Sate Gebug 1920 Bertahan Satu Abad karena Kualitas, Mutu dan Rasa | Malang POST

Senin, 24 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Sate Gebug 1920 Bertahan Satu Abad karena Kualitas, Mutu dan Rasa

Minggu, 01 Des 2019,

MALANG – Kuliner legendaries. Kalimat itulah yang sebagian besar terlintas ketika mendengar nama Sate Gebug 1920. Rumah makan di kawasan Jalan Basuki Rahmat ini memang setiap harinya selalu ramai dikunjungi pelanggan. Tak hanya dari Malang Raya tapi juga daerah lain di seluruh Indonesia.
Tak heran apabila rumah makan ini selalu rutin menyisihkan beberapa stok sate gebug untuk mengantisipasi konsumen dari luar kota yang datang mendekati waktu tutup. Khususnya saat weekend, dari jam operasional mulai pukul 08.00 – 16.30, tak jarang menu-menunya sudah habis pukul 15.00.
Owner Sate Gebug 1920 Rusni Badare mengatakan, tempat makannya sudah buka tahun 1920 dan tahun depan usianya satu abad. Rahasia mampu bertahan 100 tahun cukup simpel yakni dengan menjaga kualitas, mutu dan rasa.
“Satu gebug proses pembuatannya digebug atau dipukul-pukul hingga dagingnya bertekstur lembut. Kemudian diberi resep khas dan pembakarannya pun masih menggunakan arang sehingga cita rasa dan aroma yang dihasilkan selalu terjaga,” ujar Rusni.
Tak hanya itu, proses pembakaran sate gebug juga membutuhkan waktu cukup lama hingga daging benar-benar empuk. Bahkan karena sangat lembutnya kuliner legendaris asli Malang ini, penikmatnya pun mulai dari anak-anak hingga lansia.
Satu tusuk sate gebug dibandrol dengan harga Rp 25 ribu. Masih terjangkau bila dibandingkan dengan kualitas dagingnya yang menggunakan bagian sapi sirloin dan tenderloin. Juga lebih sehat lantaran sate disajikan tanpa lemak. Cocok untuk mereka yang menjalani program diet atau sedang dalam proses mengurangi konsumsi lemak.
“Selain sate, kami juga ada menu pendukung lainnya. Ada rawon dan sup sayur. Tidak ada menu lain selain yang berbahan daging sapi,” jelas istri dari Cipto Sugiono ini. Rawon di Sate Gebug 1920 ini dibanderol dengan harga Rp 25 ribu, sedangkan nasi rawon hanya Rp 15 ribu. Begitupun juga dengan sup sayur dan nasi sayur, masing-masing harga Rp 25 ribu dan Rp 15 ribu.
Harga tersebut sesuai dengan porsinya yang terbilang banyak dan mengenyangkan. Customer Sate Gebug 1920 juga akan mendapatkan hidangan sehat berkualitas terjamin lantaran menggunakan bahan-bahan premium sepanjang tahun.
“Karena prinsip kami adalah datang ke sini untuk bekerja, menyenangkan customer dengan menyediakan makanan sehat. Dari tiga tahun lalu harga yang kami berikan tidak naik meskipun bahan baku khususnya daging kenaikannya cukup tinggi,” urainya.
Ibu lima anak ini menambahkan, Sate Gebug 1920 telah memiliki banyak pelanggan dari luar kota. Sehingga dalam kesehariannya mengutamakan customer yang makan di tempat meskipun banyak pula yang menginginkan bungkus atau pesan melalaui aplikasi online.
“Kami utamakan yang makan di sini. Jarang melayani bungkus, supaya terjadi interaksi dengan pelanggan. Selain itu juga biar mereka yang ke Sate Gebug 1920 dari luar kota kebagian,” tandas Rusni. (lin/lim)

Editor : halim
Penulis : Linda

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...