid.
Dia tertangkap di Masjid Arohman, Desa Pakis Kembar, Kecamatan Pakis. Saat berpura-pura ikut salat subuh di masjid tersebut pada akhir Desember 2019 lalu, dia melihat ada sebuah sepeda motor Honda Revo yang terparkir tanpa pengawasan di halaman masjid. Saat melongok ke dalam masjid, dia melihat korban pemilik motor tertidur.
Kunci motor itu, ada di atas sajadah. Dengan mengendap-endap, dia mengambil kunci, menyalakan motor itu, lalu kabur. Tapi, aksi tersebut berujung petaka bagi Maskut.
Pada 1 Januari 2020, pada pergantian tahun, dia tertangkap Polsek Pakis dan diamankan beserta sepeda motor tersebut.
“Ternyata dia ini pelaku 16 TKP, di wilayah Gondanglegi, Wajak, Tumpang, Tajinan, Poncokusumo, Karangploso, Kota Malang bahkan Surabaya. Dia menjual barang curian itu, dengan harga antara Rp 500 ribu sampai Rp 2 juta, dia dijerat pasal 363 KUHP,” tutup Ujung.(fin/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Fino Yudistira



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...