Malang Post - PKB Kocar Kacir

Senin, 30 Maret 2020

  Mengikuti :


PKB Kocar Kacir

Kamis, 20 Feb 2020

MALANG – Ada fakta menarik sebelum DPP PDI Perjuangan mengeluarkan rekom untuk Sanusi – Didik Gatot Subroto. Ternyata PKB juga akan memberi rekom kepada Sanusi. Bahkan 99 persen rekom DPP PKB untuk Sanusi. Namun rencana PKB itu kocar kacir seiring langkah Sanusi berpindah partai, Rabu (19/2).
Ya, sesuai rencana PKB, pasangan Sanusi bukan dengan Didik Gatot Subroto. Melainkan PKB akan menggandengkan Sanusi dengan Ir. H. Kholiq, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang. Pasangan Sanusi -  Kholiq inipun, juga sempat disampaikan secara terbuka kepada seluruh kader PKB Kabupaten Malang.
“Masalah itu urusan DPP, saya tidak tahu persis ceritanya (Sanusi menyeberang ke PDI Perjuangan, red),” jelas Ir. H. Kholiq kepada Malang Post.

   Baca juga : Sanusi: Setia Lahir Batin Menangkan PDIP


Menurutnya, dalam Pilkada 2020 nanti sebelumnya muncul akan diikuti tiga Parpol. Yakni PDI Perjuangan mengusung Sri Untari, Golkar mengusung Siadi dan PKB akan mengusung Sanusi. Karena dari PKB salah satu calon yang memiliki peluang paling besar hanya incumbent.
Awal Januari 2020, sepulang dari Umroh, Kholiq mengaku didatangi oleh Sanusi. Kepadanya, Sanusi mengatakan sudah mengurus ke DPP dan akan mendapat rekom PKB.
“Kemudian saya diajukan sebagai calon wakilnya,” ucapnya.

   Baca juga : Pindah Partai, Gertak Sambal Bagi PKB


Bahkan pasangan Sanusi – Kholiq ini, sudah dipastikan 99 persen akan mendapat rekom dari DPP PKB. Apalagi keduanya juga sudah dipanggil pengurus DPP dan sama-sama menyatakan siap.
Kepastian Sanusi -  Kholiq inipun, pada pertengahan Januari lalu, sempat diumumkan langsung oleh Sanusi kepada seluruh tim sukses, pengurus serta kader di rumah makan Batavia Malang.
“Saksinya saat itu juga ada Rektor Unisma serta Ketua PCNU. Tetapi tiba-tiba akhir Januari kok sama PDI Perjuangan, saya tidak tahu ceritanya seperti apa,” jelasnya sembari mengatakan bahwa Rabu (19/2) pagi Kholiq masih berkomunikasi dengan Sanusi, untuk memberikan dukungan.


Apakah dengan kepindahan Sanusi dari PKB ke PDI Perjuangan, seperti Press Release yang tersebar memancing amarah dan kecewa kader PKB?. Kholiq hanya tertawa dan tidak tahu menahu.
“Kader bingung mungkin (dengan keputusan Sanusi, red),” katanya
“Tetapi kalau saya tidak. Karena akan mendukung yang menjadi keputusan DPP. Merekom siapapun ikut, karena saya kepanjangan tangan dari partai. Saya tetap pada garis partai,” sambung Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Malang ini.


Wakil Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, Choirul Ishaq, dikonfirmasi terkait pengunduran diri Sanusi sesuai rilis yang beredar mengakuinya.
“Biasanya memang seperti itu. Kalau dicalonkan oleh partai lain, maka memang harus mengundurkan diri dari partai lama,” sambungnya.
Dengan kemunduran diri Sanusi yang kemudian pindah ke PDI Perjuangan apakah PKB merasa dipecundangi?. Ishaq mengatakan, bahwa sebenarnya yang menjadi korban PHP  adalah Sanusi.
“Malah Pak sanusi yang di PHP oleh PKB. Menurut saya seperti itu, karena rekom tidak juga turun,” katanya.


Sebab, menurut dia, namanya incumbent memang banyak dinantikan terkait langkah selanjutnya di Pilkada 2020.
“Dari pada rekom tidak jelas (dari PKB, red), kemungkinan itu pendapat saya (membuat Sanusi pindah ke PDI Perjuangan, red),” urainya.
Lalu sebagai kader apakah marah dengan sikap Sanusi dan apakah siap menghadang langkahnya?. Ishaq mengatakan bahwa dalam politik hal itu biasa. Tetapi untuk calon dari PKB, nantinya masih menunggu petunjuk dan rekom dari DPP PKB.
“Apakah ada calon lain, saya tidak tahu. Karena selama ini calon hanya satu yakni Sanusi. Dan arahnya PKB kemana, masih tidak bisa diprediksi. Tunggu saja DPP akan merekom siapa,” paparnya.


Sementara, Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, Ali Ahmad, belum bisa dikonfirmasi. Ketika dihubungi sempat dijawab dan mengatakan sedang rapat. Namun setelah itu beberapa kali ditelepon sudah tidak dijawab, meskipun terdengar nada sambung.(agp/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Agung Priyo

  Berita Lainnya





Loading...