Rajin Dhuha dan Tahajud | Malang Post

Senin, 09 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 02 Des 2019, dibaca : 100257 , Bagus, Inasa

Perempuan kelahiran Sidoarjo ini dipromosikan sebagai Manajer di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang. Padahal usianya yang masih menginjak 30 tahun. Namanya, Fida Affa Arif. Ia  memulai karir di Bank Indonesia pada tahun 2013, ketika usianya masih 25 tahun.
“Awalnya tidak pengen kerja di bank tapi end up di Bank Indonesia. Dulu itu pengennya kerja di non bank seperti Pertamina tapi failed. Mungkin sudah rezeki dan jalannya,” kata perempuan yang akrab disapa Fida ini.
Namun Fida menyebut bahwa kini ia justru bangga dengan karirnya di Bank Indonesia, karena sekaligus bisa membanggakan keluarganya. Bahkan perempuan berhijab ini mampu menunjukan kemampuannya dalam meniti karir sekaligus sebagai istri dan ibu bagi kedua putra-putrinya.
“Anak pertama jalan 4 tahun, anak kedua usianya 1 tahun. Buat saya anak sebagai penghilang penat, penambah semangat dan pastinya kangen karena seharian nggak ketemu,” terang perempuan alumni Universitas Airlangga ini.
Baginya, menjadi seorang ibu tidak menghalanginya untuk meraih karir profesional terbaik. Karena menurutnya keduanya justru menjadi tantangan yang memberikan dampak positif. Namun tantangan yang dihadapinya juga bukan hanya itu, sejauh ini Fida tak selalu bersama dengan sang suami.
“Aku ‘Long Distance Marriage’ (LDM), jadi ketemu suami cuma weekend saja. Suami aku posisi di Jakarta karena bekerja di salah satu BUMN,” ungkapnya.
Jadi Fida benar-benar harus bisa membagi waktu antara karir dan juga keluarga, agar keduanya bisa berjalan dengan seimbang. Namun Fida juga dibantu oleh sang ibu untuk menjaga kedua anaknya, ketika bekerja pada jam kerja.
“Untuk weekdays, kalau memang pekerjaan masih bisa dikerjakan keesokan harinya, saya pulang sore agar masih bisa main sama anak malamnya. Tapi kalau memang ada pekerjaan yang harus diselesaikan karena tenggang waktu, ya kita selesaikan dulu,” lanjutnya.
Karena mampu menunjukkan kemampuan profesionalnya sebagai pegawai BI, Fida sering diundang sebagai pembicara dalam berbagai workshop atau seminar yang terkait dengan bidang keahliannya. Fida menjadi salah satu pembicara juga dalan giat Business Talk Artcofest 2019 di Samantha Krida, Minggu (1/12).
Fida pada kesempatan tersebut berjajar dengan sejumlah tokoh milenial di balik perusahaan besar fintech Indonesia seperti OVO, Dana dan Linkaja. Tak hanya itu, belum lama ini ia dipilih sebagai salah satu perwakilan BI untuk meningkatkan kompetensi pada suatu program khusus.
“Kemarin aku baru ikut course di London tentang ‘Digital Transformation & Leadership in the Banking & Finance Industry’. Ini program kantor untuk meningkatkan kompentensi,” terang perempuan yang punya minat tinggi di bidang fashion ini.
Sejauh ini Fida menyebut bahwa prinsip yang selalu dipegangnya adalah harus seimbang dalam kehidupan, baik antara pekerjaan dan keluarga. Kemudian juga harus seimbang dengan bidang spiritual sebagai hubungan dengan Tuhan.
Maka dari itu, Fida sejauh ini selalu menjadikan Nabi Muhammad sebagai sosok inspiratif yang membuatnya selalu taat beribadah dan berdoa kepada Tuhannya. “Karena tujuan utama hidup di dunia ini sebagai seorang muslim adalah untuk beribadah kepada Allah Yang Maha Kuasa,” pungkasnya.
Menurutnya, salah satu kunci pencapaian karirnya sejauh ini adalah dengan selalu mengupgrade pengetahuan yang harus diimbangi dengan doa dan ibadah. “Dulu waktu apply BI itu saingannya banyak banget, tidak cukup cuma persiapan dengan belajar tapi Salat Dhuha dan Salat Tahajud dan sedekah juga sebagai penolong,” tandas dia.(asa/ary)



Senin, 09 Des 2019

Jangan Lupa Bersyukur

Sabtu, 07 Des 2019

Jalani Hobi yang Dibayar

Jumat, 06 Des 2019

Mudah Beradaptasi

Loading...