Serbu, Pesta Belah Duren di Lapangan Parkir samping Transmart | Malang POST

Senin, 17 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 09 Jan 2020,

MALANG - Para pecinta durian di Kota Malang dan sekitarnya tidak boleh melewatkan Pesta Belah Duren besar-besaran di Lapangan Parkir Samping Transmart pada Jumat (10/1) sampai Minggu (12/1) mendatang. Pesta Belah Duren kali ini dijamin makin spesial karena durian yang didatangkan berasal dari Jember hingga Bali.
“Pengunjung bisa mendapatkan durian paling nikmat dengan harga mulai dari Rp 20 ribu sampai dengan Rp 200 ribu. Duriannya kami datangkan dari Pasuruan, Jember, TrenggaLek dan Bali,” kata Ketua Pelaksana Pesta Belah Duren, Yoyon Suryono pada Malang Post, Selasa (8/1).
Disampaikannya, Pesta Belah Duren kali ini akan jauh berbeda dengan festival durian yang pernah digelar sebelumnya. Karena terdapat rangkaian agenda menarik dan sensaional yang bisa diikuti oleh pecinta durian di Kota Malang. “Nanti ada 20 stand tenda duriann dan 5 stand makanan. Kemudian ada akustik setiap hari, lomba makan durian serta senam zumba pada Minggu (12/1),” lanjut dia.
Pesta Belah Duren ini pertama kali diadakan pada awal tahun 2019 lalu, dan mendapat animo luar biasa dari masyarakat dan para pecinta durian pada khususnya. Namun kali ini Pesta Belah Duren ditambah dengan agenda zumba, yang mendatangkan instruktur dari Surabaya yakni Zin Any. “Untuk zumbanya kita langsung hadirkan instruktur dari Surabaya. Pendaftarannya gratis bagi seluruh masyarakat dan pengunjung,” terangnya.
Dijelaskannya, tujuan diselenggarakannya Pesta Belah Duren kali adalah mewadahi para pecinta durian untuk mendapatkan dan menikmati buah durian dengan kualitas terbaik. Maka dari itu, Pesta Belah Duren kali ini disebut akan menarik ribuan pecinta durian dari Malang dan sekitarnya.
“Kita sudah 90 persen siap. Pesta belah duren ini sudah tahun kedua. Ini event pertama di tahun 2020. Tujuan kita ini mewadahi para pedagang durian. Serta memberikan tempat para penghobi untuk menikmati durian,” ujarnya.
Sementara itu, lomba makan durian akan berlangsung sangat seru. Teknisnya nanti para peserta masing-masing akan diberikan 1 kg buah durian dan diwajibkan untuk menghabiskannya dengan kurun waktu tercepat. ‘’Ini ada lomba makan durian, setiap peserta menghabiskan durian seberat 1 kg. Siapa yang tercepat dia yang akan menjadi juara,” pungkasnya.(asa/lim)
Kenalkan Teknik Batik Arashi Shibori // JUDUL
MUHAMAD FIRMAN/ MALANG POST
Fikrah Ryanda Syahputra (25), owner dari Hamparanrintik mempraktikkan teknik Arashi Shibori kepada peminat seni batik
MALANG -Teknik pembuatan motif batik sangatlah beragam. Salah seorang pemuda asal Kota Malang ini memperkenalkan teknik Arashi Shibori kepada para peminat seni batik yang ada di Kota Malang pada sebuah workshop di Akatara.co, Selasa (8/1).
Adalah Fikrah Ryanda Syahputra (25), owner dari Hamparanrintik yang membagikan pengetahuannya tentang membuat motif batik Arashi Shibori pada sejumlah peserta yang terdiri dari para ibu-ibu dan juga kalangan muda-mudi di Kota Malang.
“Jadi saya ingin berbagi tentang teknik Arashi Shibori yang asalnya dari Jepang. Tapi di Indonesia sendiri punya teknik yang mirip, seperti sasirangan,” kata pemuda yang akrab disapa Fikrah ini.
Disampaikannya, teknik Arashi Shibori sendiri merupakan teknik pewarnaan kain dengan cara mengikat kain pada media tongkat atau botol untuk mendapatkan motif ombak. “Arashi sendiri berarti ombak atau gelombang. Jadi tujuan diikat di media itu adalah agar menghasilkan motif ombak itu,” sambung dia.
Pada momen tersebut, Fikrah membagikan cara membuat batik menggunakan teknik tersebut dengan membuat totebag. Sedang bahan totebag yang digunakan adalah kain blacu yang mudah didapat serta mudah digunakan bagi kalangan pemula. “Kenapa kami pilih totebag, agar fungsional. Nanti setelah praktik peserta bisa menggunakan karyanya,” lanjutnya.
Bagian paling menarik pada pembuatan batik dengan teknik Arashi Shibori tersebut adalah penggunaan pewarna dengan bahan alami Indigofera. Kemudian, dijelaskannya, proses pembuatan batik dengan teknik Arashi Shibori adalah pengikatan kain pada media tongkat atau botol. “Jadi sebelum dicelupkan ke pewarna, kainnya diikat dulu ke tongkat atau botol. Jadi nanti motif ombaknya bisa terlihat,” terangnya.
Kemudian setelah dicelupkan pada pewarna alami, barulah kain dijemur selama beberapa waktu hingga akhirnya dapat digunakan. Teknik pembuatan batik tersebut ternyata belum banyak diketahui oleh masyarakat.
Melalui upayanya dalam mengenalkan teknik tersebut dengan menggunakan pewarna alami, Hamparanrintik yang dirintis oleh Fikrah juga baru saja diumumkan sebagai pemenang Ciptanyata Tema Fashion Fase 1.
Ciptanyata sendiri merupakan program sosial untuk membantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan total hadiah mencapai puluhan juta rupiah. Kegiatan ini digelar oleh salah seorang staf khusus Presiden yang juga owner dari startup Ruang Guru yakni Adamas Belva Syah Devara.
“Saya tahunya itu tanggal 5 (Januari) sore, diberitahu kalau ternyata Hamparanrintik lolos. Nggak nyangka juga karena saya tahu saingannya bagus-bagus semua,” tandasnya.(asa/lim)

Editor : Abdul Halim
Penulis : Inasa All Islamiya



Loading...