Malang Post - Tak Kunjung Dibangun, Dewan Tanyakan Jalur Penyelamat Klemuk

Minggu, 29 Maret 2020

  Mengikuti :


Tak Kunjung Dibangun, Dewan Tanyakan Jalur Penyelamat Klemuk

Senin, 17 Feb 2020

BATU – Wacana pembangunan jalur penyelamat Klemuk, Songgoriti, Kecamatan/Kota Batu belum juga terlaksana. Padahal wacana tersebut telah disampakan sejak Bulan Agustus 2019 lalu. Namun hingga saat ini belum juga terealisasi.


Hal itu mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Batu Komisi C, Didik Machmud yang mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui alasan gagalnya rencana membangun jalur penyelamat di Klemuk. Padahal untuk pembangunan jalur penyelamat tersebut sudah dianggarkan tahun 2019.
"Anggaran untuk pembangunan jalur keselamatan sudah kami setujui tahun 2019 lalu. Jika sampai saat ini belum dibangun, maka anggaran tersebut jadi SILPA," ujar Didik kepada Malang Post, Minggu (16/2) .


Politisi partai Golkar ini mengungkapkan, jika dirinya juga belum mendapat penjelasan secara resmi dari DPUPR dan Dishub terkait gagalnya pembangunan jalur penyelamat. Namun dirinya menduga jika gagalnya rencana pembangunan akibat benturan perizinan karena lahan yang akan digunakan miliki Perhutani.


Saat ditanya apakah tahun ini legislatif (Banggar.Red) menganggarkan kembali untuk pembangunan jalan berlubang. Diungkapnya jika tidak ada pengajuan. Sehingga tidak dianggarkan dalam APBD 2020.
"Untuk jumlah anggaran akan kami lihat dulu. Tapi yang jelas tahun kemarin sudah dianggarkan dan tahun ini tidak masuk dalam anggaran," tegasnya.


Sementara Amirudin Arief, warga Songgokerto, Kec/Kota Batu berharap jika Pemkot Batu segera melakukan pembangunan jalur penyelamat. Mengingat sering terjadi kecelakaan karena rem blong dan berakibat jatuhnya korban.
"Kami wara Songgoriti berharap Pemkot membangun jalur penyelamat. Ini agar meminimalisir kecelakaan yang mengakibatkan jatuhnya korban. Apalagi jalur Klemuk jadi alternatif pilihan saat musim libur bagi wisatawan menuju wisata Paralayang Gunung Banyak," pungkasnya.


Hingga saat ini, untuk jalur alternatif yang tergolong curam tersebut masih dipasang pembatas portal setinggi dua meter. Tujuannya agar kendaraan besar seperti mobil box hingga truk tak bisa melaui jalur tersebut. Meski begitu portal tersebut beberapa kali rusak karena diterobos kendaraan besar.


Seringkali kecelakaan karena rem blong melibatkan kendaraan besar seperti box, elf, hingga truk yang mengakibatkan korban jiwa. Selama tahun 2019 sendiri ada dua korban meninggal akibat rem blong di jalur Klemuk. (eri/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Kerisdiyanto

  Berita Lainnya





Loading...