Tamu Asing Sering ke Kantor Anies | Malang POST

Jumat, 21 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 22 Nov 2019,

BEREDAR artikel berjudul "Gara-gara Tamu Asing Sering ke Kantor Anies daripada ke Istana Presiden, Ibukota pun Dipindah" yang dimuat di situs [mediavalid.online](http://mediavalid.online/). Artikel ini, beredar di media sosial sejak beberapa hari terakhir. Berikut isi artikel tersebut: Laman media sosial Anies Baswedan sering memposting foto-foto tamu asing yang sedang berkunjung. Terlihat Gubernur DKI Jakarta tersebut dengan luwes bercengkrama.
Sangat berbeda dengan Presiden RI yang terlihat kaku jika berkomunikasi dengan tamu asing. Bahkan cenderung menghindari acara-acara resmi yang digelar di luar negeri. Bahkan karena terlalu seringnya Anies menerima kunjungan dari negara luar, Jokowi disebut warganet ngambek dan ingin memindahkan Ibukota Jakarta.
"Mengapa tamu dari luar negeri nggak mau singgah ke Istana Presiden? Kok malah ke kantor Gubernur DKI Jakarta?," tanya seorang warganet dengan usil. "Gara-gara itu ibukota Jakarta mau dipindah ke luar Jawa," sambung yang lain."
Berdasarkan hasil penelusuran dengan menggunakan kata kunci "alasan pemindahan ibukot Indonesia", tidak ditemukan klaim yang sama dengan judul dan artikel yang dimuat di situs itu. Alasan pemerintah memindahkan ibukota pemerintahan salah satunya dimuat di situs [nasional.republika.co.id](http://nasional.republika.co.id/) pada Senin 26 Aug 2019 15:18 WIB dengan judul "Presiden Jokowi: Beban Pulau Jawa Terlalu Berat"
Pemerintah telah memutuskan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur sebagai kawasan ibu kota baru pemerintahan karena menilai beban di Pulau Jawa terlalu berat.
"Beban Pulau Jawa yang semakin berat dengan penduduk sudah 150 juta atau 54 persen dari total penduduk Indonesia dan 58 persen PDB ekonomi Indonesia ada di Pulau Jawa," kata Presiden Joko Widodo dalam jumpa pers terkait rencana pemindahan ibu kota di Istana Negara, Jakarta pada Senin (26/8).
Menurut Jokowi, beban Kota Jakarta sebagai kota pusat pemerintahan dan bisnis sudah sangat padat. Pemerintah telah melakukan kajian kepada sejumlah calon kawasan ibu kota dan menilai jika ibu kota pemerintahan tetap di Pulau Jawa maka bebannya akan semakin berat.

Indonesia, ujar Presiden, membebankan pusat ekonomi dan pusat pemerintahan di Pulau Jawa sehingga kepadatan penduduk, kemacetan lalu lintas, polusi udara, dan air sudah sangat parah.
"Ini bukan kesalahan pemerintah Provinsi DKI, bukan. Tapi karena besarnya beban yang diberikan perekonomian Indonesia kepada Pulau Jawa dan Kota Jakarta. Kesenjangan ekonomi antara Pulau Jawa dan luar Jawa yang terus meningkat meski pun sejak 2001 sudah dilakukan otonomi daerah," ujar Presiden menjelaskan perlunya pemindahan ibu kota ke luar Pulau Jawa.(agp/lim)

Editor : halim
Penulis : Agung



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...