Malang Post - Siswa SDI Alfaraby Belajar Jurnalistik di Malang Post

Senin, 06 April 2020

  Mengikuti :


Siswa SDI Alfaraby Belajar Jurnalistik di Malang Post

Kamis, 13 Feb 2020

MALANG – Suasana kantor redaksi Malang Post, Kamis (13/2) kemarin, tidak seperti biasanya. Ruang pertemuan lantai II penuh sesak dengan 200 siswa SD Islam Alfaraby Turen, Kabupaten Malang. Kedatangan para siswa tersebut dalam rangka kunjungan redaksi media sebagai implementasi dari program studi lapangan. 
Kunjungan media kali ini termasuk yang terbesar bagi Malang Post. Tak heran jika kunjungan siswa SDI Alfaraby sempat membuat heboh. Apalagi siswa begitu bersemangat saat belajar membuat berita.  Kunjungan siswa SDI Alfaraby ini disambut General Manager Malangpostonline.com, Buari, STP.. Di hadapan 200 siswa SDI Alfaraby, Buari memberikan penjelasan tentang Malang Post dan juga pengenalan dunia jurnalistik. Selama kurang lebih 15 menit, siswa diajarkan membuat berita.  Tidak hanya secara teori melainkan juga praktek dengan membuat simulasi agar siswa dapat memahami dengan mudah. 
"Jangan sampai salah saat menulis data dan informasi yang kalian buat. Agar berita yang kalian tulis juga tidak salah," ucap Buari. 

Dalam simulasi tersebut para siswa diminta membuat berita singkat tentang kegiatan studi lapangan yang mereka ikuti. Siswa yang berhasil membuat narasi berita terbaik langsung mendapat hadiah.  Dalam kesempatan tersebut, Buari juga menjelaskan tugas seorang wartawan. "Tugas wartawan itu mengumpulkan informasi, data dan keterangan sebanyak-banyaknya, sebagai bahan untuk membuat berita," terangnya. 
Ia juga mengimbau kepada siswa untuk rajin membaca. Termasuk membaca berita. Dengan begitu siswa mendapat banyak informasi yang dapat memperluas wawasan mereka. "Semakin sering membaca berita semakin banyak informasi yang didapatkan, baik itu tentang pendidikan, sosial maupun kondisi cuaca," tuturnya. 
Sebagai tambahan materi, Buari juga menerangkan perbedaan media cetak berbentuk koran dengan media online. Mengingat di era saat ini siswa SD pun sudah gandrung dengan gadget. “Kalau koran menggunakan media kertas. Sedangkan online menggunakan jaringan internet untuk mengaksesnya,” jelasanya. 
Sementara itu, Kepala SDI Alfaraby Arifin Musyafa, S.Pd.I., mengatakan studi lapangan merupakan program rutin tahunan sejak berdirinya SDI Alfaraby tahun 2005 silam. Tujuannya untuk menambah wawasan siswa sekaligus sebagai upaya penguatan materi pelajaran yang disampaikan guru di kelas. “Temanya kita sesuaikan dengan materi yang sedang diajarkan. Dan kebetulan saat ini materinya tentang berita, makanya kita ajak anak-anak berkunjung ke Malang Post,” ungkapnya.
Berkunjung ke media memberikan pengalaman baru bagi siswa-siswi SDI Alfaraby. Selama ini yang mereka ketahui hanya koran yang setiap hari memuat berita. Adapun proses membuat berita hingga penerbitan korannya mereka belum tahu.  “Harapan kami dengan mengajak siswa ke Malang Post, memberikan pengalaman baru tentang jurnalistik. Dan bisa mengerti cara membuat berita yang ada di media massa, baik online maupun cetak,” tuturnya. 
Arifin juga berharap, belajar di luar sekolah memberikan suasana baru bagi anak didiknya. Dengan suasana baru diharapkan muncul inspirasi baru baik untuk siswa maupun guru. Sehingga dapat memperkaya pembelajaran di kemudia hari. “Kami ucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan Malang Post untuk anak-anak kami, semoga bermanfaat,” harapnya.
Sebelum ke Redaksi Malang Post, rombongan SDI Alfaraby juga berkunjung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talangagung Kepanjen. Seperti diketahui, TPA Talangagung merupakan tempat pengelolaan sampah terpadu. Siswa diperlihatkan aktivitas memilah sampah organik dan sampah non organik, yang kemudian ditimbun dengan tanah. (imm/aim)

Editor : muhaimin
Penulis : imam

  Berita Lainnya





Loading...