Malang Post - Pindah Partai, Gertak Sambal Bagi PKB

Rabu, 01 April 2020

  Mengikuti :


Pindah Partai, Gertak Sambal Bagi PKB

Kamis, 20 Feb 2020

MALANG - Peta politik Pilkada Kabupaten Malang pasti berubah, pasca keluarnya nama Sanusi-Didik dalam surat rekomendasi pasangan calon yang diusung DPP PDI Perjuangan. Publik mendapatkan kepastian, bahwa sang incumbent berlabuh pada partai yang tidak diduga bisa mengusulkan nama Sanusi. Analisa dari Pengamat Politik Universitas Negeri Malang DR Nurudin Hadi, dinamika politik Pilkada Kabupaten Malang ke depan semakin menarik.


Ia menjelaskan “perginya” Sanusi dari partai yang digadang mengusungnya yakni PKB bisa jadi disebabkan intrik internal.
“Karena memang awalnya Sanusi santer akan direkomendasikan PKB tapi nyatanya belum dan seperti ini. Artinya ada sesuatu yang belum clear (selesai,red) di sana (hubungan PKB dan Sanusi,red),” jelas Nurudin.


Sesuatu dalam intenal hubungan Sanusi dan PKB, yang diyakininya merupakan hal yang personal bukan politis, membuatnya banting setir dari PKB. Hal ini menjadi alasan Sanusi tidak butuh waktu lama untuk langsung pindah ke lain hati.
Hal ini kemudian juga dapat dipandang sebagai strategi lain yang dimainkan Sanusi. Yakni meningkatkan Bargaining Position-nya sebagai peserta Pilkada Kabupaten Malang.
“Ya bisa jadi ini ‘gertak sambal’ Sanusi. Dengan rekom DPP PDI Perjuangan ini, istilahnya dia sudah merasa aman. Sekarang tinggal bagaiamana PKB? Mau gabung apa tidak sebagai koalisi?,” jelas pria yang juga dosen ini.


Pasalnya jika PDI Perjuangan dan PKB bergabung, koalisi “Bangjo” ini akan sangat kuat. Sulit rasanya partai lain dengan calonnya masing-masing bisa menandingi. Hanya saja jika pun PKB tidak bergabung maka kekuatan ini akan terpecah. Alhasil, PKB akan mencari figur-figur lain yang bisa diandalkan. Tidak hanya PKB, partai lain pun harus mencari calon lainnya.
“Ini bisa jadi memunculkan calon lain yang juga kompeten dan peserta pemilu bisa lebih beragam dan dinamis lagi. Ini menarik saya pikir,” tegasnya.


Meskipun PKB masih memungkinkan untuk gabung koalisi, Nurudin memandang hal ini kecil kemungkinan dilakukan PKB. Pasalnya, rekom DPP PDI Perjuangan dan “mangkir” nya Sanusi dari PKB tidak dilakukan pada Injury Time.
Maka, PKB masih memiliki waktu panjang untuk berpikir dan juga mencari figur lain yang pantas untuk menantang PDI Perjuangan dengan Sanusi di dalamnya.
“Tetapi semua bisa saja terjadi. Yang jelas ini menarik,” pungkasnya.(ica/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Francisca Angelina

  Berita Lainnya





Loading...