Malang Post - Siswa SMA Anggap Seks Hal Biasa

Senin, 06 April 2020

  Mengikuti :


Siswa SMA Anggap Seks Hal Biasa

Senin, 20 Jan 2020

Terlepas dari bagaimana kasus ini berkembang, pergaulan bebas, mudahnya hubungan seksual pra nikah oleh anak muda, kian sporadik di Malang. Salah satu siswa sekolah menengah atas di Kota Malang, sebut saja namanya Lakon, 17, tak membantah bahwa seks bukan hal tabu bagi siswa saat ini. Remaja putra yang bersekolah di kawasan Kedungkandang itu mengatakan, pacaran sekarang berbumbu seks.
“Sepertinya bagi saya itu sudah biasa, karena bukan cuma saya, teman-teman juga begitu,” jelasnya.
Biasanya, dia melakukan hal tersebut dengan pacarnya, yang juga satu sekolah, di rumah. Karena kesibukan orangtuanya yang sama-sama kerja, rumah acapkali kosong. Sehingga, anak tunggal ini bisa leluasa mengajak pacarnya ke rumah. Namun, dia juga tahu, ada temannya di sekolah, yang tak mengenal pergaulan bebas.

   Baca juga : Hilang Kesucian Sejak Kelas 2, Bercinta Ketika Rumah Sepi


“Ada juga yang memang tidak begituan, dan tidak pacaran,” papar remaja berambut ikal itu. Orang tuanya, tentu saja tidak tahu bahwa Lakon telah melangkahi batas dari seorang remaja, menjadi seorang dewasa.  Meski demikian, saat ditunjukkan soal thread Twitter tentang kisah keganasan CK, Lakon mengaku emosi.
Karena, menurutnya, konsensus, persetujuan, atau mutual agreement adalah hal terpenting. Ketika pacarnya tidak mau, Lakon mengaku tidak akan melakukan hubungan. Karena itu, ketika membaca soal thread Twitter ini, Lakon mengaku setuju bahwa hal tersebut sudah termasuk pemerkosaan.
Berbeda dengan Lakon, beda pula versi dari Tulip, mahasiswi kampus di Kota Malang. Menurut mahasiswi yang ‘nyambi’ sebagai penjaja seks komersial ini, pergaulan bebas adalah hal yang kali pertama menjerumuskannya ke dunia hitam. Tentu saja, awalnya dia hanyalah gadis muda yang polos dan tak tahu soal hubungan seksual.
Dia mengaku sebagai tipikal gadis desa yang datang ke kota untuk kuliah kali pertama. Ceritanya klise. Dia kenal teman satu kampus, jatuh cinta, lalu diajak melakukan hubungan seksual dengan janji akan menikahinya. Tapi, setelah menyerahkan keperawanannya, Tulip melihat gelagat aneh dari pacarnya.Ya, sungguh klise, sang pacar selingkuh.
“Saat tahu dia selingkuh, saya bertengkar dengan dia, sebelum akhirnya putus dan patah hati. Saya lari ke minuman keras, dan dunia malam, kenal banyak pria, untuk melupakan sakit hati. Tapi, uang nggak punya, cuma cukup buat makan,” jelasnya.
Dari sinilah, dia mencari penghasilan lain, dan mulai terjun di dunia penjaja seks komersial, namun dalam lingkup media sosial Twitter. Sembari terus kuliah, dia mencari uang, untuk mencukupi gaya hidupnya. Tarifnya, antara Rp 900 ribu sampai jutaan rupiah, tergantung permintaan klien.
Saat dimintai tanggapan soal CK dan kasus yang viral di Twitter, Tulip mengaku bahwa pria seperti CK, dan gadis-gadis yang ditidurinya, banyak di Malang. “Saya kan terhitung sama situasinya, walaupun bukan dia itu yang mengambil keperawanan saya. Dan orang-orang seperti dia banyak, ingin cari gratisan, modal kopi sambil main paksa. Orang begitu bagusnya dipenjara saja,” katanya.(tim Malang Post)

Editor : Redaksi
Penulis : Redaksi

  Berita Lainnya





Loading...