Tak Lengkap Tanpa Nonton Tari Kecak | Malang Post

Sabtu, 18 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 14 Des 2019

Kendati cukup   nyaman berada di Desa Panglipuran, namun  Okta dan kawan-kawannya harus rela pergi. Tujuan keduanya saat itu adalah Pantai Ulo Watu. Tapi bukan ke pantainya. Wanita kelahiran Ponorogo ini memilih untuk melihat pertunjukkan Tari Kecak. Ya, di Pantai Ulo Watu para wisatawan juga dapat menikmati pertunjukkan Tari Kecak.
"Ada tempat khusus. Tari Kecak main mukai pukul 17.00. Makanya itu meskipun belum puas di Desa Panglipuran, kami harus pergi," ungkap Okta.
Untuk masuk ke tempat pertunjukkan setiap wisatawan harus membayar, Rp 100 ribu untuk yang kelas ekonomi. Tempatnya pun berada di atas.
Menurut Okta dengan dirinya berada di atas, dia justru dapat melihat pemandangan yang luar biasa. Selain Tari Kecak, dia juga dapat melihat lautan lepas. Dia juga mendengar jelas deburan ombak pantai tersebut mengenai tebing. Dan menurut dia suara itu menggelegar.
"Ada rasa ngeri. Tapi juga penasaran. Dan jika dinikmati, suara deburan ombak yang menggelegar itu sangatlah seksi," urainya.
Tak kalah penting, di Pantai Ulo Watu juga dia dapat melihat matahari terbenam. Sinar matahari yang berwarna jingga  memantulkan cahaya keemasan di laut lepas. Tentu saja hal ini membuatnya sangat takjub.
"Jadi di Pantai Ulo Watu, dapat diistilahkan kita beli satu dapat tiga. Pertama adalah pertunjukkan Tari Kecak, kedua kami melihat pantai dengan laut lepas serta mendangar suara deburan ombak yang menggelegar, dan terakhir melihat matahari terbenam," urainya.
Tapi demikian, waktu juga yang membuat Okta dan teman-temannya tidak bisa berlama-lama, menikmati suasana pantai yang aduhai indahnya. Itu karena dia dan rekan-rekannya hatus kembali ke hotel.
Saat akan kembali, Okta dan teman-temannya memilih untuk berhenti sejenak  di warung makan ayam pedas untuk makan. Ya, sejak siang, wanita cantik ini mengaku saat itu belum makan sama sekali. Begitu menu yang dipesan datang, Okta pun langsung melahapnya sampai habis. Tak lama setelah makan, mereka kemudian kembali di hotel.
"Lelah sebetulnya. Tapi lelah itu terobati dengan banyaknya pemandangan yang bagus," tambahnya.(ira/jon)

Saat di Bali, Okta tidak ke Pantai Kuta. Itu karena dia ingin menikmati tempat yang baru, atau tempat yang belum pernah dikunjungi. Salah satu tempat yang dipilih, dan masuk daftar list kunjungannya adalah Potato Head Beach Club. Tempat ini berdiri memang cukup lama, tapi baru kali pertama dia dapat mengunjungi destinasi wisata dengan fasilita lengkap tersebut. Mulai dari hotel, restoran, kolam renang dan lain sebagainya. Menurut Okta, Potato Head merupakan destinasi wisata buatan yang sangat layakdi kunjungi. Dan ditempat ini banyak sekali yang dapat di lihat.
"Ada menara yang unik. Karena disekelilingnya ada instalasi jendela yang dipasang mengelilingi area menara.
Tidak afdol jika ditempat tersebut, Okta tidak makan. Dia pun memilih pizza untuk mengisi perutnya yang kosong
Tapi demikian, harga makanan di Potato Head Beach club tidaklah murah. Untuk pizza harganya mencapai Rp 200 ribuang.
Setah puas di Potato Head dan makan, Okta maupun rombongan pun kembali hotel. Tapi sebelum sampai hotel, mereka lebih dulu mampir di Pantai Jimbaran. Disinilah Okta tampak bersemnagat. Bukan karena suasana pantai. Tapo dia ingin. Mengisi perutnya yang kosong.
"Hari ke dua itu kami setelah dari potato head, mampir Pantai Jimbaran. Untuk makan, banyak cafe tepi pantai disana," katanya. Tak lama setelah makan Okta dan teman-temannya berburu oleh-oleh. Mereka tidak mencari tempat jauh, tapi tempat yang dekat. "Setelah belanja baru kami kembali ke hotel," tambahnnya. Dan saat di hotel, Okta dan kawan-kawannya langsung beristirahat.
Petualangan mereka dilanjutnkan esok harinya.mereka mendatangi beberapa tempat yang belum mereka kunjungi. Selain itu di Bali, mereka juga prioritas belanja oleh-oleh. "Karena saat itu waktu saya minum, karena harus pulang ke Malang," tambahnya. Dan terbukti, isai belanja oleh-oleh, Okta dan rombongan langsung menuju bandara, selanjutnya pulang.
"Kami di Bali tiga hati dua malam. Dan itu sangat menyenangkan," tandasnya. (Ira/jon)

Editor : Parijhon
Penulis : Ravika






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...