Malang Post - Ridwan Hisjam : Partai Golkar Perlu Reformasi Jilid 2

Minggu, 05 April 2020

  Mengikuti :


Ridwan Hisjam : Partai Golkar Perlu Reformasi Jilid 2

Minggu, 10 Nov 2019

MALANG POST - Peluncuran buku ‘Reformasi Paradigma Baru  Partai Golkar’  yang ditulis politisi senior Partai Golkar  Ir.H. M.Ridwan Hisjam berlangsung meriah di  Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Minggu (10/11). Hadir dalam acara yang dikemas semarak dan dilanjutkan diskusi ‘Membangun Platform Demi Revolusi Industri 4.0 dan Konten Politik Pemilih Milenial’ ini, Menko Polhukam Prof. Mahfud MD, para tokoh nasional, tokoh Partai Golkar dan  ratusan undangan.
Ridwan Hisjam  menegaskan, Partai Golkar harus mengubah paradigma barunya.Tidak cukup lagi hanya bermodal paradigma baru yang dicetuskan pada tahun 1999 silam.‘’Saat itu, paradigma baru Golkar disahkan dalam Rakernas  Golkar lebih menekankan pada otonomi parpol. Pertama, tidak lagi berpangku pada tiga jalur ABG (ABRI-Birokrasi-Kader Golkar),” katanya.
“Kedua, mengadakan konvensi kader untuk maju menjadi capres. Ketiga, kompetisi bebas liberal untuk maju menjadi calon legislatif, calon gubernur, calon bupati maupun calon wali kota,’’ sambung Ridwan Hisjam.
Ditambahkan, paradigma ketiga  tersebut  terbukti  lebih banyak memunculkan konflik dan perpecahan antar kader. Juga bertentangan dengan asas musyawarah mufakat berbasis hikmad berdasarkan nilai-nilai dan moralitas dalam sila keempat Pancasila. Padahal, dalam praktiknya pascareformasi  Golkar selalu menjadi partai pemenang kedua, kecuali pada Pemilu tahun 2004.
“Jadi setelah reformasi, Partai  Golkar perlu reformasi jilid 2. Partai Golkar tidak dapat lagi menggunakan paradigma saat reformasi. Karena ruang dan waktunya sudah jauh berbeda,’’ seru anggota MPR dan DPR RI ini.
Ridwan  Hisjam menyatakan  untuk  dapat menjadi partai pemenang pemilu maka perlu pembaruan struktur atau kelembahaan partai, sekaligus budaya politik segenap kader Partai Golkar. Misalnya, konten politik Partai Golkar harus dapat menyasar kalangan milenial. Terlebih pada Pemilu tahun 2019 jumlah pemilih milenial mencapai 50 persen. ‘’Partai Golkar harus aware. Setidaknya ada tiga hal perlu dijadikan acuan. Pertama, jumlah pemilih generasi milenial maupun generasi Z akan bertambah secara signifikan. Jumlah mereka  lebih dari 50 persen dari total pemilih Indonesia. Suara mereka sangat signifikan mempengaruhi  kemenangan entitas  politik peserta pemilu,’’ pungkasnya. (nug/van)

Editor : mp
Penulis : nug

  Berita Lainnya





Loading...