Malang Post - Raja dan Ratu Malaysia Jalani Karantina

Jumat, 03 April 2020

  Mengikuti :


Raja dan Ratu Malaysia Jalani Karantina

Kamis, 26 Mar 2020

MALAYSIA - Raja dan Ratu Malaysia dilaporkan tengah menjalani karantina selama dua pekan, setelah tujuh staf Istana Negara dinyatakan terinfeksi virus corona (Covid-19). Pengawas Keuangan Rumah Tangga Kerajaan Ahmad Fadil Shamsuddin mengatakan, Raja Malaysia, Yang-di-Pertuan Agung Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah dan Ratu Malaysia, Raja Permaisuri Agung Tunku Hajah Azizah Aminah Maimunah Iskandariah telah melakukan tes pemeriksaan dan dinyatakan negatif virus corona. "Yang Mulia sekarang sedang menjalani karantina mandiri selama 14 hari, yang dimulai kemarin," kata Ahmad dalam keterangan resmi, seperti dikutip dari The Star, Kamis (26/3).

Raja dan Ratu juga disarankan untuk tidak bertemu Perdana Menteri Muhyiddin Yassin dalam rapat kabinet mingguan dan menunda agenda pemerintah lainnya sampai pandemi virus corona berakhir.

Sementara itu, ketujuh staf istana dilaporkan dalam kondisi stabil dan saat ini sedang dalam perawatan di RS Kuala Lumpur. Kementerian Kesehatan Malaysia tengah mengidentifikasi sumber penularan virus yang menginfeksi mereka.

Melansir Channel News Asia, Ahmad juga meminta staf istana dan siapapun yang melakukan kontak dengan ketujuh staf positif corona untuk menjalani pemeriksaan virus corona dan karantina mandiri.

"Untuk memastikan bahwa paparan virus dapat dikendalikan dan diatasi di Istana Negara, semua yang kontak dekat dan anggota staf yang relevan telah diinstruksikan untuk karantina selama 14 hari," kata Ahmad.

Sejauh ini, hampir 1.800 orang di Malaysia terinfeksi Covid-19, 21 di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Kemenkes Malaysia telah mengantisipasi adanya peningkatan jumlah kasus di masa mendatang. Untuk itu, pemerintah memperpanjang masa penutupan wilayah (lockdown) untuk menahan penyebaran virus corona.

Pada Rabu (25/3), Muhyiddin mengumumkan kebijakan lockdown di Malaysia yang semula diberlakukan hingga 31 Maret diperpanjang hingga 14 April mendatang.

Sementara Pusat Penyelesaian Permasalahan Warga Negara Indonesia di Malaysia (P3WNI) menyebut banyak tenaga kerja Indonesia di Negeri Jiran yang kelaparan akibat kebijakan pembatasan pergerakan atau lockdown di tengah virus corona.

Direktur P3WNI Dato M Zainul Arifin menuturkan sudah hampir dua pekan para TKI di Malaysia, terutama yang mengandalkan upah harian dan mingguan, tidak bisa mencari nafkah sehingga tak dapat membeli kebutuhan pokok seperti makanan.

"PMI (Pekerja Migran Indonesia) di Malaysia masih banyak yang bekerja untuk kebutuhan sehari-hari, artinya satu hari tidak bekerja maka tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. PMI di Malaysia tidak takut virus Covid-19, tetapi yang paling ditakutkan adalah virus kelaparan," kata Zainul melalui pernyataan pada Kamis (26/3).

Saat dikonfirmasi, Zainul menuturkan masih banyak TKI yang bekerja di sektor informal seperti buruh bangunan, pabrik perkilangan, restoran, dan jasa kebersihan. Beberapa sektor pekerjaan itu, katanya, masih menerapkan sistem gaji harian dan mingguan.

Sementara itu, Zainul mengatakan sejak lockdown berlaku seluruh proyek pembangunan dan perusahaan yang mempekerjakan buruh informal lainnya juga diwajibkan berhenti beroperasi.

Belum lagi, ucap Zainul, masih banyak pula TKI non-prosedural atau ilegal di Malaysia yang digolongkan sebagai imigran ilegal. Selain itu, banyak pula TKI legal namun bekerja tidak sesuai dengan izin peruntukannya misalkan TKI yang ditempatkan di bidang perkebunan digunakan untuk bekerja di restoran. (cnn/det/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : Net

  Berita Lainnya





Loading...