Revitalisasi Lahan Apel Jadi Prioritas | Malang POST

Senin, 17 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 23 Jan 2020,

ORGANIK: Jambu Kristal di Desa Bumiaji, Kota Batu merupakan salah satu produk pertanian organik. 

BATU - Dinas Pertanian Kota Batu miliki empat program prioritas di tahun 2020. Program pertanian organik, revitalisasi lahan apel, modernisasi alat-alat pertanian, dan peningkatan SDM petani harus terlaksana. 
Kepala Dinas Pertanian Kota Batu, Sugeng Pramono menyampaikan, empat program prioritas tersebut tidak boleh gagal tahun ini. Untuk pertanian organik, pihaknya menargetkan dua gapoktan penerima manfaat sertifikasi pertanian organik.
"Untuk pertanian organik, tahun ini kami targetkan dua Gapoktan terima manfaat sertifikat organik. Saat ini Gapoktan yang telah tersertifiksi pertanian organik 20," ujar Sugeng kepada Malang Post, kemarin.
Ia menerangkan, beberapa titik pertanian organik berada di Desa Sumberbrantas, Tulungrejo, Gunungsari, Sumberejo, Pesanggrahan, Temas, Tlekung, Junrejo, Dadaprejo dan Sumbergondo. Ada juga di Desa Bulukerto, Giripurno, Pandanrejo, Sisir, Torongrejo, Beji, Mojorejo, Pendem, Oro-Oro Ombo, dan Sidomulyo. Untuk sertifikasi pertanian dan pendampingan pertanian organik ini Dinas Pertanian menganggarkan sekitar Rp 350 juta.
Sedangkan revitalisasi lahan pertanian apel, kata dia, dilakukan dalam bentuk saprodi atau sarana produksi pertanian. Revitalisasi dilakukan dengan bantuan bibit, pupuk pada dan cair.
"Bantuan saprodi kepada petani apel ini agar pertanian apel tetap terjaga atau petani tidak beralih fungsi ke pertanian lainnya. Misalnya pertanian jeruk hingga tebu," bebernya.
Dia mencontohkan, adanya bantuan pupuk untuk revitalisasi lahan. Diharapkan, tanah pertanian apel kembali membaik dengan pH bertambah dan residu berkurang. Ini agar pertanian apel tetap bertahan karena buah apel sudah menjadi ikon Kota Batu. 
Modernisasi alat-alat pertanian dilakukan Dinas Pertanian dengan memberikan green house dan screen house kepada 20 Gapoktan. "Modernisasi alat-alat pertanian ini karena saat ini tenaga kerja pertanian susah dicari. Alat seperti traktor dan cultivator juga kami berikan. Pemberian saprodi ini sesuai dengan kebutuhan Gapoktan," terangnya.
Dinas Pertanian akan melakukan peningkatan SDM bagi petani melalui Bimtek kepada delapan Gapoktan dan 35 penyuluh. Selain itu, sekolah lapang dengan 10 kali pertemuan dengan anggaran mencapai Rp 2 miliar dilakukan. (eri/feb)
 

Editor : febri
Penulis : keridianto



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...