Prospek Bisnis 2020, Kopi 10 Besar Komoditi Ekspor Kabupaten Malang | Malang Post

Sabtu, 18 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 25 Nov 2019

Potensi dan prospek bisnis Kabupaten Malang tahun 2020, berkutat pada produk ekspor. Yaitu, biji kopi atau green bean yang diproduksi di beberapa wilayah Kabupaten Malang. Kopi masih seksi di tahun 2020. Karena data Disperindag Kabupaten Malang menunjukkan ada defisit volume kopi asli Kabupaten Malang, dalam ekspor kopi ke luar negeri. Data itu dipaparkan pada diskusi Prospek Bisnis Kabupaten Malang 2020 di Graha Malang Post, Jumat (22/11).
“Data kami, ada total 66 ribu ton ekspor kopi, yang merupakan kombinasi Dampit, Singosari, Karangploso dan daerah lainnya. Tapi, kapasitas produksi kopi di Kabupaten Malang, hanya separuhnya. 30 ribu ton kopi, didatangkan dari luar daerah, untuk memenuhi permintaan ekspor,” papar Kabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Malang, Hasan Tuasikal.
Menurut Hasan, peluang bisnis tahun 2020 masih terbuka lebar di bidang ekspor kopi Kabupaten Malang. Karena, masih ada selisih 30 ribu ton kopi yang bisa diisi oleh para petani kopi Kabupaten Malang. Dia menyebut, kopi Kabupaten Malang masuk dalam komoditi ekspor andalan Kabupaten Malang.
Ketika Hasan memaparkan data-data ekspor Kabupaten Malang, mata para peserta diskusi langsung berbinar. Mulai dari Pemred Malang Post Hj. Dewi Yuhana, Kadin Kabupaten Malang, A. Faiz Wildan Dirut BUMD PD Jasa Yasa, serta Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, semakin memperhatikan dengan seksama, paparan data ekspor dari Hasan.
Volume ekspor Kabupaten Malang mengalami perkembangan. Tahun 2016, volume ekspor sekitar 275,9 ribu ton. Di akhir tahun 2017, jumlahnya melonjak menjadi 277,6 ribu ton. Tahun 2018, jumlah ini semakin meroket menjadi 282,9 ribu ton. Nilai transaksi ekspornya juga bertumbuh positif.
Tahun 2016, nilai transaksi ekspor Kabupaten Malang adalah 377,1 juta USD. Tahun 2017, meningkat menjadi 388,4 juta USD, dan kian menanjak menjadi 402,6 juta USD di tahun 2018. “Data tahun 2019 masih belum terkalkulasi, namun ada indikasi volume dan nilai ekspor cukup menggembirakan. Kopi, masuk dalam top 10 komoditi ekspor Kabupaten Malang,” ujar Hasan.
Kopi dari Kabupaten Malang, telah dikirim ke 42 negara di seluruh dunia. Menurut Hasan, kesuksesan komoditi ekspor di Kabupaten Malang, tak lepas dari berbagai kegiatan promosi yang dihelat Disperindag di berbagai daerah dan luar negeri. Yaitu, dengan cara mengikuti pameran-pameran.
Tong Tong Fair Den Haag Belanda tahun 2018 sudah diikuti oleh Disperindag. Sehingga sekarang komoditi ekspor kopi Kabupaten Malang memiliki pelanggan dari Eropa. Pada 2020, Pameran Indonesia Expo di Jeddah Arab Saudi akan dihelat. Disperindag berencana mempromosikan komoditi Kabupaten Malang di sana.
Saat ini, Pemkab Malang mengandalkan PT Asal Jaya asal Dampit, sebagai penyuplai utama ekspor. Karena, perusahaan ini menyumbang sekitar 20 ribu ton kopi untuk diekspor ke mancanegara. Sementara, sekitar 16 ribu ton kopi lainnya, berasal dari Singosari, Karangploso hingga Dau.
Sisa 30 ribu ton kopi, masih didatangkan dari daerah lain, dilabeli kopi Kabupaten Malang, untuk diekspor. Menurut Hasan, defisit 30 ribu ton kopi ini masih bisa menjadi prospek bisnis yang dikembangkan cepat di tahun 2020 di Kabupaten Malang. Senada, Pemred Malang Post, Dewi Yuhana menegaskan, prospek bisnis ini, akan terikat erat dengan kemampuan produksi para petani kopi Kabupaten Malang.
Pada Januari 2019 lalu, Hana bersama Malang Post berkeliling ke berbagai perkebunan kopi Kabupaten Malang, dengan seorang ahli kopi dunia, Manuel Diaz.
“Menurut Manuel Diaz, ada kesalahan cara tanam kopi di Indonesia, bukan cuma di Kabupaten Malang. Dia menyebut tanaman kopi di Indonesia itu teramputasi, sehingga tak bisa berproduksi dengan maksimal,” jelas Hana.
Karena itu, kesuksesan memanfaatkan peluang bisnis di ekspor kopi, akan sangat tergantung pada faktor teknis cara tanam kopi yang benar. Tentunya hal itu harus dilakukan secara masif di seluruh perkebunan kopi Kabupaten Malang.
Disperindag Kabupaten Malang bakal membawa hasil diskusi ini kepada dinas terkait, termasuk Dinas Pertanian. Ini untuk mendorong program penyuluhan tanam kopi yang tepat di Kabupaten Malang pada tahun 2020.
Sementara itu, Kadin Kabupaten Malang juga bergerak cepat dalam hal ekspor. Joko Purwo, Wakil Ketua Bidang OKK Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Malang menyebut bahwa saat ini Kadin telah melakukan kerjasama ekspor dengan Jepang.
“Kami ekspor dengan mengandalkan UMKM, yaitu makanan ringan, kripik buah, itu banyak diekspor ke Jepang,” sambung Joko.
Namun, penjajakan tahun 2020, masih terus digodok oleh Kadin Kabupaten Malang. Ali Asyhar, Wakil Ketua Bidang Investasi Kadin Kabupaten Malang memaparkan bahwa penjajakan ekspor dan investasi berikutnya adalah bidang perikanan dan kelautan. Gus Ali, sapaan akrabnya, menyebut bahwa komunikasi dengan pihak investor Jepang sedang intens.
“Kami masih kerap berkomunikasi, dan karena standar produk di Jepang sangat tinggi, kami sampai sekarang terus menjajaki semua standar yang mereka inginkan ada di produk yang akan diimpor ke Jepang dari Kabupaten Malang. Semoga saja ini bisa sukses di tahun 2020,” sambung Gus Ali kepada Malang Post.
Untuk mendukung peningkatan ekspor dari bidang perikanan dan kelautan, Gus Ali mendorong DPRD Kabupaten Malang, untuk memperjuangkan pengelolaan pesisir pantai Kabupaten Malang. Saat ini, Pemprov Jatim yang mengelola. Namun, Gus Ali meyakini, jika potensi laut pesisir pantai Kabupaten Malang dikelola secara otonom, maka para nelayan bisa lebih produktif.
“Saya minta Ketua DPRD Kabupaten Malang tidak menyerah untuk menyuarakan hak pengelolaan potensi perikanan dan kelautan di pesisir Kabupaten Malang, agar otonominya diserahkan dari Pemprov Jatim ke Pemkab Malang,” tambahnya.
Pemaparan diskusi Malang Post Forum bertema prospek bisnis Kabupaten Malang 2020, digelar di hall Graha Malang Post Jalan Raya Sawojajar, Kota Malang. Bersama, elemen pengusaha Kadin Kabupaten Malang, BUMD PD Jasa Yasa serta eksekutif Disperindag Kabupaten Malang, diwakili Kabid Perdagangan Hasan Tuasikal, dan legislatif Ketua DPRD Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto.(Fino Yudistira/ary/bersambung)

Editor : Bagus
Penulis : Fino






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...