Tak Mau Pulang Tanpa Poin | Malang POST

Senin, 24 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Tak Mau Pulang Tanpa Poin

Sabtu, 15 Feb 2020,

MALANG - Laga pertama di matchday ketiga babak penyisihan Grup B Piala Gubernur 2020 akan mempertemukan dua tim yang telah tersingkir, Sabah FA dan Persela Lamongan. Namun, keduanya tidak mau meninggalkan Bumi Arema dengan sia-sia, tanpa membawa pulang. Sabah dan Persela pun siap menampilkan permainan terbaik, ketika bertemu di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (15/2) sore ini, demi mendapatkan poin dan terhindar dari juru kunci turnamen pramusim ini.
Saat ini, baik Sabah maupun Persela masih belum mengumpulkan poin. Hasil dua kali kalah, membuat keduanya dipastikan pulang setelah laga sore ini.
Pelatih Sabah FA, Kurniawan Dwi Yulianto mengatakan, timnya akan  tampil sungguh-sungguh melawan Persela. Tidak ada istilah mengalah bagi timnya.
“Istilahnya, tidak mau mengalah karena kami juga ingin tetap menang,” ujarnya.
Menurut dia, Sabah FA ingin memanfaatkan laga terakhir mereka di Indonesia untuk menyambut Liga Super Malaysia 2020. Pelatih asal Magelang itu ingin anak asuhnya menunjukkan semangat sebelum kompetisi.
“Dalam tahap persiapan ini, tentun pemain juga harus tetap bermain dengan fighting spirit yang tinggi. Dan perlu diingat, sejak awal ikut turnamen ini tujuan kami memang bukan juara. Tapi, lebih pada persiapan sebelum Liga,” terang pria dengan sapaan akrab Kurus itu.
Selain itu, dia ingin pemain terus memperbaiki kesalahan yang ada, agar saat kompetisi, tidak terjadi kesalahan serupa. Kemudian, Sabah FA dipastikan berburu gol, karena sampai saat ini belum juga mencetak gol.
“Tim beberapa kali masih melakukan kesalahan. Pada lini belakang contohnya, karena satu kesalahan, akhirnya lawan cetak gol. Sementara, di lini depan karena penyelesaian akhir yang kurang, akhirnya tidak bisa mencetak gol,” terangnya.
Sementara itu, di kubu Persela lebih santai sebelum lawan Sabah FA. Dipastikan tersingkir, Pelatih Nilmaizar pun sudah berpikir jauh pada laga perdana Liga 1 2020 melawan Persib Bandung. Mantan arsitek timnas Indonesia ini optimistis performa anak asuhnya bakal membaik kala bertandang ke kandang Maung Bandung.
Nil mengakui banyak pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan sebelum duel melawan Persib. Menurutnya, pemain harus mampu mengambil keputusan sepersekian detik ketika bola sudah berada di kotak penalti.
“Sepakbola itu situasional. Kesalahan antara pertandingan Persija dan Arema berbeda. Tapi memang bila back four merasa ragu, sebaiknya bola dibuang saja jika ada di kotak penalti. Keputusan cepat memang harus diambil pemain,” tuturnya. (ley)

Editor : Stenly Rehardson
Penulis : Redaksi

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...