Malang Post - Pusat Oleh-Oleh Harus Tampung Produk UMKM Kota Batu

Senin, 06 April 2020

  Mengikuti :


Pusat Oleh-Oleh Harus Tampung Produk UMKM Kota Batu

Rabu, 18 Des 2019

BATU - Pamasaran menjadi problem bagi pelaku UMKM di Kota Wisata Batu. Namun kini permasalahan tersebut akan segera terpecahkan dengan bertambahnya pusat oleh-oleh di kota berjuluk de Kleine Switzerland ini.
Aturan bagi pusat oleh-oleh untuk menampung produk-produk UMKM itu diungkap Wakil Wali Kota Batu, Ir. Punjul Santoso MM dalam soft launching pusat oleh-oleh Arum Manis di Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan/Kota Batu, Rabu (18/12).
"Sulitnya pemasaran produk UMKM perlahan akan teratasi. Khususnya di kawasan wisata Oro-oro Ombo dengan berdirinya pusat oleh-oleh Arum Manis yang kami haruskan agar menampung produk UMKM Kota Batu," ujar Punjul kepada Malang Post, Rabu (18/12).

   Baca juga :

Kampung Hendrix Bentuk Generasi Muda Peduli Lingkungan

Target Terpenuhi, PAD Retribusi Pasar Bakal Naik


Ketua DPC PDIP Kota Batu ini menambahkan, saat ini ada delapan pusat oleh-oleh cukup besar di Kota Batu, diantaranya Brawijaya, DeDuwa, dan Mahajaya yang ketiganya berada di Jalan Diponegoro Kecamatan Batu. Kemudian Royal ATK, WESB, dan Harum Manis di Jalan Ir. Sukarno di Kecamatan Junrejo. Serta HC Putra, dan terbaru Arum Manis Jalan Raya Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu.
"Dari delapan pusat oleh-oleh yang ada setidaknya mampu menampung 40 persen produk UMKM dari total sekitar 23 ribu UMKM. Tidak hanya pusat oleh-oleh kami harap hotel dan resto di Kota Batu juga menampung produk UMKM yang ada," harapnya.
Sementara itu, Bambang Suharto owner pusat oleh-oleh Arum Manis menjelaskan, pihaknya akan memastikan agar produk UMKM di Kota Batu ada di tempatnya. Khususnya bagi pelaku UMKM di Desa Oro-Oro Ombo.
"Pasti kami akan masukkan produk UMKM Kota Batu. Bahkan kami juga akan memberikan space 13 PKL yang dulunya berjualan di sepanjang Jalan Oro-Oro Ombo. Ini agar lebih terlihat rapi dan tidak berada di pinggir jalan raya," bebernya.
Selain itu, lanjut dia, di tempat oleh-oleh baru itu pihaknya juga mengambil tenaga kerja dari Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu. Tercatat dari total pegawai sekitar 35 orang adalah warga Kota Batu.
Kedepannya, ia juga akan merangkul seniman di Kota Batu untuk ikut bergabung di pusat oleh-oleh miliknya. Mengingat tak banyak pengusaha di Kota Batu yang menggandeng pelaku usaha di Kota Batu yang mewadahi karya para seniman. (eri/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Keristyanto

  Berita Lainnya





Loading...