Malang Post - Rangkul Seniman Lewat Secangkir Kopi

Senin, 30 Maret 2020

  Mengikuti :


Rangkul Seniman Lewat Secangkir Kopi

Sabtu, 29 Feb 2020

Dunia entertainment tak lepas dari para pekerja seni di dalamnya. Namun dalam dunia hiburan ada banyak sekat membatasi. Sehingga membuat para seniman lintas bidang, khususnya di Malang Raya sulit untuk menyatu jadi satu.
Dari permasalahan itulah, Ghanies Amany mencoba untuk mencari solusi agar para seniman lintas bidang dengan segala usia mampu menjadi satu. Tak hanya untuk bertukar pikiran, tapi juga untuk memajang karya.
"Setahuku seniman di Malang itu terkotak-kotak. Jadi aku ingin membuat suatu tempat yang mewadahi mereka," ujar Ghanies kepada Malang Post.
Karena itu, lanjut gadis yang berprofesi sebagai DJ ini, membuka usaha tempat ngopi yang dinamai Joglo Kopi. Berlokasi di rumahnya Jalan Ikan Tombro Kota Malang. Menariknya, tempat tersebut tak hanya sebagai tempat ngopi.


Sesuai dengan keinginan, melalui tempat ngopi yang dikelola bersama keluarganya. Ia ingin merangkul seniman untuk berbagai hal untuk menampilkan karya-karyanya.
"Dari secangkir kopi itulah aku ingin merangkul seniman kemudian menunjukkan karyanya. Mulai dari pameran fotografi, lukisan, dan penampilan musik," beber Putri Kartini Berbakat Malang Post 2018 ini.
Yang jelas, lanjut dia, di tempat tersebut sangat terbuka dengan berbagai hal positif. Serta dirinya sangat open dengan semua seniman apapun dan siapapun yang mau mengadakan beragam acara.
Tak hanya itu, di Joglo Kopi ia juga menawarkan berbagai jenis kopi dari berbagai daerah yang tak ada dipasarkan. Misal seperti kopi Flores dan Banyuwangi yang dipanen dari kebun milik ayahnya sendiri.
Runner-up Samurai World Party Female Dj Competition 2019 ini mengatakan, dengan beragam jenis kopi yang ditawarkan juga untuk menarik banyak tamu berkunjung. Baik dari seniman maupun masyarakat umum.


Sehingga selain menjadi wadah bagi para seniman, di tempat tersebut ada banyak tamu yang datang. Selain menikmati secangkir kopi mereka juga menikmati karya seni yang dipamerkan.
"Di tempatku ini, aku juga menyasar pecinta kopi. Karena aku juga sediakan kopi terbaik seperti kopi juria flores dan yellow catura. Kopi-kopi tersebut adalah kopi yang biasa dipasarkan di lembaga internasional seperti world bank dan istana negara," tandasnya.(eri/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Kerisdiyanto

  Berita Lainnya





Loading...