Selamatkan dari Degradasi | Malang Post

Sabtu, 18 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 09 Des 2019

MAGELANG – PSIS Semarang bermain kesetanan melawan Arema FC. Skor 5-1 dicetak Wallace Costa dkk, yang membuat tim ini hampir dipastikan selamat dari jeratan zona degradasi. Torehan 40 poin, menjadi bekal bagi PSIS menghadapi tiga laga tersisa, untuk membuat mereka resmi bertahan di Liga 1 dan memperbaiki posisi di klasemen akhir.
Selepas laga, Pelatih PSIS Semarang Bambang Nurdiansyah tak bisa menutupi rasa senang dan syukurnya. Bahkan, dia sudah tidak terlalu banyak mengomentari pertandingan, selain menilai permainan luar biasa anak asuhnya.
“Saya nggak bisa ngomong apa-apa. Saya respek pada pemain PSIS, mereka bermain dan berjuang luar biasa. Pantang menyerah dan menunjukkan tidak mau PSIS terdegradasi,” ujar Bambang Nurdiansyah.

Baca juga : Peringkat Jauh Merosot
Pria asli Arek Malang itu menilai, pemainnya benar-benar total berjuang melawan Arema. Hasil akhir 5-1 pun membuat tim tersebut memperoleh 40 poin, yang nyaris mustahil dikejar oleh Semen Padang di tiga laga tersisa. Semen Padang kini mengoleksi 31 poin dan wajib menang di sisa laga, sebaliknya PSIS tak memperoleh poin satu pun baru bisa melampauinya.
Sementara, satu kompetitornya, Perseru Badak Lampung FC bisa melampaui torehan PSIS bila menang di tiga laga tersisa. Akan tetapi, Badak Lampung masih menyisakan laga away. Sebaliknya, PSIS akan menjalani tiga laga sisa di kandang sendiri.
“Tambahan tiga poin sudah 40. Kami berusaha naik peringkat dan itu paling penting,” papar dia.
Ia menyampaikan, kunci tampil kesetanan Laskar Mahesa Jenar adalah warning dari manajemen di pekan lalu ketika menyambut laga. Menurutnya, dengan koleksi 37 poin saat itu, timnya masih rawan.
“Manajemen mem-push kita terus. Sebab, posisi kami tidak nyaman dekat dengan zona merah,” ungkapnya.
Selain itu, Banur berseloroh, support manajemen luar biasa. Bonus untuk meningkatkan motivasi pemain. “Buat pemain, mereka merasa tidak berjuang sendiri,” tegas dia.
Bek PSIS, Wallace Costa mengaku, laga melawan Arema bak final. Sehingga, mereka mati-matian untuk menang.
“Kami fokus seperti dalam sebuah laga final. Kami merasa, harus menang dan kerja keras jika tak ingin terdegradasi atau bermain di Liga 2 musim depan,” ungkapnya.
Hanya saja, Wallace menyadari, perjuangan PSIS belum berakhir. Mereka harus tetap menambah poin demi mengangkat posisi di klasemen akhir kompetisi. (ley/jon)

Editor : parijon
Penulis : Stenly






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...