Malang Post - Pustakawan Nasional Berprestasi, Gemar Menulis dan Berinovasi

Selasa, 31 Maret 2020

  Mengikuti :


Pustakawan Nasional Berprestasi, Gemar Menulis dan Berinovasi

Sabtu, 15 Feb 2020

MALANG - Sembilan tahun menjadi pustakawan di Perpustakaan Universitas Brawijaya (UB) membuat Kurniasih Yuni Pratiwi, S.Sos semakin enjoy dalam menjalani kehidupan sehari-harinya dan bekerja. Ada senang saat menjalani profesinya, meski ia juga harus getol update informasi terbaru melalui berbagai kegiatan pendukung seperti seminar, diklat, dan lainnya.
Perkembangan teknologi yang sangat cepat menjadi tantangan yang semakin kompleks. Menurut Tiwi, sapaan akrabnya, di era digital ini banyak tantangan baru yang membuat pustakawan tidak hanya menunggu pengguna yang meminjam buku.
" Pustakawan harus lebih kreatif mengolah informasi online yang ada, agar mudah digunakan oleh pengguna, misalnya koleksi e-resources (e-book dan e-jurnal) yang dimiliki oleh pepustakaan UB harus dapat dimanfaatkan oleh pengguna. Caranya dengan mensosialisasikan langsung dan memberikan literasi informasi bagaimana cara aksesnya," ujar Tiwi.
Dijelaskannya, sosialisasi tersebut harus sering diberikan kepada mahasiswa baru mengenai cara akses e-resources dan manfaatnya. Pengenalan langsung itu diberikan dengan kegiatan Library Tour di perpustakaan. Apabila ada mahasiswa yang kebingungan cara mencari e-resources Pustakawan dapat menjelaskan langsung untuk membantunya.
Tak hanya itu, pendekatan tentang buku kepada pengguna, utamanya mahasiswa juga dengan mendatangkan para vendor e-resources melalui kegiatan workshop yang diikuti dosen dan mahasiswa. Menariknya, Pustakawan UB ini tak hanya memberikan layanan agar para Pemustaka mendapatkan buku yang diinginkan dengan mudah, ia juga gemar menulis.
"Saya sangat suka menulis dan bisa mengikuti Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) tahun 2018, di sini ada dua tulisan saya yang lolos di KPDI Medan," ungkapnya.
Pada tahun berikutnya, terdapat satu tulisannya juga lolos di KPDI yang kegiatannya berlangsung di Aceh tahun 2019. Untuk itu Tiwi berkesempatan mempresentasikan tulisannya.
Selain fokus menjadi Pustakawan di Perpustakaan UB, ia juga telah menulis lebih dari 10 judul artikel. Sebut saja tentang pemanfaatan layanan mandiri, pemanfaatan e-resources, pemanfaatan koleksi Brawijaya Knowledge Bargen (BKG) UB, analisis konsep GLAM, literasi informasi, dan masih banyak lainnya.
"Selain itu ada beberapa tulisan saya sebanyak 6 judul masuk jurnal dan 5 masuk prosiding," beber ibu satu anak ini.
Sembilan tahun berlalu, perempuan kelahiran Trenggalek, 3 Juni 1986 ini mampu membuktikan diri sebagai Pustakawan terbaik tingkat nasional. Tahun 2019 lalu, ia berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Pustakawan Berprestasi tingkat Nasional yang digelar di Hotel Harris Jakarta. Penganugerahan ini diselenggarakan oleh Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).
Ia melanjutkan, juara 1 se-Indonesia yang diraihnya tersebut sebab Tiwi mampu mempresentasikan karya inovasi unggulannya tentang kegiatan open house di Perpustakaan UB. Selama ini belum ada perguruan tinggi yang menggelar open house sehingga dinilai Tim juri sangat menarik dan penting untuk promosi perpustakaan.
"Selain itu penilaiannya dari juri adalah portofolio saya bagus itu, dinilai dari hasil kegiatan tupoksi pekerjaan yang dilakukan dan termasuk ada poin  tentang penulisan serta publikasi karya ilmiah," urai Perempuan lulusan S2 Ilmu Manajemen Perpustakaan ini.
Dilanjutkannya, sebagai Pustakawan menulis dan publikasi adalah keharusan agar ilmunya terus bertambah, membangun banyak jaringan di antara kolega ilmu informasi dan perpustakaan. Menulis juga salah satu syarat wajib untuk mengikuti kompetisi Pustakawan Berprestasi.
"Selain itu ketika naik pangkat Pustakawan juga harus menghasilkan tulisan karena untuk menunjang profesionalisnme fungsional pustakawannya," tutup Tiwi. (lin/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Linda Elpariyani

  Berita Lainnya





Loading...