Sekolah Libatkan Orang Tua dalam Class Meeting | Malang Post

Minggu, 19 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 17 Des 2019,

MALANG - Class Meeting Day SDK Mardi Wiyata 2 tahun ini berbeda dari sebelumnya. Konsep kegiatan dibuat lebih variatif. Selama hampir sepekan penuh sejak 13 lalu, digelar kegiatan yang bersifat edukasi untuk para siswa. Tim Badan Peduli Pendidikan (BP2) menjadi fasilitator kegiatan Class Meeting Day yang menjadi program rutin SDK Mardi Wiyata 2.
Salah satunya kegiatan cooking class yang membuat siswa terlihat sibuk dengan aktivitas yang lain dari biasanya. Bersama tim pengurus BP2, para siswa membuat beragam olahan masakan. Hasilnya untuk disantap bersama dengan orang tua dalam sesi Me And My Parent Time.
Bagi siswa SDK Mardi Wiyata 2 Cooking Is Fun merupakan kegiatan yang menyenangkan. Terlebih sebagai refreshing siswa setelah melaksanakan Ujian Akhir Semester.
Seperti yang dikatakan oleh Graciella Jehovany selaku ketua kelas 6A, di sela kegiatan memasaknya. "Kegiatannya seru, bisa kumpul bareng teman dan masak bersama, semuanya mendapat bagian tugas yang berbeda dan tidak ada yang diam," katanya kepada Malang Post.
Kegiatan cooking class dengan konsep cooking is fun, dilaksanakan dua hari mulai Senin hingga Selasa. Setiap kelas memasak dengan menu yang berbeda, ada burger, pecel dan lain sebagainya.
Ketua BP2 SDK Mardi Wiyata 2, Yefta Sisetya mengatakan bahwa menu masakan yang dimasak siswa harus memenuhi gizi yang seimbang.
“Kami juga memberikan edukasi pada orang tua agar mulai saat ini menyajikan makanan yang sehat pada anak, bukan makan yang cepat saji tanpa memperhatikan nilai gizi yang sehat,” terangnya.
Ia menambahkan, upaya menjaga kesehatan anak diharapkan bisa meningktakan prestasi mereka, yang manfaatnya tidak hanya untuk saat ini tetapi untuk waktu yang lebih lama.
Kegiatan Class Meeting Day sendiri dimulai sejak 13 Desember lalu. Diawali dengan pembukaan dan simulasi bencana kebakaran.  Di hari kedua, ada panggung boneka show dan edukasi preventif bela diri anak.
Menurut Yefta, edukasi bela diri perlu diberikan kepada siswa sebagai langkah preventif untuk melindungi diri dari bahaya. Dalam edukasi tersebut ada motivasi untuk penguatan fisik dan mental siswa.
“Sehingga anak menjadi tahu apa yang harus mereka lakukan jika ada bahaya mengancam,” ujarnya.  

Di hari yang sama juga digelar seminar parenting dan kesehatan. Sebagai narasumber seminar parenting, panitia menghadirkan Ketua Bidang P2TP2A, F. Agatha Erna W, SE., MM.,. Sedangkan pada Seminar Kesehatan, panitia mengundang dr. Bambang Prihadi, M.S selaku Wakil Ketua II IDI Malang Raya.
Seminar parenting menjelaskan tentang konsep ramah anak, baik untuk orang tua maupun guru. Tujuannya untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak sehingga bisa belajar dengan nyaman. Di hari ketiga, Class Meeting diwarnai dengan kegiatan lomba mewarna untuk kelas 1, 2 dan 3. Serta ada cooking class untuk kelas 4, 5 dan 6, yang dilanjutkan dengan sesi Me And My Parent Time.
Di hari itu juga ada edukasi flora oleh tim dari Suket Teki Garden dengan tujuan agar siswa semakin cinta terhadap tanaman dan lingkungan yang sehat.  Ditambah keesokan harinya ada edukasi slim permanent oleh faber castell dan science gramedia day oleh gramedia. (imm/oci)

Editor : Rosida
Penulis : Imam






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...