Seimbang karena Manajemen Waktu | Malang POST

Sabtu, 29 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Seimbang karena Manajemen Waktu

Jumat, 14 Feb 2020,

TAK hanya duduk di bangku kuliah di Jurusan Teknologi Industri Pertanian (TIP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UB. Anne, sapaan akrab Keane Listyadji memiliki banyak aktivitas selain kuliah. Ia aktif dalam paguyuban duta kampus putra putri Brawijaya, paguyuban duta FTP UB, dan BEM FTP UB. Namun demikian, semuanya berjalan seimbang karena manajemen waktu.
Dari keseluruhan aktivitasnya,  Anne sekarang ini tengah fokus menjadi Ketua Biro Kesekretariatan di BEM FTP UB. Menurutnya, BEM adalah tempat terbaik untuk mengasah softskill dan mengupgrade diri.
“Sewaktu SMA saya pernah jadi sekretaris jadi saya lanjutkan saja biar berkembang dan sekarang Alahamdulillah diamanahkan jadi ketua biro,” ujar Anne.
Mendapat amanah tersebut ada rasa bahagia tersendiri meskipun tidak bisa dipungkiri diawal ada beberapa kendala yang dihadapinya. Namuan lama kelamaan menjadi nyaman. Menariknya, bergabung di BEM ada tantangan tersendiri sebab mencakup mahasiswa satu fakultas. Sehingga menambah relasi dari program studi (prodi) lain serta semakin memperbanyak teman.
Namun tidak terbatas di tingkat fakultas melainkan bisa di luar fakultas bahkan dapat pula studi banding dengan BEM yang ada di perguruan tinggi lainnya. BEM mampu memberikan keseruan tersendiri dan menjadi penyeimbang kuliah dan praktikum.
“Tak jarang juga agendanya kadang berbarengan, untuk  itu saya memiliki tips mengatur waktu menggunakan matriks manajemen waktu yang telah diajarkan dalam organisasi,” terang finalis Putra Putri Brawijaya tahun 2019 ini.
Matriks manajemen waktu yang menjadi pedoman bagi Anne dibagi dalam kategori, penting mendesak, penting tidak mendesak, tidak penting mendesak, dan tidak penting tidak mendesak. Prinsip tersebut ia jalankan hingga kini ketika ada agenda yang berjalan bersamaan.
Bagi Anne, organisasi adalah bagian dari dirinya yang tak terpisahkan. Sebab perempuan kelahiran Cirebon, 16 Juni 1999 ini sudah ikut organisasi sejak SMP. Dorongan yang begitu membuatnya tertarik adalah melalui organisasi bisa belajar tentang banyak hal seperti mengasah softskill, bertukar pengalaman dan wawasan, menambah relasi, dan sebagainya.
“Tapi yang paling penting itu bisa ketemu sama teman-teman biar tak mudah homesick. Jadi ibaratkan aja organisasi itu jadi rumah kita yang ada di perantauan,” beber perempuan yang hobi memasak dan travelling ini.
Ia menjabarkan meski  sangat menyukai organisasi tetap saja dalam pelaksanaannya pasti ada tantangan tersendiri. Paling berat menurut Anne berkaitan dengan  tanggungjawab dalam menjalankan amanah di organisasi tersebut. Meskipun dibawa santai layaknya keluarga namun harus bersikap profesional.
“Kalau ada masalah saya lebih suka curhat dan intropeksi diri, kalau curhat ke teman dekat atau ketua dalam organisasi,” tutup Anne.
Sedangkan intropeksi diri yang dilakukan adalah merenung dan mengingat kembali apa tugas-tugas yang dikerjakan sudah benar atau belum. Selain itu juga mengoreksi three magic word (terima kasih, maaf, tolong) itu apa sudah dilakukan atau belum. (lin/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Linda Elpariyani

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet

Loading...