Proses Menemukan Kebaikan | Malang Post

Senin, 20 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 18 Des 2019,

LINGKUNGAN memang sangat berperan penting dalam kehidupan manusia. Itulah yang dirasakan Mega Ayu Bunga Dewi. Ia memutuskan berhijab ketika bekerja di sebuah bank dengan suasana yang mendukung untuk berhijab.   
Bunga, sapaan akrab Mega Ayu Bunga Dewi menceritakan keputusannya untuk berhijab. Ini merupakan  salah satu keputusan terpenting dalam hidupnya. Selain itu tak semudah membalikkan telapak tangan.
"Saya mulai berhijab tahun 2016.  Memang awalnya berat sekali, karena sedikit demi sedikit harus menutup dunia entertainment yang sering saya geluti," kata Bunga membuka ceritanya kepada Malang Post.  
Keputusan alumnus Teknologi  Pertanian UB ini tak lepas dari lingkungan tempatnya bekerja. Yakni ketika ia diterima di Bank Muamalat Indonesia, tahun 2016 hingga 2018.
"Aku masih ingat ketika salah satu HRD mengatakan jika nanti diterima bekerja di Bank Muamalat wajib memakai hijab. Saat itulah bisa dikatakan jalan yang diberikan Allah bagi saya untuk berhijrah," kenang Putri Batik Nusantara Favorit 2017 ini.
Keyakinannya untuk berhijab semakin mantab. Itu diungkap Bunga karena di lingkungan Bank Muamalat banyak kegiatan keagamaan yang ia ikuti selama bekerja sebagai staff Bank Muamalat.
Bahkan hingga ia pindah kerja sebagai jurnalis di TV nasional hingga saat ini, Bunga mampu mempertahankan keyakinannya untuk berhijrah. Sebagai jurnalis banyak belajar karena dipertemukan dengan banyak orang.
"Dari secuil perjalanan yang telah saya lalui memberikan kesimpulan. Bahwa hijab bukan suatu penghalang untuk seseorang tetap berprestasi di jalan Allah. Hijab bagi saya ibarat cinta, datang karena terbiasa. Sekarang saya jatuh cinta memakai hijab karena Allah," urai peraih juara tiga dan Putri Favorit, Putri Lingkungan Hidup Kota Malang 2015 ini.
Lebih dari itu, hijab baginya tidak hanya menjadikan anggun sebagai identitas wanita. Tetapi juga memberikan kenyamanan, ketenangan, perlindungan dari lawan jenis yang mendekat bukan karena Allah, dan dijauhkan dari fitnah.
"Jadi hijrah tak harus menunggu semuanya sempurna. Karena hijrah yang terpenting adalah meninggalkan keburukannya. Hijrah bukan berarti semuanya harus baik, justru karena berhijralah adalah proses menemukan kebaikan,"  tandasnya. (eri/van)

Editor : Vandri
Penulis : Kerisdiyanto






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...