Rindam Brawijaya, Kawah Candradimuka Atlet KONI Jatim | Malang Post

Senin, 20 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 16 Nov 2019,

MALANG – Sedikitnya 245 atlet dan pelatih di KONI Jatim, digembleng di Dodik Bela Negara Rindam Brawijaya, Jumat (15/11/2019). Mereka akan menjalani berbagai pelatihan selama kurang lebih 10 hari, mulai 14 sampai 24 November mendatang. Ada alasan khusus kenapa KONI Jatim memilih Rindam Brawijaya sebagai kawah candradimuka.
“Ahlinya mendidik karakter dan semangat juang atlet ya di sini. Kami (KONI) tidak bisa,” tegas H. Erlangga Satriagung, Ketua Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Jatim kepada Malang Post, Jumat pagi.
Secara detail, Erlangga lantas menceritakan mulai awal hingga berkumpulnya 245 atlet dan pelatih KONI Jatim di Rampal. Menurut dia, seluruh atlet dan pelatih semuanya akan diberi kesempatan menjalani candradimuka di Dodik Bela Negara, Malang.
Harapannya, begitu selesai menjalani pendidikan mental dan fisik ini mereka bisa menjadi pejuang-pejuang tangguh untuk membela Jawa Timur. Menjadi figur yang tidak gampang menyerah dan lebay.
“Dan kami yakin, mereka akan seperti itu. Buktinya, baru sehari saja digembleng, sikap mereka sudah berubah. Apalagi 10 hari,” tutur Erlangga, sembari menyebut contoh perubahan yang dialami atlet dan pelatih setelah sehari di Dodik Bela Negara, Malang.
Dikatakannya, setelah gelombang pertama selesai akan disusul gelombang kedua. Sebanyak 350 atlet dan pelatih akan masuk Dodik Bela Negara 5 Desember sampai 15 Desember 2019. Targetnya sama dengan gelombang pertama, mereka memiliki daya juang tinggi membala Jatim.
“Yang hadir hari ini (245) yang sudah selesai Pra PON. Yang lain ada yang belum menyelesaikan Pra PON. Bahkan, masih ada atlet yang dalam perjalanan dari India setelah merebut tiga emas di cabang olahraga paralayang,” pungkas Erlangga meyakinkan.
Sementara itu, Kolonel Inf Dendi Suryadi, SH. MH., Dan Rindam V/Brawijaya menyebutkan, waktu 10 hari dinilai cukup pas untuk membakar semangat dan daya juang  atlet-atlet Jatim. Karena materi yang diberikan selama di Dodik Bela Negara sangat memadai dan pas untuk atlet serta pelatih.
“Cukup. Tidak usah terlalu panjang.  Waktu 10 hari sudah cukup untuk menggembleng mereka,’’ katanya dengan menyebut, pelatihan cukup panjang mungkin akan dilakukan saat atlet memasuki masa TC (training center),” ungkap Dendi.
Ditambahkan dia, setelah menjalani pelatihan di Dodik Bela Negara, Malang, tim dari Rindam ganti akan mengunjungi mereka. Secara periodik dan berkala, mereka akan mengunjungi seluruh cabang olahraga.
“Sehingga kesinambungan kerjasama Rindam dengan KONI tetap terjaga. Kesinambungan pembinaan atlet dan pelatih, juga tetap terjaga sampai saat PON 2020 digelar,” pungkas Dendi, yang mantan Aster Kaskostrad ini.(has/ary)

Editor : Bagus
Penulis : Hari Santoso






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...