Poltekkes RS Dr. Soepraoen, Gembleng Aktivis Organisasi di Boonpring Turen | Malang Post

Senin, 09 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 02 Des 2019, dibaca : 396 , Rosida, Imam

MALANG - Kegiatan diklat latihan dasar kepemimpinan yang dilaksanakan Poltekkes RS. Dr. Soepraoen, di Wisata Boonpring Turen, (1/12), berlangsung geger. Suasana diklat yang pada awalnya lancar sesuai jadwal acara tiba-tiba menjadi kisruh. Peristiwa tersebut terjadi setelah panitia diklat menemukan minuman keras di tas salah satu peserta.
Tak ayal hal tersebut membuat suasana menjadi gaduh karena tentu saja itu merupakan sebuah pelanggaran. Tidak menunggu waktu lama, panitia inti memanggil mahasiswa pemilik tas yang ditemukan minuman keras didalamnya. Namanya Fajar.  
Ia terlihat ketakutan saat diinterogasi di tempat. Meskipun banyak pertanyaan panitia yang menyudutkannya, tetapi Fajar tidak mengakui perbuatan buruknya tersebut.
“Saya bersumpah tidak pernah punya minuman keras itu, saya jauh-jauh dari Papua ke Malang tujuannya untuk belajar,” ungkapnya sambil menangis.  
Tangisan mahasiswa Prodi Rekam Medik ini tak mudah untuk meluluhkan panitia yang sudah memergoki pelanggaran berat tersebut. Mereka bahkan mengancam akan melaporkan yang bersangkutan ke tingkat pimpinan kampus.
Namun di luar dugaan, seluruh peserta mengajukan diri dan siap menerima sanksi dengan catatan kasus tersebut tidak sampai ke tingkat pimpinan.   Suasana yang sempat berkecamuk itu akhirnya menjadi cair saat panitia mengatakan bahwa tuduhan tersebut hanya sebuah drama. Panitia sengaja menguji mentalitas dan kejernihan berfikir mahasiswa yang merupakan pengurus organisisasi.
Sebuah ‘drama’ produk panitia tersebut merupakan bagian dari meteri Manajemen Konflik. Karena manajemen konflik adalah salah satu materi dalam Latihan Dasar Kemimpinan untuk para ketua pengurus organisasi kemahasiswaan.
Koordirnator Diklat LDK Dian Pitaloka, M. Kep menjelaskan bahwa sebuah organisasi  melibatkan banyak orang. Sehingga dalam satu perkumpulan kerap memunculkan banyak ide dan gagasan, termasuk pro dan kontra dalam membuat sebuah kebijakan.
Menurutnya, ketika terjadi selisih pendapat maka yang harus diutamakan adalah attitude setiap individu.
“Harapan kami dengan materi manajamen konflik ini mahasiswa menjadi tahu bagaimana menyelesaikan masalah yang terjadi antar pengurus. Yaitu dengan lebih menghargai, empati dan loyal satu sama lain,” terangnya.
Diklat LDK merupakan agenda tahunan Poltekkes RS. Dr. Soepraoen. Diklat kali ini diikuti oleh 100 mahasiswa terdiri dari ketua dan pengurus Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) Poltekkes RS. Soepraoen dan Himpunan Mahasiswa Tingkat Prodi. Mereka merupakan pengurus baru periode 2019-2020, yang telah dilantik Bulan Oktober lalu.
Dian menuturkan, materi yang diberikan dalam diklat kali ini antara lain tentang kepemimpinan, wawasan keorganisasian, majamen organisasi, tatib rapat organisasi, latihan kedisiplinan, manajemen konflik dan jerit malam. Pemateri diklat adalah para pembina organisasai kemahasiswaan termasuk Wakil Direktur III.
“Semua materi akan menjadi bekal saat mereka menjabat sebagai pemimpin dan pengurus dalam periode kepengurusan yang baru,” ujar Dian.  (imm/oci)



Loading...