Malang Post - Selamatkan Dompet di Thrift Shop

Senin, 06 April 2020

  Mengikuti :


Selamatkan Dompet di Thrift Shop

Minggu, 01 Des 2019

Hola genzier! Apakah telinga kalian masih merasa asing kalo denger kata “Thrift Shop”? Jadi guys thrift shop itu merupakan outlet yang menjual barang-barang bekas dan karena kata thrift sifatnya indentik dengan meminimalisir pengeluaran dan pemborosan. Bisa kalian lihat juga nih kalau barang-barang di thrift shop pasti harganya jauh lebih murah. Barang yang dijual di thrift shop itu mayoritas udah disortir, jadi kalian tinggal pilih-pilih nih yang cocok sama style kalian.
Omong-omong soal style nih, biasanya thrift shop menyediakan style ala vintage-vintage gitu. Tapi memang nggak semua orang memiliki style yang sama. So, kenalin Tania Larasati mahasiswi Universitas Brawijaya ini kalo dilihat-lihat dia memiliki style yang berbeda loh.
“Dari dulu aku punya pemikiran kalau aku nggak mau sama kayak yang lain. Even banyak baju-baju yang lagi nge trend sekarang, pasti banyak banget yang pake baju itu. Terus aku mikir kalau there’s no fun in it. Karena kembali lagi ke kepribadian orang kan beda-beda, dan menurutku style itu bener-bener merepresentasikan diri kamu, dan being different is fun to me,” ujar tania.
Nggak banyak milenial yang bisa mix and match old clothes seperti Tania. Tetapi karena menurut Tania pakaian yang dikenakannyanya sehari-hari memang merupakan style yang paling cocok untuknya. Jadi, gak susah baginya untuk menemukan pakaian yang memang bisa membuat percaya diri.
“Dulu waktu kecil ada movie series yang suka aku tonton, judulnya Carrie Diaries. Di situ ada sosok fashion designer yang emang suka remake baju-baju dan adding something into it. Jadi sosok itu punya fashion yang khas. Bukan meniru stylenya, tapi aku lebih berpanut dengan pemikiran tokoh di film itu dalam memilih style. Jadi aku punya styleku sendiri,” Tutur Tania
Ada lagi nih thrift hunter asal Universitas Brawijaya, Audrey Tallula Arvia namanya. Mahasiswi yang akrab disapa Audrey ini merupakan seorang penggemar thrift shop dan nggak hanya untuk dirinya sendiri, dia pun mengajak teman-temannya untuk juga tahu lebih dalam soal thriftshop
“Aku itu suka pakai barang dari thrift shop karena nggak akan nggak nemuin barang yang sama dengan orang lain, jadi pasti cuma kita aja yang punya. Dan menurutku baju di thrift shop itu unik dan anti mainstream serta harganya terjangkau. So, kalau budget kita cuma Rp 100 ribu di mall cuma dapat satu baju, tapi di thrift shop bisa dapet tiga sampai empat baju,” terang Audrey.
Jangan salah guys, walau pun baju yang dijual thrift shop itu terhitung barang bekas tapi bagi orang lain itu belum tentu terlihat bekas kok. Bahkan barang-barang  yang dikenakan Audrey sering dikira barang baru oleh teman-temannya. Tetapi itu tergantung bagaimana kalian memilah baju-baju yang ada di thrift shop tersebut.
“Kalau lagi belanja di thrift shop baik online maupun offline aku bisa betah pilih-pilih baju sampai 5 jam karena effort yang kita keluarkan untuk memilih dan achievement yang aku dapatkan setelah menemukan barang thrift itu merupakan good feeling banget,” katanya.
“Tapi emang selain karena bingung milihnya, harus check juga  kebersihan dan kualitas barang yang mau aku beli. Karena  kadang ada baju yang kainnya sudah tipis, jadi harus hati-hati kalau mencuci supaya nggak sobek, jadi ya be smart aja dalam memilih,” jelas Audrey dengan semangat.
Nggak hanya di kalangan mahasiswa, ternyata thrift shop juga digemari oleh kalangan siswa SMA loo. Seperti Endang Wulandari siswa SMK Negeri 3 Malang ini ternyata sudah menggemari barang-barang thrift semenjak dia  berada di bangku SMP loh.
“Faktor utama yang bikin aku suka beli barang thrift itu karena aku orangnya bosenan, jadi suka beli-beli baju. Karena barang thrift itu limited, juga merupakan barang keluaran lama yang udah nggak di produksi lagi. Jadi aku makin tertarik sama barang-barang thrift shop,”  kata Endang yang  juga seorang thrift hunter.
Bagi Endang, thrift shop merupakan wadah dari barang-barang bagus dengan harga super miring. Jadi,  apabila belanja di thrift shop, dia tidak perlu mengeluarkan uang banyak.  Apalagi seorang anak SMK seperti Endang, thrift shop bisa jadi penolong ketika dia ingin belanja sesuatu tapi uangnya pas-pasan .
“Setiap aku pakai barang thrift, pasti temen-temenku pada nanya. Beli dimana, berapaan, dan mereka semua pada nggak nyangka kalau barang yang aku beli itu thrift. Setelah mereka tahu,  semua jadi pingin join aku belanja di thrift shop,” curhat Endang.
So genzier, pintar-pintar yaa dalam memilih style apa yang kalian kenakan karena style yang murah belum tentu murahan, jadi yang penting percaya diri dan tampil apa adanya. Thrift shop juga bisa nih jadi alternative fashion kalian. Apalagi sekarang 90’s style lagi booming dan nggak ada salahnya kalian mencoba hal baru. (*/oci)

Editor : Rosida
Penulis : Genzi

  Berita Lainnya





Loading...