PPDB 2020, Sistem Zonasi Akan Diperluas | Malang POST

Sabtu, 29 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


PPDB 2020, Sistem Zonasi Akan Diperluas

Rabu, 18 Des 2019,

MALANG – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020 mendatang dipastikan masih menggunakan sistem zonasi seperti tahun sebelumnya. Pemkot Malang berencana memperluas zonasi untuk anak didik yang hendak masuk sekolah. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra. Zubaidah.,MM, kepada Malang Post.
Menurut Ida, sapaan akrabnya, berdasarkan Permendikbud No. 44 Tahun 2019 tentang PPDB, dituliskan bahwa jalur zonasi diperuntukkan bagi peserta didik yang berdomisili di dalam wilayah zonasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.
Domisili yang dimaksud berdasarkan Kartu Keluarga (KK) yang diterbitkan satu tahun sebelum pelaksanaan PPDB. Peserta didik hanya boleh memilih satu jalur PPDB dalam satu wilayah PPDB. Dan dapat melakukan pendaftaran melalui jalur afirmasi atau prestasi di luar wilayah zonasi apabila memenuhi persyaratan.

Baca juga :

Transformasi Surya Hadi Kusuma, Sang Suporter Bugil

Proses Menemukan Kebaikan

Penentuan Harga Sewa Alun Alun Mall Awal 2020


Pada PPDB tahun 2019, Kota Malang telah berhasil melaksanakan jalur zonasi dengan lancar tanpa kendala yang berarti. Untuk itu tahun 2020 mendatang, Dinas Pendidikan Kota Malang berupaya melakukan berbagai perbaikan. Ini untuk menampung semua peserta didik dan orang tua agar terlayani dengan baik.
Terkait dengan PPDB, Kemendikbud telah mengeluarkan statement yang mana itu terdapat empat perubahan. Yakni berkaitan dengan penghapusan ujian sekolah atau ujian nasional, tugas guru, ujian sekolah dan zonasi.
“Zonasi ini meskipun tahun lalu Kota Malang ada sedikit kendala, tetapi menurut saya tidak berarti apabila dibandingkan dengan daerah-daerah lain, kalau ada kendala kecil biasa untuk pembelajaran lebih dewasa,” ujar Ida.
Ia melanjutkan, pada sistem zonasi tentunya tahun 2020 akan ada perubahan. Jika tahun lalu 90 persen zonasi berdasarkan pemetaan kelurahan. Namun PPDB kali wilayahnya akan diperluas, begitupun dengan kebebasan orang tua dan siswa dalam penggunaan nilai juga akan terwadahi dengan baik.
“Antara 15 persen itu nantinya prestasi dan juga ada jalur kepindahan, untuk perluasan wilayah belum tetapi kami ada angan-angan minimal berdasarkan kecamatan,” terangnya.
Upaya Dinas Pendidikan Kota Malang agar warganya menuntaskan pendidikan dengan baik. Tidak hanya ditempuh melalui perluasan wilayah zonasi melainkan juga telah adanya kesepakatan membangun sekolah SMP Negeri baru di tiga wilayah. Yakni Karang Besuki, Gadang dan Polehan.
Hal tersebut didasari adanya lulusan di beberapa kelurahan yang tidak tertampung di sekolah negeri. Lantaran di lokasi tersebut jauh dari lembaga pendidikan terutama negeri. Keseriusan tersebut juga ditunjukkan dengan sudah tersedianya lahan di dua tempat.
“Kesepakatannya tiga SMP Negeri tetapi yang sudah ada tempatnya baru dua, kami merencanakan dan pembangunannya diperkirakan akan mulai tahun 2021,” jelas Ida.
Sementara itu, Fraksi PKS DPRD Komisi D Kota Malang, H. Rokhmad.,S.Sos, mengatakan, untuk penentuan zonasi pada PPDB mendatang akan diatur dengan baik termasuk menampung wilayah dan prestasi.
“Zonasi tetap akan dibicarakan, tetapi tidak 100 persen zonasi karena ada anak berprestasi tetapi tidak diterima di SMP Negeri karena sudah penuh dengan wilayah, sehingga perlu adanya jalur akademik yang juga penting untuk dipertimbangkan,” tandas Rokhmad.(lin/ary)

Editor : Bagus
Penulis : Linda

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet

Loading...