Pria Pelaku KDRT Harus Diterapi Khusus | Malang POST

Kamis, 20 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Minggu, 24 Nov 2019,

Tidak hanya perempuan yang berkeluarga saja, Yuyun juga pernah menangani kasus trauma panjang yang dialami remaja yang berpacaran selama tiga tahun. Sampai akhirnya, sang perempuan hamil dan bingung bagaimana caranya meminta pertanggung jawaban kepada sang lelaki.
"Ternyata, laki-laki itu sudah memiliki perempuan lain. Si perempuan akhirnya depresi dan pernah beberapa kali mencoba bunuh diri dengan minun pengharum baju," kata Yuyun.
Sampai pada akhirnya, Yuyun berusaha memberikan pendampingan. Ia memberikan terapi khusus sejak tahun 2014-2017. "Itu terapi paling lama yang saya dampingi. Sekarang, keduanya sudah hidup masing-masing dan sudah bahagia," kata dia.
Menurut Yuyun, pendampingan terhadap kasus kekerasan tidak hanya dilakukan kepada pihak perempuan saja. Namun, pihak laki-laki juga harus mendapatkan terapi khusus. "Agar dia tidak melakukan kekerasan kepada perempuan, hal tersebut juga salah satu penyakit psikologi yang harus disembuhkan dengan terapi," papar lulusan STIBA Jurusan Inggris-Jepang ini.

Baca juga :

Bunga Semanggi Lawatan Budaya ke Zegreb

Perjuangkan Hak Perempuan Korban Kekerasan


Menurutnya, kasus-kasus kekerasan tersebut kerap terjadi lantaran masih banyak anak muda yang terburu-buru menikah. Tanpa melihat bibit, bebet dan bobotnya. "Banyak juga yang memilih menikah dengan usia yang masih sangat muda. Dimana emosinya masih belum betul-betul tertata. Sehingga, terjadi kekerasan seperti ini," papar ibu tiga anak ini.
Selain itu, faktor keluarga dan lingkungan sekitar juga memberikan pengaruh besar terhadap perilaku anak. Kebanyakan, laki-laki yang melakukan kekerasan, pernah mengalami hal yang sama semasa kecil. "Sehingga, mereka melakukan hal yang sama kepada pasangannya," imbuh Yuyun.
Yuyun mengaku, ketertarikannya dalam bidang sosial, utamanya dalam kasus kekerasan terhadap anak tak lepas dari panggilan hati. Sebab, sewaktu kecil, ia selalu diberi nasehat oleh sang ayah agar membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan. "Ketika saya menemukan sebuah masalah, bagaimana caranya mereke terfasilitasi dan termotivasi. Kalau terjun di bidang sosial, harus betul-betul total, jangan setengah-setengah," papar Yuyun.
Ke depan, perempuan yang juga aktif di beberapa kegiatan sosial ini ingin memiliki rumah khusus yang dijadikan wadah untuk korban-korban kekerasan. Sehingga, mereka tidak merasa sendiri dan saling berbagi pengalaman. "Kalau tangan saya banyak, saya ingin rangkul mereka semua. Saya ingin memberikan tempat yang aman dan nyaman bagi mereka," ujar perempuan yang tinggal di Rumah Susun Buring ini.
Yuyun menambahkan, ia akan terus memperjuangkan hak-hak perempuan tanpa pamrih. Ia yakin, segala sesuatu yang dilakukannya selama ini akan memberikan manfaat bagi orang lain. "Meski suami saya kerja bengkel dan saya tinggal di Rusun. Tidak apa-apa. Saya ikhlas menolong. Masalah rezeki sudah ada yang atur. Saya ingin seluruh perempuan bisa berbahagia dan tidak mengalami kekerasan apapun," tutup dia.(tea/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : amanda



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...