Subuh Buka Kandang, Sapi Limosin Amblas | Malang POST

Senin, 17 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 17 Jan 2020,

MALANG - Satu ekor sapi limosin amblas dari kandang milik Supirno, 46, warga Argosuko Poncokusumo, pada 28 Desember 2019 lalu. Jumat siang (17/1), sapi miliknya secara simbolis diserahkan oleh Polres Malang, yang berhasil mengamankan satu dari dua pelaku pencurian hewan, Tupan, 28, warga Baran, Nongkosewu, Poncokusumo.
Satu DPO, inisial AN, masih dalam pengejaran. Korban Supirno, menjelaskan bahwa dia mengetahui sapinya hilang saat hendak memberi pakan rutin.
“Subuh saya buka kandang, satu sapi hilang. Itu sapi saya beli saat masih anakan, dulu beli Rp 10 juta,” kata Pirno kepada wartawan di Polres Malang.
Begitu tahu sapinya hilang, Pirno langsung melacak keberadaan hewan peliharaannya itu. Jejak sapi masih ada. Sehingga, ketika dilacak, mengarah kepada rumah orangtua dari Tupan. Mengetahui adanya pencurian ini, dia langsung melapor kepada perangkat desa, sebelum akhirnya diteruskan ke Polsek Poncokusumo dan Polres Malang.
Setelah pengejaran dilakukan, Tupan yang sempat buronan selama dua pekan, ditangkap di Tumpang pada 14 Januari 2020. Dia kini mendekam di sel tahanan untuk menunggu peradilan atas kejahatannya. Menurut pengakuannya kepada petugas polisi, Tupan berencana memelihara sapi tersebut sampai satu bulan.
Setelah dirawat satu bulan, sapi tersebut akan dijual, dan hasilnya dibagi dua dengan AN. Namun, belum sempat terjual, dia sudah tertangkap oleh Polres Malang. Pelaku memaparkan, modus kejahatannya, adalah membuka kandang, dan melepas sapi dari tali yang terikat di pagar.
Setelah itu, sapi dituntun pelan-pelan, dan disembunyikan di kandang sapi milik orangtua Tupan. Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung mengungkapkan, Polres Malang masih akan terus mengejar AN yang masih buronan. Dia telah menginstruksikan Kasatreskrim Polres Malang untuk mengintensifkan pengungkapan tuntas kasus pencurian ternak.
“Tersangka dijerat dengan pasal 363 tentang pencurian pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” tutupnya.(fin/jon)

Editor : Jon Soeparijono
Penulis : Fino Yudistira



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...