Siapkan Bonus Demografi dengan Triple Helix | Malang Post

Jumat, 24 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 17 Des 2019,

MALANG - Indonesia saat ini sedang dihadapkan dengan kondisi bonus demografi yang disebabkan oleh melimpahnya jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun,Red) dibandingkan usia tanggungan. Apabila keadaan ini bisa dimanfaatkan dengan baik maka akan menjadi berkah dan kekuatan besar dalam menghadapi era persaingan.
“Disamping kebijakan makro ekonomi, penyiapan sumber daya manusia (SDM) sebagai modal ketenagakerjaan menjadi kunci. Sayangnya, data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2018 menunjukkan angkatan kerja Indonesia masih didominasi tingkat pendidikan rendah,” papar guru besar UB bidang ketenagakerjaan Prof. Devanto Shasta Pratomo, SE.,M.Si.,Ph.D, memaparkan,
Dijabarkannya, angka pengangguran di Indonesia pada tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 5.34 persen dibanding 2015. Namun, masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina.
Untuk mengatasinya, perlu ada kebijakan Triple Helix. Yakni, dorongan pemerintah, kebijakan pendidikan dan pemerintahan. Pemerintah perlu membuat kebijakan pengembangan ketenagakerjaan, yakni perlu diselaraskan dengan perkembangan di era ekonomi digital saat ini.
Disisi lain pengembangan usaha kecil dan menengah berbasis digital dan penciptaan ekosistem yang menggambarkan sinergi antara dunia usaha, pendidikan, dan pemerintah juga perlu dikembangkan.
Triple Helix tersebut diperlukan dalam hal penelitian dan pengembangan (R&D), inovasi dan upaya peningkatan nilai tambah.
“Ketiga mediator tersebut harus saling ketemu sehingga gap-gap yang dibutuhkan dalam kaitannya dengan permasalahan ketenagakerjaan itu bisa ditemukan solusinya, keharmonisan tiga pilar itu menjadi kuncinya,” jelasnya.
Lebih lanjut, kualitas SDM sebagai modal ketenagakerjaan juga bisa dimulai dari bidang pendidikan dengan memperbaiki kurikulum, tidak hanya cukup satu mata kuliah wirausaha tetapi didalamnya perlu diajarkan mindset berpikir kreatif. Pada kurikulum ini tidak hanya memfokuskan pada hard skill tetapi juga soft skill seperti keterampilan yang di luar akademis.
“Salah satu keterampilan itu misalnya penambahan digital skill untuk memberikan praktis di era digital ini,” pungkasnya. (lin/oci)

Editor : Rosida
Penulis : Linda






WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...